Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab - Koran Mandalika

Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Jakarta, 28 Oktober 2026 — Seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pendidikan, guru dan sekolah menghadapi pertanyaan baru mengenai bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara efektif tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis, keamanan, dan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Microsoft bersama Biji-biji Initiative memperkenalkan Microsoft Elevate for Educators.

Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik melalui komunitas pembelajaran, sumber daya praktis, serta panduan untuk mengintegrasikan AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab.

Director Microsoft Elevate Capacity Building Solution ASEAN, Supahrat Juramongkol menyampaikan, “AI membuka berbagai peluang baru dalam dunia pendidikan, tetapi kemajuan yang bermakna bukan sekadar menghadirkan lebih banyak teknologi di ruang kelas. Hal yang terpenting adalah memberdayakan guru agar dapat memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis, melindungi siswa, dan memastikan pertimbangan manusia tetap menjadi inti dari proses pembelajaran. Melalui Microsoft Elevate for Educators, kami ingin membangun kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan AI serta menciptakan komunitas tempat para pendidik terus belajar, berbagi, dan saling menginspirasi, sehingga mereka dapat mempersiapkan generasi muda untuk berkembang secara bertanggung jawab di dunia yang didukung AI.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu fokus utama peluncuran ini adalah pengenalan tiga sumber belajar yang membantu guru membangun literasi AI dan keamanan digital di lingkungan sekolah.

● Pertama, AI Classroom Toolkit: Unlocking Generative AI Safely and Responsibly, yang dirancang bagi pendidik dengan siswa berusia 13–15 tahun. Materinya mencakup teknik menyusun instruksi (prompt), mengenali informasi yang keliru atau dibuat-buat oleh AI, memeriksa fakta, menjaga privasi, dan memahami bias informasi dalam AI.

Baca Juga :  Festival Freelancer Terbesar Hadir di Jakarta! Merayakan Peran Freelancer dalam Ekosistem Bisnis Indonesia

● Kedua, Sumber Daya Literasi AI dan Media Baru, yang mendorong siswa memahami cara mereka berinteraksi dengan AI melalui verifikasi informasi dan kuis interaktif. Pendekatan ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi dari AI secara pasif, tetapi mampu membandingkan informasi, mengevaluasi hasil, dan terlibat aktif dalam proses belajar.

● Ketiga, Behind the Chat: A Human Guide to Safe AI Conversations, yang membantu pendidik memahami aspek penggunaan AI sebagai pendamping (AI companionship). Materi ini membahas isu seperti keterikatan emosional, ketergantungan berlebihan, privasi, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan, serta pentingnya mengevaluasi informasi AI secara kritis.

Director Public Policy, Digital Safety, Microsoft, Madeline Shepherd menyampaikan, “Literasi digital merupakan salah satu fondasi terpenting dalam penggunaan AI yang bertanggung jawab. Terlepas dari apakah siswa sudah menggunakan AI saat ini, mereka perlu memiliki keterampilan untuk menilai informasi secara kritis, mengenali konten yang direkayasa, memeriksa fakta, dan memahami risiko ketergantungan berlebihan pada AI. Rangkaian sumber belajar AI Classroom Toolkit kami dirancang untuk membantu pendidik membahas hal-hal tersebut secara praktis dan mudah dipahami, di mana pun posisi mereka dalam perjalanan memahami AI. Kami antusias melihat para guru di seluruh Indonesia menerapkan materi ini dalam pembelajaran.”

Peluncuran ini melibatkan sekitar 100 guru, tenaga kependidikan, dan pegiat pendidikan yang diundang secara terbuka, termasuk dari komunitas mitra program. Para peserta mengikuti diskusi dan lokakarya untuk mengeksplorasi penggunaan AI dalam pembelajaran, mulai dari memeriksa akurasi informasi dan memahami risiko privasi hingga membangun pendekatan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab di ruang kelas.

Group CEO Biji-biji Initiative dan Mereka, Rashvin Pal Singh mengatakan, “Bagi kami, penguatan kompetensi AI dalam dunia pendidikan tidak sekadar memperkenalkan teknologi baru. Melalui Microsoft Elevate for Educators, kami ingin membangun komunitas pendidik yang kuat dan saling terhubung, tempat para pendidik belajar satu sama lain, berbagi praktik baik, serta menjadi penggerak pemanfaatan AI yang bermakna, inklusif, dan bertanggung jawab sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan realitas pembelajaran di kelas.”

Baca Juga :  Cheers to Wednesdays: Relish Bistro Ladies Night

Acara peluncuran ini turut menghadirkan diskusi panel yang melibatkan Kementrian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), UNICEF Indonesia, Microsoft, dan para pimpinan sekolah untuk membahas pengalaman guru dan siswa dalam menggunakan AI, kesenjangan keterampilan, serta cara sekolah menyeimbangkan inovasi teknologi dengan keselamatan, kesejahteraan, dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik, (Kemkomdigi), Okky Robiana Sulaeman, menyampaikan, “Pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan perlu diiringi dengan pemahaman mengenai keamanan digital, perlindungan data pribadi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Guru memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenali peluang sekaligus risiko di ruang digital. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan mitra pendidikan menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan belajar yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus melindungi kepentingan peserta didik.”

Melalui Microsoft Elevate for Educators, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft berharap penguatan literasi AI dapat terus berkembang menjadi praktik nyata di sekolah. Dengan dukungan komunitas, sumber belajar yang relevan, dan kolaborasi lintas sektor, para pendidik diharapkan semakin siap membimbing generasi muda untuk belajar, berpartisipasi, dan berkembang di era AI dengan tetap mengedepankan pemikiran kritis, keamanan, serta tanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global
KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%
KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun
KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025
Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital
Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia
Mandaya Awards 2026, Komitmen Nyata Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID
Suku Bunga AS Tetap, Mengapa Pasar Kripto Belum Bergerak Positif?

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Microsoft Elevate for Educators Bekali Guru dengan Panduan AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Mandaya Awards 2026, Komitmen Nyata Pemberdayaan Masyarakat Grup MIND ID

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:02

Suku Bunga AS Tetap, Mengapa Pasar Kripto Belum Bergerak Positif?

Berita Terbaru