Motor Rusak? Begini Cara Menyiapkan Bujet Perawatan dan Perbaikan Motor - Koran Mandalika

Motor Rusak? Begini Cara Menyiapkan Bujet Perawatan dan Perbaikan Motor

Sabtu, 6 September 2025 - 16:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Indonesia, motor bukan sekadar kendaraan. Dari antar anak sekolah, kerja ojol, kirim barang, sampai sekadar ngopi ke warung sebelah, motor jadi andalan hampir semua kalangan. Data Kemenhub menunjukkan lebih dari 120 juta motor beroperasi di jalanan Indonesia. Jadi, bisa dibilang, motor bukan lagi aset, tapi kebutuhan harian.

Namun, ada satu hal yang sering terlewat yaitu biaya perawatan dan perbaikan motor. Banyak orang baru sadar setelah motornya mogok di tengah jalan atau keluar asap putih dari knalpot. Padahal, merawat motor seharusnya diperlakukan sama pentingnya dengan isi bensin.

Kenapa Harus Siapkan Bujet Perbaikan Motor?

Motor punya kebutuhan perawatan lebih sering daripada mobil. Kalau diabaikan, masalah kecil bisa berkembang jadi masalah besar yang bikin biaya melambung. Ban botak misalnya, kalau ditunda ganti bisa bikin kecelakaan. Oli telat diganti bisa bikin mesin jebol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain soal keamanan, motor yang dirawat rutin juga lebih irit, performanya stabil, dan harga jual kembalinya lebih bagus. Singkatnya, lebih baik keluar sedikit demi mencegah, daripada keluar banyak untuk memperbaiki.

Biaya Perawatan Motor di Indonesia

Kalau dibandingkan dengan angka luar negeri, biaya di Indonesia jelas lebih terjangkau, tapi tetap lumayan kalau dikumpulkan setahun penuh.

Kalau dihitung, estimasi pengeluaran perawatan motor bisa mencapai Rp2–5 juta setahun, tergantung intensitas pemakaian. Untuk ojek online atau kurir yang motornya berputar roda hampir 12 jam sehari, biaya bisa lebih besar.

Jangan Lupa Biaya Tak Terduga

Masalahnya, perbaikan motor sering muncul mendadak. Misalnya:

Velg peyang karena menabrak lubang

Mesin ngempos karena telat servis 

Shockbreaker bocor

Kalau tidak ada dana cadangan, kondisi seperti ini bikin kantong jebol. Itulah kenapa penting untuk punya emergency fund khusus perbaikan motor.

Baca Juga :  Lintasarta Pastikan Keandalan Layanan Digital Sektor Strategis Sambut Momen Ramadan dan Lebaran 2025

Idealnya, sisihkan minimal Rp300.000–Rp500.000 setahun hanya untuk biaya darurat motor. Kalau motor dipakai harian, apalagi untuk cari nafkah, siapkan 10–20% ekstra dari total biaya perawatan tahunan.

DIY atau Bengkel?

Banyak rider di Indonesia yang hobi oprek motor sendiri. Ganti oli, setel rantai, atau ganti kampas rem bisa dilakukan di rumah dengan sedikit latihan. Ini jelas bisa memangkas biaya.

Tapi, untuk urusan yang lebih kompleks misalnya bongkar mesin, injeksi, atau kelistrikan lebih baik serahkan ke bengkel resmi atau bengkel langganan. Salah-salah, bukannya hemat malah keluar lebih banyak.

Studi Kasus: Motor Mogok di Tengah Jalan

Bayangkan seorang pekerja kantoran di Jakarta yang motornya tiba-tiba mogok karena mesin overheat. Biaya perbaikan diperkirakan Rp1,2 juta, sementara tabungan khusus motor hanya Rp500.000.

Kalau tanpa dana cadangan, pilihannya adalah pinjam ke teman atau menunggu gaji berikutnya yang berarti harus naik transportasi umum selama berminggu-minggu. Selain lebih mahal, juga bikin aktivitas terganggu.

Namun, dengan adanya bujet perawatan rutin dan opsi pinjaman resmi, perbaikan bisa langsung dilakukan. Aktivitas tetap lancar, dan cicilan bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Motor memang jadi tulang punggung mobilitas orang Indonesia. Tapi punya motor juga berarti siap dengan biaya perawatan dan perbaikan. Mulai dari ganti oli, ban, sampai biaya tak terduga yang sering muncul tanpa permisi.

Kuncinya ada di perencanaan keuangan. Dengan menyisihkan bujet bulanan, menyiapkan dana darurat, hingga memanfaatkan pinjaman resmi bila perlu, motor akan selalu siap jadi andalan.

Jadi, jangan tunggu motormu mogok dulu baru panik. Siapkan bujet dari sekarang, biar roda kehidupan terus melaju tanpa hambatan. 

Baca Juga :  Ingin Coba Buat Video Animasi AI? Ini 8 Alat Gratisnya!

Tips Menyusun Bujet Perawatan Motor

Agar keuangan tetap aman meski motor rewel, coba ikuti langkah ini:

Hitung intensitas pemakaian. Pemakaian 10 km sehari jelas beda dengan ojol yang bisa 200 km sehari. Semakin tinggi kilometer, semakin besar bujet perawatan.

Catat pengeluaran rutin. Simpan struk bengkel atau buat catatan di aplikasi. Dari sana bisa diprediksi kebutuhan setahun ke depan.

Siapkan tabungan kecil bulanan. Sisihkan Rp50.000–Rp100.000 tiap bulan khusus perawatan motor. Saat tiba-tiba butuh ganti ban atau aki, dananya sudah tersedia.

Gunakan dana darurat. Kalau pengeluaran perbaikan lebih besar dari perkiraan, jangan panik. Dana darurat bisa jadi penolong sebelum gaji berikutnya cair.

Selain 4 hal di atas, kamu juga bisa pertimbangkan pinjaman ringan. Kalau biaya perbaikan mendadak terlalu besar, sementara motor wajib dipakai untuk kerja, pinjaman legal dan resmi seperti Neo Pinjam bisa jadi solusi. Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce menawarkan pinjaman cepat untuk kebutuhan mendadak seperti perbaikan motor rusak. 

Dapatkan limit lebih besar sampai dengan Rp100 juta. Pinjaman tenor fleksibel hingga 24 bulan. Pengajuan pinjaman cepat tanpa jaminan ini pun lebih mudah, cair cepat, dan tanpa biaya admin. Meski prosesnya mudah, pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan pinjaman legal dan resmi di Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Terkait

Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah
KA Siliwangi Jadi Primadona Lebaran 2026, Okupansi Tembus 201% di Lintas Cipatat–Sukabumi
Dua Hari Pasca Idul Fitri 1447 H, Volume Penumpang KA di Daop 2 Bandung Masih Tinggi
Dukung Mobilitas Lebaran, LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata
Perubahan Kepemimpinan Iran dan Dampaknya pada Geopolitik Timur Tengah
BRI Finance Jaga Stabilitas Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika RKAB Batubara
Masih Minta Customer Copy Paste Data di Chat? WA Form Barantum Solusinya
Dominasi BTC dan USDT Bittime Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Politik Trump dan Gejolak Minyak Dunia

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 17:43

LPK ARK Jinzai Solusi Group Targetkan 1.000 Peserta ke Jepang

Senin, 23 Maret 2026 - 14:41

30 Rumah Terdampak, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:36

Pemprov NTB Gelar Shalat Ied di Kantor Gubernur, Ada Open House di Pendopo

Senin, 16 Maret 2026 - 22:08

Hasil Seleksi Jabatan Eselon II Pemprov NTB Siap Diserahkan ke Gubernur

Senin, 16 Maret 2026 - 15:21

Dokter Mamang Jabat Kadis Kesehatan Lombok Tengah

Senin, 16 Maret 2026 - 15:07

‎Miras saat Pawai Ogoh-ogoh jadi Sorotan, Begini Imbauan Gubernur NTB

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:19

Jelang Lebaran, Gubernur Iqbal Tinjau Sistem Penjualan Tiket dan Fasilitas di Terminal Mandalika

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:23

Pastikan Pasokan Cabai Tercukupi, Pemprov NTB Siapkan Program Penguatan Produksi

Berita Terbaru