Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street - Koran Mandalika

Pasar Global Mixed: Inflasi, AI, dan Geopolitik Tekan Wall Street

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar keuangan global menunjukkan tanda-tanda kehilangan arah seiring investor dihadapkan pada kombinasi tiga risiko besar sekaligus: inflasi yang membandel, disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), dan eskalasi konflik geopolitik. Wall Street menutup pekan perdagangan dengan kinerja beragam, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam menyikapi prospek ekonomi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu mencatatkan kenaikan tipis sepanjang Februari, memperpanjang tren positif hingga sembilan bulan berturut-turut. Namun, tekanan signifikan terlihat pada Nasdaq Composite, sementara S&P 500 juga mengalami koreksi moderat. Perbedaan kinerja ini mengindikasikan rotasi risiko yang semakin jelas, terutama keluarnya dana dari saham teknologi dan pertumbuhan menuju sektor yang dianggap lebih defensif.

Dari sisi makroekonomi, lonjakan indeks harga produsen (PPI) Januari—baik headline maupun inti—memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi di level hulu belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini mempersempit ruang bagi Federal Reserve untuk segera melonggarkan kebijakan moneter. Narasi suku bunga “higher for longer” kembali menguat, menekan valuasi saham berisiko dan meningkatkan volatilitas di pasar obligasi serta ekuitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan tidak hanya datang dari faktor makro, tetapi juga dari disrupsi struktural sektor teknologi. Pernyataan Jack Dorsey terkait pemangkasan besar tenaga kerja di Block Inc. akibat peningkatan efisiensi berbasis AI menjadi sinyal bahwa adopsi teknologi kini membawa dampak ganda. Di satu sisi, AI menjanjikan produktivitas dan margin yang lebih tinggi, namun di sisi lain meningkatkan risiko terhadap model bisnis lama dan stabilitas pasar tenaga kerja.

Baca Juga :  Aplikasi Pembelajaran Matematika Bergaya Jepang untuk Pasar Global, “Mathmaji”, Diadopsi oleh Lembaga Pendidikan Mitra Industri Group di Indonesia; Kolaborasi Teaching Factory (TEFA) dan Project-Based Learning (PjBL) Juga Direncanakan

Kekhawatiran investor juga merambah sektor kredit swasta, yang selama ini menjadi alternatif pembiayaan di tengah pengetatan perbankan. Sensitivitas pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi meningkat, mendorong pergeseran aset menuju instrumen yang dianggap lebih aman.

Sementara itu, episentrum volatilitas global bergeser ke Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memicu respons militer balasan dan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Pasar energi bereaksi cepat, dengan harga minyak Brent melonjak mendekati level tertinggi tujuh bulan. Kekhawatiran utama tertuju pada potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Meski OPEC+ mengisyaratkan peningkatan produksi, keputusan akhir tetap sangat bergantung pada stabilitas kawasan.

Dalam konteks pasar yang berada di rezim volatilitas tinggi, investor dituntut lebih disiplin dalam mengelola risiko dan melakukan diversifikasi aset. Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memungkinkan investor Indonesia untuk mengakses saham AS dan aset kripto dalam satu aplikasi yang aman dan terpercaya, dengan perlindungan aset dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadikannya salah satu opsi bagi investor yang ingin memantau dinamika pasar global di tengah ketidakpastian yang meningkat.

Baca Juga :  Libatkan Pihak Eksternal, KAI Lakukan Simulasi Tanggap Darurat LRT Jabodebek

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Kompetitif Motor Premium Mulai Dari 0,7%
Jaga Momentum Pertumbuhan Bisnis, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif
Wujudkan Impian Berkendara, Cek Promo Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Mulai 3,97%
Kuatkan Tata Kelola Perusahaan, BRI Finance Resmikan Kerja Sama dengan Kejari Samarinda
Di Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?
STYLE GUIDE: The Black Edit – Mendefinisikan Ulang Seragam Minimalis Modern
Bitcoin Flat di US$74K, Sebagian Investor Justru Mulai Positioning
Dukung Kebutuhan Hari Raya, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Dana Tunai yang Fleksibel

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:00

BRI Finance Tawarkan Pembiayaan Kompetitif Motor Premium Mulai Dari 0,7%

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:00

Jaga Momentum Pertumbuhan Bisnis, BRI Finance Terapkan Strategi Pricing Adaptif

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:00

Wujudkan Impian Berkendara, Cek Promo Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Mulai 3,97%

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:00

Kuatkan Tata Kelola Perusahaan, BRI Finance Resmikan Kerja Sama dengan Kejari Samarinda

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00

Di Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00

Bitcoin Flat di US$74K, Sebagian Investor Justru Mulai Positioning

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:00

Dukung Kebutuhan Hari Raya, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Dana Tunai yang Fleksibel

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:00

BRI Finance Ramaikan BRI Consumer Expo 2026 Jakarta dengan Penawaran KKB Spesial

Berita Terbaru

Teknologi

Di Usia Berapa Sebaiknya Mulai Investasi?

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00