Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir sebagai Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia - Koran Mandalika

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir sebagai Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luxury goods sekarang mulai diperlakukan seperti collectible assets. Orang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga mempertimbangkan value retention dan liquidity

Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat kelas menengah atas dan affluent. Barang-barang seperti tas Hermès, Chanel, Dior, hingga jam tangan Rolex dan Patek Philippe kini tidak lagi dipandang sekadar simbol gaya hidup, tetapi mulai dianggap sebagai bagian dari alternative asset yang memiliki nilai ekonomi nyata.

Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya harga retail barang mewah di boutique resmi, waiting list yang semakin panjang, serta terbatasnya akses terhadap produk-produk tertentu. Tidak sedikit kolektor dan pecinta luxury kini mulai melihat barang mewah sebagai aset yang memiliki potensi mempertahankan nilai bahkan mengalami apresiasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kondisi tersebut, pasar preloved luxury justru mengalami peningkatan aktivitas yang cukup agresif, baik secara global maupun di Indonesia. Barang-barang luxury original dengan kondisi baik kini semakin dicari karena dianggap lebih realistis dibanding membeli baru dengan harga retail yang terus meningkat.

Pengamat industri luxury menyebut perubahan ini bukan lagi sekadar tren sementara.

“Luxury goods sekarang mulai diperlakukan seperti collectible assets. Orang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga mempertimbangkan value retention dan liquidity,” ujar salah satu pengamat pasar luxury di Jakarta.

Perubahan pola pikir tersebut membuat ekosistem luxury resale di Indonesia berkembang lebih modern. Masyarakat kini semakin memperhatikan aspek autentikasi, histori barang, hingga kredibilitas seller sebelum melakukan transaksi.

Baca Juga :  Mengenal BSP WhatsApp Barantum: Layanan, Fitur, Hingga Biayanya

Hal ini juga mendorong munculnya platform-platform yang lebih fokus pada curated luxury ecosystem, salah satunya melalui kehadiran deGaiya, unit preloved luxury ecosystem yang merupakan mitra dari deGadai.

Berbeda dengan marketplace biasa, deGaiya hadir dengan pendekatan yang lebih eksklusif dan terkurasi. Produk-produk yang tersedia berasal dari barang luxury original dengan proses seleksi dan pengecekan tertentu sebelum dipasarkan kembali.

Menariknya, sebagian barang yang tersedia di deGaiya berasal dari aset luxury yang sebelumnya berada dalam sistem gadai dan tidak ditebus kembali oleh pemiliknya atau dikenal sebagai gagal tebus. Kondisi ini membuat deGaiya mampu menghadirkan berbagai luxury items original dengan harga yang dinilai lebih kompetitif dibanding pasar retail.

Di tengah naiknya harga barang mewah global, kondisi tersebut justru membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin mulai masuk ke dunia luxury dengan harga yang lebih rasional.

Tas-tas seperti Chanel Classic Flap, Louis Vuitton, hingga berbagai jam tangan Swiss kini semakin diminati di pasar preloved karena ketersediaannya yang semakin terbatas di boutique resmi.

Selain faktor harga, banyak pembeli kini juga mulai melihat barang luxury preloved sebagai bentuk smart luxury consumption.

“Sekarang orang lebih realistis. Selama barang original, kondisinya bagus, dan value-nya masih kuat, preloved justru semakin menarik,” ujar seorang kolektor tas luxury di Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Libur Panjang Maulid Nabi, KAI Divre IV Tanjungkarang Catat Kenaikan Penumpang 5%

Tidak hanya menjadi tempat jual beli barang mewah original, ekosistem seperti deGaiya juga dinilai memperlihatkan bagaimana luxury market di Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih matang.

Masyarakat affluent kini tidak lagi sekadar membeli luxury untuk konsumsi, tetapi mulai memahami aspek asset value, resale market, hingga liquidity dari barang yang mereka miliki.

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan meningkatnya penggunaan layanan financial flexibility berbasis aset luxury seperti gadai barang mewah.

Alih-alih menjual koleksi secara permanen ketika membutuhkan cashflow jangka pendek, sebagian pemilik aset kini memilih menggunakan layanan gadai luxury agar ownership tetap terjaga.

Dalam konteks tersebut, deGadai dan deGaiya dinilai membentuk kemitraan  yang saling melengkapi. Di satu sisi, deGadai memberikan solusi likuiditas berbasis aset luxury secara privat dan cepat. Di sisi lain, deGaiya menjadi bagian dari luxury resale ecosystem yang terus berkembang.

Di tengah market yang semakin dinamis, luxury goods kini tidak lagi hanya berbicara soal prestige dan gaya hidup. Bagi sebagian masyarakat, tas dan jam tangan mewah telah berubah menjadi bagian dari strategi pengelolaan aset modern.

Dan ketika akses terhadap barang luxury semakin sulit serta harga retail terus meningkat, pasar preloved luxury tampaknya akan menjadi salah satu sektor yang terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto
Dari Beasiswa Penuh hingga Summa Cum Laude, Sherine Kiatandi Temukan Arti Proses di BINUS UNIVERSITY
Dukung Pendidikan Anak Tenaga Kerja Operasional, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah Sambut HUT ke-38
Dukung Pendidikan dan Semangat Belajar Anak, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sambut HUT ke-38 di Tiga Sekolah Dasar Negeri Wanakerta
Melayani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur
Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI
Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom
OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali, Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:13

Bank NTB Syariah Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:27

Pulang dari NTT, Gubernur Iqbal Langsung Pantau Kebakaran Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:34

Gubernur Miq Iqbal Tunda Pulang, Pilih Lanjutkan Solidaritas di Manggarai Timur

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:17

Pemprov Sumsel Studi Tiru Tata Kelola Izin Pertambangan Rakyat ke NTB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:19

KPU NTB Atensi Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Lobar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:11

Solidaritas KR-BNN, Gubernur Bali dan NTB Hadir untuk NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:48

Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif Berbasis Data

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:52

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Berita Terbaru