Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia, School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject - Koran Mandalika

Pelopor Pendidikan Accounting Berbasis Technology di Indonesia, School of Accounting BINUS University Raih Top 4 QS World University Rankings by Subject

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 19 Juni 2026 – Perkembangan Artificial Intelligence (AI), automation, dan digital transformation kini semakin mengubah cara industri keuangan dan akuntansi bekerja. Profesi akuntan yang sebelumnya identik dengan pembukuan dan administrasi keuangan kini berkembang menjadi mitra strategi bisnis yang dituntut memiliki kemampuan literasi teknologi, berpikir analitis, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Transformasi ini mendorong perusahaan untuk mencari lulusan akuntansi yang tidak hanya memahami laporan keuangan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan ekosistem digital dan perkembangan teknologi yang terus berubah. Perubahan tersebut juga mulai memengaruhi cara orang tua dan calon mahasiswa memandang pendidikan tinggi. Di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat, muncul pertanyaan mengenai relevansi jurusan akuntansi di masa depan serta bagaimana institusi pendidikan dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Kebutuhan terhadap talenta akuntansi yang memahami teknologi pun terus meningkat. Deloitte Center for Controllership mencatat lebih dari 80 persen profesional finance dan accounting percaya bahwa AI akan menjadi tools utama dalam profesi accounting dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, studi KPMG Digitalization in Accounting 2025/2026 menunjukkan 53 persen perusahaan telah menggunakan AI dalam accounting atau sedang mempersiapkan implementasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejalan dengan itu, adopsi teknologi di sektor ini juga terus meningkat secara signifikan. Data dari Intuit 2025 Technology Survey menunjukkan bahwa 64 persen accounting firms berencana meningkatkan investasi pada AI dalam satu tahun ke depan, sementara 95 persen telah mengotomatisasi setidaknya satu fungsi operasional mereka. Di sisi lain, penelitian “Future-Ready Digital Skills in the AI Era” menemukan adanya kesenjangan keterampilan yang cukup signifikan antara kebutuhan industri accounting dan kesiapan lulusan, terutama pada aspek digital capability, AI literacy, dan technology-related competencies.

Rangkaian temuan tersebut menunjukkan satu hal yang semakin jelas: transformasi di industri akuntansi tidak hanya terjadi pada level teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta yang akan mengisinya di masa depan.

Baca Juga :  Special Price Alert! Sewa Photobooth di Photomatics Cuma 1,6 Jutaan Aja Buat Acara Kamu!

Menjawab perubahan tersebut, BINUS University melalui School of Accounting menghadirkan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan accounting dan technology secara relevan dengan kebutuhan industri global saat ini, dengan fokus pada industry relevance dan future-ready capabilities.

Dekan School of Accounting BINUS University, Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons.), Ph.D., CSRS, CSRA., CMA., Cert.DA., menyampaikan bahwa perubahan industri ini menuntut perguruan tinggi untuk ikut beradaptasi dalam cara mendidik mahasiswa.

“Profesi akuntan tidak lagi terbatas pada fungsi administratif. Perkembangan AI dan digital finance membuat profesi akuntan berkembang menjadi strategic business partner yang membutuhkan kemampuan teknologi, analitis, dan business decision-making. Oleh karena itu, penting bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perubahan industri,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebanyak 61 persen perusahaan juga melihat AI sebagai faktor penting dalam masa depan keuangan dan akuntansi. Penggunaan machine learning dalam proses akuntansi juga terus meningkat, menunjukkan bahwa transformasi digital dalam industri ini berlangsung semakin cepat.

Kondisi ini menegaskan bahwa kemampuan literasi teknologi menjadi semakin penting bagi mahasiswa akuntansi, karena perusahaan kini membutuhkan individu yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bekerja dalam data-driven business environment yang terus berkembang.

Sebagai pionir accounting berbasis teknologi di Indonesia, School of Accounting BINUS University menghadirkan kurikulum yang dirancang agar mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa kini. Pendekatan experiential learning diterapkan melalui berbagai program pembelajaran yang membantu mahasiswa memahami implementasi akuntansi dalam konteks bisnis nyata.

Mahasiswa juga memperoleh akses terhadap berbagai tools dan sistem yang relevan dengan kebutuhan industri modern, termasuk akses SAP tanpa biaya tambahan. Selain itu, School of Accounting BINUS University didukung oleh lebih dari 100 partner industri yang membantu mahasiswa memperoleh pengalaman di industri dan pengalaman profesional sebelum lulus melalui Program Enrichment.

Program tersebut memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata melalui internship, project-based learning, riset, entrepreneurship, hingga berbagai kegiatan yang terhubung langsung dengan dunia industri. Dalam implementasinya, pembelajaran juga dirancang agar mahasiswa memahami bagaimana akuntansi berkembang di era digital finance dan data-driven business environment. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi akuntan konvensional, tetapi juga future-ready professionals yang mampu beradaptasi dengan transformasi industri global.

Baca Juga :  Perkuat Inovasi dan Layanan Nasabah Berkualitas, Bank Raya Raih Penghargaan The Best Bank in Customer Experience 2026 dan Digital Innovation Award 2026

Prof. Ang Swat Lin Lindawati menambahkan bahwa peran akuntan kini telah berevolusi secara signifikan. Di sisi lain, perubahan industri juga diikuti oleh peningkatan standar dan kualitas pendidikan yang harus selaras dengan kebutuhan global.

“School of Accounting BINUS University menjadi salah satu school accounting terbaik di Indonesia dengan pencapaian Top 4 di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings by Subject: Accounting & Finance, serta berada di peringkat 301–375 dunia. Ini mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan berstandar global,” jelasnya.

School of Accounting BINUS University juga memiliki Akreditasi Unggul serta terakreditasi internasional oleh HEEACT (Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan) dan EFMD (European Foundation for Management Development) untuk International Class, memperkuat kualitas pendidikan yang berstandar global. Adapun program studi yang berada di bawah School of Accounting BINUS University meliputi Accounting, Taxation, Accounting Technology, dan Finance.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan industry relevance, School of Accounting BINUS University terus berupaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kesiapan karier global di tengah percepatan transformasi digital.

Bagi banyak orang tua dan calon mahasiswa, kesiapan menghadapi perubahan industri kini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih perguruan tinggi. Pendidikan tinggi tidak lagi hanya dipandang sebagai jalan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga sebagai fondasi untuk membangun kemampuan adaptasi dan kesiapan menghadapi dunia kerja masa depan.

Di tengah perkembangan AI dan digital finance, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri menjadi semakin krusial bagi calon mahasiswa maupun orang tua dalam memilih institusi pendidikan. Informasi lebih lanjut mengenai School of Accounting BINUS University dapat diakses melalui: https://soa.binus.ac.id/

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tren Kerja Online dan Kerja Sampingan Menguat, NambahCuan Tawarkan Tiga Jenis Tugas Tanpa Jam Kerja Mengikat
Jaga Kenyamanan Bersama, LRT Jabodebek Ingatkan Etika Selama Perjalanan
PTPP Masuki Tahap Implementasi Restrukturisasi melalui Penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA)
Menjaga Kondisi Keuangan di Era Quarter Life Crisis, Ini Cara Menyusun Tujuan Keuangan
Bulan Berkah Fatmawati City Center, Hunian Impian dengan Benefit Lebih
Lebih Dari 3,6 Juta Pengguna Jasa KA Gunakan KA dari Daop 2 Bandung, Naik Lebih Dari 10 Persen
FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta
Thermax Gelar Roadshow di Surabaya, Perkuat Komitmen dalam Perjalanan Transisi Energi Pelanggan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:02

Tren Kerja Online dan Kerja Sampingan Menguat, NambahCuan Tawarkan Tiga Jenis Tugas Tanpa Jam Kerja Mengikat

Jumat, 11 September 2026 - 19:02

Jaga Kenyamanan Bersama, LRT Jabodebek Ingatkan Etika Selama Perjalanan

Jumat, 11 September 2026 - 18:02

PTPP Masuki Tahap Implementasi Restrukturisasi melalui Penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA)

Jumat, 11 September 2026 - 17:02

Menjaga Kondisi Keuangan di Era Quarter Life Crisis, Ini Cara Menyusun Tujuan Keuangan

Jumat, 11 September 2026 - 17:02

Bulan Berkah Fatmawati City Center, Hunian Impian dengan Benefit Lebih

Jumat, 11 September 2026 - 17:02

FLOQ Buka Peluang Pengguna Dapat Tiket Konser Kanye West di Jakarta

Jumat, 11 September 2026 - 16:02

Thermax Gelar Roadshow di Surabaya, Perkuat Komitmen dalam Perjalanan Transisi Energi Pelanggan

Jumat, 11 September 2026 - 15:02

Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMAN 1 Kroya Agar Tak Mudah Terjebak Hoaks

Berita Terbaru