Pemprov NTB dan ITDC Matangkan Persiapan MotoGP 2026 - Koran Mandalika

Pemprov NTB dan ITDC Matangkan Persiapan MotoGP 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, membuka rapat koordinasi (rakor) kick off MotoGP 2026. Rakor tersebut menjadi momentum awal untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.

Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan, persiapan MotoGP tahun ini harus mulai diarahkan pada aspek teknis penyelenggaraan, Pemerintah daerah bersama pihak terkait diminta melakukan pemetaan terhadap seluruh persoalan yang masih harus diselesaikan.

“Sudah waktunya kita fokus ke teknis, khususnya terkait dengan penyelenggaraan event MotoGP pada 9-11 Oktober 2026,” ujarnya saat membuka Rakor di kantor utama Bank NTBS Mataram, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, ia meminta seluruh pihak menyiapkan skenario terbaik, termasuk kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam gelaran MotoGP Mandalika.

“Saya tidak mengatakan Presiden akan hadir, tetapi di setiap MotoGP kita harus mempersiapkan dengan skenario Presiden akan hadir,” katanya.

Menurutnya, kesempatan untuk menjadi tuan rumah event yang dihadiri Presiden tidak datang setiap saat, Karena itu seluruh persiapan harus dilakukan secara maksimal agar penyelenggaraan MotoGP tahun ini mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi NTB.

Baca Juga :  AHY Setujui Pembangunan Bypass Port to Port Lembar-Kayangan

“Belum tentu kita dapat kesempatan kedua, ketiga untuk dihadiri Presiden. Maka kita harus mempersiapkan ini sebaik-baiknya,” tegasnya.

Selain aspek penyelenggaraan, Iqbal menilai MotoGP juga berkaitan erat dengan keberlanjutan (sustainability) event tersebut di Mandalika, oleh karenanya rakor tersebut tidak hanya membahas kesiapan balapan, tetapi juga melakukan stock taking atau pemetaan menyeluruh terhadap kondisi persiapan saat ini.

“Kita akan fokus untuk stock taking. Pertama kita akan mendengarkan update dari teman-teman dari ITDC dan dari teman-teman dari MGPA, di mana posisi kita sekarang ini,” paparnya.

Dari hasil pemetaan tersebut, pemerintah akan menyusun daftar persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Setiap persoalan nantinya akan dibagi kepada pihak yang bertanggung jawab untuk segera dituntaskan.

“Selain itu kita bikin checking list apa saja yang menjadi permasalahannya, dan kita langsung bagi tugas siapa-siapa yang menjadi penanggung jawab masing-masing masalah. Kita beri waktu dua minggu untuk penyelesaiannya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur ITDC, Ahmad Fajar menyampaikan apresiasi terhadap dukungan kuat Gubernur NTB dalam setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Pak Gubernur NTB yang memiliki support yang sangat kuat terhadap Mandalika,” ujar Ahmad.

Menurutnya, Gubernur Iqbal tidak hanya melihat MotoGP sebagai ajang balap selama tiga hari, tetapi sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi NTB.

Baca Juga :  Pemulihan Aktivitas Ekonomi Warga Sade Diprioritaskan

“Di mana-mana Pak Gub selalu menggaungkan bahwasanya dampak ekonomi dari MotoGP ini sangat berdampak, terutama terhadap pertumbuhan ekonomi PDB di NTB,” katanya.

Ahmad menyebut pertumbuhan ekonomi NTB yang berada di posisi kedua tertinggi secara nasional tidak terlepas dari penyelenggaraan event dan pengembangan sektor pariwisata yang terus didorong secara progresif.

Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur Iqbal yang aktif membawa isu pengembangan Mandalika dan MotoGP ke tingkat pemerintah pusat, termasuk melalui pertemuan dengan Presiden.

“Jadi MotoGP sekarang ini bukan hanya sekadar race atau balapan tiga hari, tapi kita sedang menciptakan ekosistem yang melibatkan banyak orang,” jelasnya.

Menurut Ahmad, ekosistem tersebut terus berkembang dan diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat serta perekonomian NTB, ITDC sejak awal juga mendapat mandat untuk berperan sebagai salah satu agen pembangunan dalam pengembangan kawasan dan ikut membangun perekonomian NTB.

“Alhamdulillah kita sudah makin lama menciptakan ekosistem, di mana pertumbuhan ekonomi NTB ini karena pemerintah dari awal sebagai agent developer BUMN diminta untuk membangun, untuk ikut membangun NTB,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Rp9 Miliar Masih Nyangkut, 15 OPD Pemprov NTB “Ditegur” BPK
Jelang MotoGP, NTB Dorong Maskapai Tambah Penerbangan
Gubernur Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK
Pemulihan Aktivitas Ekonomi Warga Sade Diprioritaskan
TNGR Mencatat Terjadi 3 Kasus Kebakaran Selama Musim Kemarau 2026
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026
Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Saat Maulid, Pemprov NTB Gelar GPM di Rusunawa Montong Are

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:31

Semarak Hari Pelanggan Nasional, BRI BO Gading Boulevard Sambut Nasabah dengan Hangat

Rabu, 9 September 2026 - 22:02

ProviderSMM Rilis Request Layanan, Reseller Bisa Ajukan Kebutuhan dari Database Lebih dari 1 Juta Layanan SMM

Rabu, 9 September 2026 - 22:02

Transformasi Organisasi, Bank Mandiri Taspen Perkuat Kepemimpinan Regional melalui Implementasi RCEO

Rabu, 9 September 2026 - 21:02

ION Ajak Startup Bandung Melihat Celah Infrastruktur Digital sebagai Peluang Bisnis

Rabu, 9 September 2026 - 18:02

Public Expose 2026: Laba Tembus Rp1,91 T, Jasa Marga Siap Dorong Pertumbuhan Jangka Panjang

Rabu, 9 September 2026 - 17:02

Mitra Penjahit Terdekat untuk Kebutuhan Seragam dan Manufaktur Pakaian Perusahaan Anda

Rabu, 9 September 2026 - 17:02

Ondo Finance dan FLOQ Kolaborasi Hadirkan Akses Tokenisasi Saham & ETF AS di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 16:02

Proyek Bangunan Makin Kompleks, Roda Bangun Mandiri Dorong Pendekatan Terintegrasi

Berita Terbaru