Pergi ke Karimunjawa Naik Pesawat Perintis? KAI Daop 4 Bagikan Tips untuk Penumpang KA dari Berbagai Daerah - Koran Mandalika

Pergi ke Karimunjawa Naik Pesawat Perintis? KAI Daop 4 Bagikan Tips untuk Penumpang KA dari Berbagai Daerah

Kamis, 17 Juli 2025 - 08:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keindahan Karimunjawa yang terkenal sebagai destinasi bahari unggulan di Jawa Tengah semakin terbuka lebar berkat kemudahan akses transportasi yang terintegrasi. Apalagi saat ini akses ke Pulau Karimunjawa juga didukung adanya Pesawat Perintis yang baru saja dikenalkan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Keindahan Karimunjawa yang terkenal sebagai destinasi bahari unggulan di Jawa Tengah semakin terbuka lebar berkat kemudahan akses transportasi yang terintegrasi. Apalagi saat ini akses ke Pulau Karimunjawa juga didukung adanya Pesawat Perintis yang baru saja dikenalkan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

KAI Daop 4 Semarang memberikan tips praktis dan efisien bagi para pelanggan KA dari berbagai daerah yang ingin bepergian ke Karimunjawa dengan memanfaatkan perjalanan kereta api yang dilanjutkan dengan penerbangan perintis dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa masyarakat dari berbagai daerah dapat menggunakan kereta api dengan tujuan Stasiun Semarang Tawang atau Semarang Poncol dan kemudian memanfaatkan integrasi transportasi yang cukup lengkap di sana untuk menuju Bandara.

Baca Juga :  Perluas Jangkauan Layanan TIC, SUCOFINDO Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh

“Kedua stasiun tersebut didukung oleh beragam pilihan transportasi lanjutan seperti taksi, angkutan kota, transportasi online, maupun layanan Bus Trans Semarang yang efisien. Integrasi transportasi antar moda ini kami sediakan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di masa liburan atau dalam upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata,” kata Franoto.

Franoto menambahkan, kedua stasiun ini menjadi pintu gerbang yang strategis untuk menuju berbagai tempat termasuk bandara, mengingat lokasinya yang relatif dekat dengan pusat kota.

Integrasi antarmoda ini merupakan bentuk dukungan nyata KAI terhadap cita-cita pemerintah dalam membangun sistem transportasi nasional yang saling terhubung dan berorientasi pada kemudahan akses.

“Kehadiran konektivitas yang solid antara kereta api dan moda udara, termasuk penerbangan perintis, adalah bagian dari kontribusi perusahaan dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional, salah satunya Asta Cita keenam yang menekankan pentingnya peningkatan daya saing dan produktivitas nasional termasuk dalam sektor pariwisata,” kata Franoto.

Dengan hanya menempuh waktu sekitar 10 hingga 20 menit dari stasiun menuju bandara, para pelanggan KA memiliki opsi perjalanan yang lebih fleksibel dan hemat waktu. Hal ini semakin memperkuat posisi Semarang sebagai hub perjalanan ke Karimunjawa, baik dari sisi darat maupun udara. Tak hanya praktis, kombinasi moda ini juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terjadwal bagi para wisatawan.

Baca Juga :  Kesehatan dan Kemandirian Finansial Jadi Bekal Penting Perempuan

Karimunjawa sendiri terus menjadi primadona wisata berkat kekayaan alamnya yang menakjubkan. Gugusan pulau-pulau eksotis, laut biru jernih, terumbu karang yang masih alami, serta berbagai pilihan aktivitas wisata seperti snorkeling, diving, dan ekowisata mangrove menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi impian di Indonesia.

Pemerintah pun terus mendorong peningkatan aksesibilitas ke Karimunjawa melalui pengembangan layanan transportasi, baik jalur laut maupun udara.

KAI berharap dengan sinergi antara moda transportasi, masyarakat dapat semakin mudah menjangkau destinasi wisata unggulan seperti Karimunjawa.

“Selain itu, keterlibatan KAI dalam mendukung konektivitas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata di Jawa Tengah, serta memperkuat citra kereta api sebagai moda transportasi andalan yang terintegrasi, andal, dan siap mendukung kemajuan Indonesia,” tutup Franoto.

Berita Terkait

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO
Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas
Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit
Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia
Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?
Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat
Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:02

Landed Cost Odoo: HPP Bahan Baku Impor Termasuk Bea Masuk dan Freight

Berita Terbaru