Petani Sambut Baik Kesiapan Kementerian Pu Terhadap Pasokan Air Waduk Kedungombo - Koran Mandalika

Petani Sambut Baik Kesiapan Kementerian Pu Terhadap Pasokan Air Waduk Kedungombo

Minggu, 24 Agustus 2025 - 23:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROBOGAN, 24 Agustus 2025 – Waduk Kedungombo dipastikan siap mendukung kebutuhan irigasi para petani di Grobogan, Kudus, Pati, dan Demak untuk menyukseskan Musim Tanam (MT) I yang akan dimulai serentak pada 1 September 2025. Kesiapan ini ditandai dengan volume air yang sangat mencukupi dan sistem distribusi yang telah terkelola dengan baik.

Kementerian
Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana,
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, mengonfirmasi bahwa pasokan air dari Waduk
Kedungombo berada dalam kondisi optimal. Per hari ini (24/8/2025), volume air
tercatat sebesar 472,39 juta meter kubik pada elevasi muka air 87,67 meter,
yang siap mengairi lahan pertanian seluas total 64.364 hektare.

Kepala BBWS
Pemali Juana, Sudarto, menyatakan bahwa pengaturan distribusi air telah
disepakati bersama seluruh pihak terkait. Jadwal ini tertuang dalam SK Pola
Tanam yang dirumuskan bersama petani, pemerintah daerah, dan Komisi Irigasi. Ia
menambahkan, sesuai kesepakatan, musim Tanam I akan dimulai pada 1 September
2025.

Bapak Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU

“Tetapi apabila
ada permintaan lanjutan kami siap, Bendungan Kedungombo dalam kondisi
siap,” kata Sudarto, menegaskan fleksibilitas dan kesiapan pihaknya.

Langkah
menyiapkan Waduk Kedungombo sebagai sumber aliran irigasi untuk mendukung
program realisasi ketahanan pangan nasional sejalan dengan arahan Menteri
Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Menteri Dody menegaskan bahwa irigasi yang
terpelihara adalah kunci ketahanan pangan nasional. Untuk itu, fungsi bendungan
dan saluran irigasi harus dijaga keberlanjutannya untuk memastikan distribusi
air yang efisien dan merata bagi seluruh petani.

Kesiapan yang
dilakukan Kementerian PU disambut baik oleh para petani yang kini tidak lagi
khawatir akan pasokan air irigasi. Akrab, Ketua Federasi Sistem Irigasi Waduk
Kedungombo, menuturkan bahwa sistem pengaturan yang ada telah menciptakan
ketertiban.

“Dulu
sebelum ada sistem pengaturan, petani sering berebut air. Sekarang sudah
tertib, tidak ada demo, semua diarahkan melalui musyawarah,” ujar petani
asal Kudus tersebut.

Baca Juga :  Tidak Lulus SNBT? Pilih BINUS UNIVERSITY, Perguruan Tinggi Swasta Nomor 1

Interaksi Forum Diskusi Masyarakat dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU

Hal senada juga
diungkapkan oleh Maryoto, Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)
Sidorejo. Ia menyebut komunikasi dan diskusi demokratis antar kelompok P3A
menjadi kunci kelancaran distribusi di tingkat lapangan. “Minimal tiga
kali kami bertemu selama musim tanam. Kalau ada lahan yang padinya belum
dipanen, diberi toleransi, begitu selesai langsung olah lahan,” jelasnya.

Dengan kapasitas
tampung normal mencapai 561,2 juta meter kubik, Waduk Kedungombo melayani
sejumlah Daerah Irigasi (DI), mencakup DI Sidorejo (6.038 ha), DI Sidorejo
Kiri/Lanang (1.900 Ha), dan DI Sedadi (16.055 ha) di Grobogan. Selain itu, juga
mengairi DI Klambu Kiri di Demak (20.646 ha), DI Klambu Kanan di Pati (10.354
ha), dan DI Klambu Wilalung di Kudus (7.872 ha).

Proyek Waduk Kedungombo Kementerian PU 

Kesiapan yang
dilakukan Kementerian PU beserta jajarannya pada Waduk Kedungombo dipastikan
akan sepenuhnya menjadi pilar penting bagi produktivitas pertanian dan
ketahanan pangan Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52