PhotoBebaz Dorong Format “Designed Experience” di Tengah Social Media Fatigue - Koran Mandalika

PhotoBebaz Dorong Format “Designed Experience” di Tengah Social Media Fatigue

Senin, 27 April 2026 - 09:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PhotoBebaz menghadirkan pendekatan designed experience sebagai respons atas fenomena social media fatigue, dengan merancang pengalaman berfoto yang lebih terkonsep dan layak dibagikan. Didukung teknologi internal melalui Bebaz Labz, perusahaan mencatat pertumbuhan revenue 57% dan memperluas kehadiran di berbagai event besar, sekaligus mengembangkan model bisnis yang menggabungkan pengalaman pengguna dan integrasi brand.

Jakarta, 27 April 2026 – Di tengah tingginya konsumsi konten digital, generasi muda Indonesia kini menghadapi paradoks baru: semakin mudah membuat konten, semakin tinggi pula ekspektasi terhadap kualitas dan pengalaman di balik konten tersebut.

Berdasarkan laporan We Are Social dan Meltwater, masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari tiga jam per hari di media sosial, mendorong aktivitas konsumsi sekaligus produksi konten secara masif. Namun, sejumlah studi juga menunjukkan munculnya fenomena social media fatigue, di mana paparan konten yang berlebihan, tekanan untuk terus membagikan aktivitas, serta konten yang repetitif mulai menurunkan ketertarikan pengguna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kondisi ini, pengguna tidak berhenti membuat konten, tetapi menjadi lebih selektif terhadap apa yang layak untuk dibagikan. Konten tidak lagi sekadar dokumentasi, melainkan bagian dari bagaimana seseorang membangun identitas digitalnya.

Melihat pergeseran tersebut, PhotoBebaz, perusahaan teknologi kreatif berbasis photobox interaktif, mengembangkan pendekatan designed experience, yaitu pengalaman berfoto yang dirancang untuk menghasilkan konten yang lebih terkonsep, estetik, dan relevan secara sosial.

Founder PhotoBebaz Reyno Anggoro menyebut perubahan ini sebagai bagian dari evolusi perilaku pengguna dalam membuat konten. “Kalau sebelumnya semua orang cukup dengan kamera di ponsel, sekarang muncul kebutuhan untuk pengalaman yang terasa lebih matang. Orang tidak hanya mencari hasil foto, tapi juga momen yang berbeda dan layak untuk dibagikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Pelayanan Internasional, Pelabuhan Sri Bintan Pura Lakukan Penyesuaian Tarif dan Modernisasi Infrastruktur

Kemudahan teknologi telah membuat produksi konten menjadi semakin instan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menciptakan homogenisasi, di mana banyak konten terasa serupa dan kehilangan diferensiasi. PhotoBebaz melihat celah ini sebagai peluang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga mendorong terciptanya momen yang lebih terkonsep dan menarik untuk dibagikan secara organik oleh pengguna.

Sebagai platform creative-tech, PhotoBebaz mengembangkan pengalaman berfoto menjadi proses penciptaan konten yang lebih matang. Setiap booth tak hanya berfungsi sebagai tempat berfoto, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang dirancang untuk menghasilkan output konten yang lebih relevan sekaligus membuka peluang bagi brand untuk hadir secara lebih kontekstual di dalam pengalaman tersebut.

Pendekatan ini didukung oleh pengembangan sistem internal melalui Bebaz Labz, unit riset dan pengembangan perangkat lunak milik perusahaan, yang memungkinkan pengalaman di dalam booth dirancang secara konsisten dan scalable di berbagai lokasi. Dengan fondasi ini, PhotoBebaz tidak hanya menghadirkan pengalaman, tetapi juga membangun basis pertumbuhan bisnis yang inovatif.

Setelah sebelumnya mengumumkan pendanaan pertamanya, PhotoBebaz menargetkan pertumbuhan hingga 28 booth di tahun 2026. Perusahaan juga mencatat pertumbuhan bisnis Kuartal I telah mengalami peningkatan revenue hingga 57 persen. Pertumbuhan didukung oleh kolaborasi dengan berbagai brand dalam pengembangan media placement digital out-of-home (DOOH), konten iklan di dalam booth, serta prgram berbasis loyalitas dan gamification yang menyasar Gen Z dan Gen Alpha sebagai target utama. Momentum ini juga mendorong ekspansi ke berbagai aktivitas berskala besar, termasuk keterlibatan dalam sejumlah pagelaran seperti Sound Groove Festival, JakCloth, serta Java Jazz Festival yang akan diselenggarakan pada Mei 2026.

Baca Juga :  Catatan Dahlan Iskan: Anak Desa Jadi ‘Raja’ Pengusaha

Di sisi bisnis, PhotoBebaz menggabungkan model pendapatan berbasis transaksi dengan peluang integrasi brand dalam pengalaman pengguna. Selain model B2C, perusahaan juga mengembangkan kanal B2B melalui Bebaz Adz sebagai solusi media placement di dalam pengalaman photobox. Tidak hanya hadir secara digital di dalam booth, brand juga dapat terintegrasi secara fisik melalui elemen visual pada unit photobox, menciptakan pengalaman yang lebih menyatu dengan interaksi pengguna.

Untuk mendukung kenyamanan transaksi, PhotoBebaz juga bekerja sama dengan berbagai platform dompet digital sebagai payment gateway, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih terintegrasi bagi pengguna.

“Pendekatan ini memungkinkan setiap booth PhotoBebaz tidak hanya menjadi titik layanan, tetapi juga memiliki nilai yang terus berkembang seiring dengan pengalaman pengguna yang terjadi di dalamnya,” tambah Reyno.

Ke depan, PhotoBebaz melihat peluang tidak hanya pada pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi pada bagaimana pengalaman yang dihadirkan dapat terus berkembang dan tetap relevan dalam menciptakan dan membagikan momen.

“Ketika semua orang bisa membuat konten, yang menjadi pembeda adalah bagaimana momen itu diciptakan. Kami tidak hanya menghadirkan pengalaman berfoto, tetapi merancang bagaimana momen bisa terasa lebih bermakna, disimpan, dan secara bersamaan layak untuk dibagikan,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Derani Yachts Expands Regional Network with New Indonesia Presence at Bali Gapura Marina
BSD City Siap Menjadi Kota Pendidikan Kelas Dunia dalam Global Sustainable Development Congress 2026
Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue
Krakatau Steel dan Universitas Pertahanan Perkuat Sinergi Industri Strategis untuk Kemandirian Pertahanan Nasional
XAU/USD Lanjutkan Tren Bearish, Target Penurunan Mengarah ke 4.379
Double Degree: Cara Raih Gelar Global dari Jakarta
Customer Service Lebih Efisien dengan AI Agent dari Barantum
Di Tengah Dinamika Pasar, Perlindungan Finansial Jadi Semakin Relevan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00

Derani Yachts Expands Regional Network with New Indonesia Presence at Bali Gapura Marina

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00

BSD City Siap Menjadi Kota Pendidikan Kelas Dunia dalam Global Sustainable Development Congress 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00

Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00

Krakatau Steel dan Universitas Pertahanan Perkuat Sinergi Industri Strategis untuk Kemandirian Pertahanan Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00

Double Degree: Cara Raih Gelar Global dari Jakarta

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00

Customer Service Lebih Efisien dengan AI Agent dari Barantum

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:00

Di Tengah Dinamika Pasar, Perlindungan Finansial Jadi Semakin Relevan

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00

KAI Daop 2 Bandung Ganti 2.800 Meter Rel Untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Perjalanan KA

Berita Terbaru

Teknologi

Elevated EV Experience at EVOLUXE 2026 PIK Avenue

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00