PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi - Koran Mandalika

PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi

Jakarta-PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) mengedepankan keandalan operasional dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan dalam setiap pembangunan pembangkit. Salah satunya diwujudkan melalui penerapan sistem Water Treatment Plant (WTP) dan Waste Water Treatment Plant (WWTP) pada PLTU Sorong 4×7 MW dan PLTU Sofifi 2×3 MW.

WTP merupakan sistem pengolahan air baku menjadi air bersih atau air demineralisasi yang dibutuhkan untuk menunjang proses operasional pembangkit. Sementara itu, WWTP berfungsi mengolah air limbah dari aktivitas operasional agar aman sebelum dibuang ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali sesuai dengan kualitas hasil pengolahan dan ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama PLN NPC, Hendra Fitria, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keandalan energi dan tanggung jawab lingkungan. Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya berorientasi pada tersedianya listrik, tetapi juga pada bagaimana pembangkit dioperasikan secara bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui penerapan sistem pengolahan air dan limbah yang sesuai, PLN NPC terus mendukung pengembangan infrastruktur energi yang andal, memperhatikan aspek lingkungan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Hendra. Hendra menjelaskan pengolahan air limbah yang tepat, dapat membantu mengurangi kandungan polutan dan mengendalikan kualitas air sebelum dilepas ke lingkungan.

Baca Juga :  Keberhasilan Regasifikasi Tarakan Perkuat Keandalan Listrik di Kalimantan Utara

Pengawasan terhadap hasil pengolahan juga penting untuk memastikan air limbah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. “Fungsi WTP dan WWTP tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sisa operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan pencemaran dan perlindungan lingkungan di sekitar pembangkit,” ulasnya.

Dalam operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), kualitas air memiliki peran penting untuk menjaga kinerja peralatan. Air yang digunakan dalam sistem boiler dan utilitas harus memenuhi persyaratan kualitas tertentu untuk membantu mencegah pembentukan kerak, mengurangi risiko korosi, serta melindungi peralatan utama, seperti boiler, turbin, dan jaringan perpipaan.

Karena itu, keberadaan WTP menjadi salah satu elemen pendukung efisiensi dan keandalan pembangkit. Secara umum, proses pengolahan air pada WTP dapat meliputi beberapa tahapan, mulai dari penampungan air baku di treated water pond, pengendapan partikel melalui clarifier, hingga penyaringan menggunakan multimedia filter.

Selanjutnya, air dapat dimurnikan dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk air laut atau Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) untuk air payau dan air dengan kadar garam sedang. Air hasil pengolahan kemudian ditampung dalam storage tank sebelum digunakan untuk kebutuhan boiler dan utilitas sesuai spesifikasi sistem pembangkit.

Baca Juga :  Bappebti Optimis Derivatif Kripto Tumbuh Pesat, Tokocrypto Siap Uji Coba

Pemilihan teknologi dan tahapan pengolahan disesuaikan dengan karakteristik air baku serta kebutuhan operasional pembangkit. Di sisi lain, WWTP berperan dalam mengelola air limbah yang dihasilkan dari aktivitas operasional pembangkit.

Prosesnya dapat diawali dengan pengumpulan air limbah, dilanjutkan dengan equalization tank untuk menstabilkan karakteristik aliran, serta tahap netralisasi untuk mengendalikan tingkat keasaman atau pH. Setelah itu, limbah menjalani tahapan pengolahan lanjutan, termasuk proses pemisahan polutan, sebelum hasilnya dievaluasi untuk menentukan kelayakan pembuangan atau pemanfaatan kembali.

Penerapan WTP dan WWTP di PLTU Sorong 4×7 MW dan PLTU Sofifi 2×3 MW menunjukkan pentingnya integrasi antara kebutuhan teknis pembangkit dan pengelolaan lingkungan. Kedua sistem tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tetapi saling melengkapi. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026
Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.
DJI Matrice 5T Resmi Hadir di Indonesia untuk Survei, Inspeksi, dan Keamanan
Waskita Beton Precast Perkuat Jaminan Mutu Produk Spun Pile yang Disuplai untuk Pelabuhan IHIP melalui Uji Laboratorium
Waskita Beton Precast Suplai PC-I Girder Berkualitas untuk Pembangunan Infrastruktur di Bali
Reformasi Pasar Modal Perkuat Peran Investor Relations, BRIDS dan Pertamina Group Tingkatkan Kompetensi Praktisinya
Tiga Naskah Kuno India Tercatat dalam Register Regional Asia-Pasifik Memory of the World UNESCO di Jakarta
Koleksi Tas Branded Tak Selalu Harus Dijual saat Membutuhkan Dana

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

DJI Matrice 5T Resmi Hadir di Indonesia untuk Survei, Inspeksi, dan Keamanan

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Waskita Beton Precast Suplai PC-I Girder Berkualitas untuk Pembangunan Infrastruktur di Bali

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Reformasi Pasar Modal Perkuat Peran Investor Relations, BRIDS dan Pertamina Group Tingkatkan Kompetensi Praktisinya

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Tiga Naskah Kuno India Tercatat dalam Register Regional Asia-Pasifik Memory of the World UNESCO di Jakarta

Jumat, 6 November 2026 - 16:02

Koleksi Tas Branded Tak Selalu Harus Dijual saat Membutuhkan Dana

Berita Terbaru