Produk Tembakau Alternatif Punya Potensi Dukung Pertumbuhan Pariwisata Bali - Koran Mandalika

Produk Tembakau Alternatif Punya Potensi Dukung Pertumbuhan Pariwisata Bali

Senin, 28 Oktober 2024 - 16:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, produk tembakau dipanaskan, dan kantong nikotin, dinilai memiliki potensi dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di Bali, yang merupakan sektor utama pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata. Sebab, melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali mengatur sektor pariwisata mengutamakan kelestarian lingkungan untuk menjaga kenyamanan wisatawan.

Denpasar – Keberadaan produk tembakau alternatif, seperti rokok
elektronik, produk tembakau dipanaskan, dan kantong nikotin, dinilai memiliki
potensi dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di Bali, yang merupakan sektor
utama pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata. Sebab, melalui Peraturan Gubernur
(Pergub) Provinsi Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata,
Pemerintah Provinsi Bali mengatur sektor pariwisata mengutamakan kelestarian
lingkungan untuk menjaga kenyamanan wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan SDM Dinas Pariwisata
Provinsi Bali Anak Agung Istri Vera Lakshmi Dewi mengatakan, pihaknya sangat fokus
terhadap pariwisata berkelanjutan. Dengan potensi risiko kesehatan yang lebih
rendah, produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi untuk mengurangi
pencemaran udara yang salah satunya bersumber dari asap rokok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Produk alternatif ini lumayan membantu untuk pariwisata karena
memiliki potensi risiko yang lebih rendah. Pada Pergub 28/2020, sangat
mengutamakan pariwisata yang ramah lingkungan, nyaman, dan mengutamakan
kesehatan. Kami melihat produk alternatif ini akan mengurangi bahaya dari asap
rokok untuk lingkungan,” kata Vera dalam diskusi “Penerapan Pengurangan Bahaya
Tembakau sebagai Strategi Komplementer Mengatasi Permasalahan Merokok dan
Mendukung Pariwisata Bali” di Denpasar, Rabu (9/10/2024).

Baca Juga :  Sambut HUT Ke-80 RI, Tampilan Nuansa Merah Putih Penuhi Stasiun dan Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta

Vera meneruskan, Bali sangat mengedepankan pariwisata budaya yang dipengaruhi
beberapa aspek, termasuk lingkungan. Hampir semua destinasi wisata di Bali
sangat berkaitan erat dengan lingkungan. Oleh sebab itu, lingkungan yang aman,
nyaman, dan sehat menjadi sangat penting untuk menarik wisatawan.

“Dengan adanya produk alternatif ini, tentunya akan membuat
wisatawan, terutama wisatawan asing, yang peduli terhadap asap rokok, menjadi
lebih aman dan nyaman. Di sini mereka mereka mendapatkan ruangan yang bebas
asap rokok, sedangkan untuk pengguna vape diusahakan untuk disiapkan
tempatnya,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Ekonomi
Bali tumbuh 5,98% pada kuartal I 2024 dengan kontributor utama merupakan sektor
akomodasi, dan pariwisata yang menyumbang 20,64% dari total Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB). Direktur Eksekutif BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI) Bali Ida Bagus Purwa Sidemen menyatakan, dalam rangka
mendukung industri pariwisata yang berkelanjutan, pihaknya telah menyediakan
fasilitas yang memperhatikan lingkungan sekaligus bisa memberikan kenyamanan
bagi tamu, seperti ruangan khusus bagi perokok.

“Tidak ada hotel yang melarang orang merokok. Mereka telah
disediakan tempat untuk merokok. Adanya ruangan khusus merokok tersebut untuk
menjaga kenyamanan dan memberikan kepuasan pelayanan bagi tamu,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Vaporiser Bali (AVB) I
Gede Agus Mahartika menambahkan, pihaknya berharap pelaku industri pariwisata
bisa memisahkan antara ruangan untuk perokok dengan pengguna rokok elektronik. Alasannya,
profil risiko antara rokok dan rokok elektronik sangat berbeda.

Baca Juga :  55 Tahun Krakatau Steel, Kuatkan Sinergi untuk Membangun Negeri

“Kalau di area hotel, ada smoking dan non-smoking. Semoga ke
depan ada tambahan untuk pengguna rokok elektronik agar tidak ada diskriminasi
lagi. Kita butuh nikotin, tapi bukan lainnya. Yang kita cari solusi terbaik,
bagaimana nikotin dihantarkan ke tubuh tanpa merugikan orang lain,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (UNPAD)
Amaliya menjelaskan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik dan
produk tembakau yang dipanaskan menerapkan konsep pengurangan risiko (harm
reduction approach)
. Produk ini mengimplementasikan sistem pemanasan pada
suhu terkontrol sehingga hasil dari pengunaannya berupa uap atau aerosol, bukan
asap seperti pada rokok.

“Karena tidak ada particulate matter seperti pada asap rokok,
jadi tidak ada TAR dan sisa pembakaran. Dalam 30-40 detik, aerosol langsung
hilang, sementara particulate matter dari asap rokok bisa bertahan lima
hingga tujuh jam,” ujarnya.

Berkat sistem pemanasan, produk tembakau alternatif mampu menurunkan
risiko sebesar hingga 90% dibandingkan dengan rokok. Hal ini sudah dibuktikan
melalui penelitian bersama antara UNPAD dan Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN).

“Hasil kajian ini bisa dijadikan acuan untuk menjadi kebijakan
berbasis bukti, bukan opini dan pendapat semata. Kalau tidak adaptif dengan
teknologi baru, prevalensi merokok tambah tinggi di Indonesia,” tutup Amaliya.

Berita Terkait

Bittime: Perdamaian AS-Iran Berpotensi Dorong Sentimen Positif Pasar Kripto
Jaga Mutu Tata Kelola Manajemen, KAI Logistik Jalani Proses Resertifikasi ISO
Efisiensi Operasional BRI Finance Menguat di Tengah Tingginya Cost of Fund
Mall @ Alam Sutera Hadirkan “Summer Splash”, Temani Liburan Sekolah hingga Momen Back to School dengan Beragam Aktivitas Seru
KAI Perkuat Kompetensi Frontliner LRT Jabodebek demi Tingkatkan Kualitas Layanan
Jelang Periode Libur Sekolah, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol untuk Tingkatkan Kelancaran, Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan
Percepat Transformasi Digital Koperasi, KoperasiGO Jalin Kerja Sama Strategis dengan Koperasi Karyawan GBK
Perkuat Keandalan Distribusi Aviation Fuel Nasional, Elnusa Petrofin Bersama Pertamina Patra Niaga Gelar Go Live Project Aviation Bali – Nusa Tenggara

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:41

Oknum Kadus di Desa Kuranji Lobar Diduga Gelapkan Uang Tebusan Gadai Sawah

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:21

PDAM Loteng Salurkan Bantuan untuk Santri Korban Kebakaran

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:04

Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Pajangan Hias Kantor Desa

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:04

Aksi Blokade Jalan Hambat Investasi, Pengusaha Konstruksi Minta Pemda dan Polisi Bertindak

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:19

DPRD Lombok Tengah: Jangan Tambah Beban Rakyat, Tarif PDAM Sebisa Mungkin Tak Naik

Senin, 8 Juni 2026 - 14:54

Akhyar Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Pelambik, Soroti Pelatihan Kerja hingga Dana Hibah OKP

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45

Lombok Tengah Mantap Sambut Kafilah MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:21

Polres Loteng Gelar Pembinaan dan Sosialisasi PPNS untuk Peningkatan Profesionalisme dan Sinergitas

Berita Terbaru