PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional - Koran Mandalika

PT KSI Siapkan Kawasan Industri Terintegrasi Baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Bidik Investasi Global dan Dorong Hilirisasi Nasional

Senin, 4 Mei 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, 4 Mei 2026 – PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI), sebagai bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group, mengembangkan kawasan industri terintegrasi baru di Anyer, Kabupaten Serang yang akan difokuskan pada sektor petrokimia serta industri pendukung strategis lainnya. Kawasan ini juga diproyeksikan untuk berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna meningkatkan daya tarik investasi dan memperkuat daya saing industri nasional.

Pengembangan
kawasan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung agenda
hilirisasi industri yang tengah didorong pemerintah, termasuk oleh Kementerian
Perindustrian Republik Indonesia, sekaligus memperkuat struktur industri
nasional berbasis nilai tambah.

Direktur
Utama PT KSI, Dazul Herman, menyampaikan bahwa kawasan ini dirancang sebagai
kawasan industri terintegrasi yang mencakup sektor hilirisasi baja, petrokimia,
energi, material, serta logistik berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kawasan
ini kami rancang sebagai ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari
penyediaan bahan baku, proses hilirisasi, hingga konektivitas logistik yang
didukung oleh pelabuhan, jaringan kereta api, dan akses jalan tol. Dengan integrasi ini, kami optimistis dapat menciptakan
efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.”, ujar Dazul.

Lebih lanjut, kawasan ini menargetkan masuknya investor
dari berbagai sektor strategis tersebut. Sejumlah investor global dari China,
Amerika Serikat, dan Brunei Darussalam telah menyatakan minat dan saat ini
berada dalam tahap penjajakan awal.

Baca Juga :  Dari Ide ke Aksi: Bootcamp Sociopreneurship untuk Generasi Pembawa Perubahan

Kawasan industri ini saat ini memiliki luas awal sekitar
400 hektare dan akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai lebih dari
2.000 hektare. Lokasinya yang strategis di wilayah Anyer diharapkan mampu
memperkuat konektivitas logistik nasional sekaligus menjadi pusat pertumbuhan
industri baru di wilayah barat Indonesia.

Sejalan dengan rencana pengembangannya, kawasan ini juga
diproyeksikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan mengacu pada
kerangka kebijakan yang dikoordinasikan oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi
Khusus. Status KEK diharapkan dapat memberikan berbagai kemudahan investasi,
baik dari sisi fiskal maupun non-fiskal, sehingga mampu menarik lebih banyak
investor global.

Dari sisi dampak ekonomi, pengembangan kawasan ini
diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional
dan daerah, dengan potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga sekitar Rp58,9 triliun, serta peningkatan
kontribusi fiskal sebesar Rp6,6 triliun. Selain itu, kawasan ini juga
berpotensi menyerap hingga 180.000 tenaga kerja, sehingga memberikan dampak
positif bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Serang dan sekitarnya.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar
Djohan, menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari
transformasi Krakatau Steel Group dalam memperluas peran strategisnya di sektor
industri nasional.

Baca Juga :  Rasikh Khalil Pasya dan Dhiya Urrahman: Dari Bootcamp hingga Magang, Menjelajah Dunia IT dengan Semangat dan Ketekunan

“Pengembangan kawasan ini menjadi bagian
dari langkah strategis Krakatau Steel Group dalam memperkuat ekosistem industri
nasional. Kami melihat kebutuhan akan kawasan yang mampu menarik investasi
global sekaligus mendorong hilirisasi industri secara berkelanjutan.”, lanjut
Dr Akbar Djohan yang juga
menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association
(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Selain itu program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden
Prabowo Subianto untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Ia
menambahkan bahwa kawasan ini juga sejalan dengan upaya penguatan daya saing
daerah, termasuk mendukung inisiatif “Banten Gold” yang diusung Pemerintah
Provinsi Banten dalam mendorong pertumbuhan investasi dan industrialisasi di
wilayah tersebut.

Selain
itu, pembangunan kawasan akan mengedepankan konsep smart and green industrial
park sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan dukungan
terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs),
melalui efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, serta penerapan teknologi
industri yang ramah lingkungan.

Ke
depan, PT KSI akan terus mendorong percepatan pengembangan kawasan ini melalui
kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun mitra
strategis, guna memastikan kawasan ini dapat segera beroperasi dan memberikan
kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?
Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya
KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan
Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta
Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?
Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta
Laba BRI Finance Melesat 89% hingga Juli 2026
Laba BRI Finance Melonjak 91,2% hingga Semester I2026, Ditopang Segmen Ini

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:24

Dua Bulan Puasa Es dan Gorengan, Khairunnisa Sukses Juara MTQ Nasional 2026

Senin, 21 September 2026 - 18:54

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Senin, 21 September 2026 - 17:47

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 13:16

Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya

Kamis, 17 September 2026 - 18:59

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 17:07

Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Berita Terbaru

Teknologi

Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:02

Teknologi

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:02