Koran Mandalika, Lombok Tengah – Seorang pria berinisial MEH, asal Desa Jago, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar simpang empat Puyung.
Berdasarkan keterangan kakak korban yakni Debi, kejadian tersebut pada Sabtu malam sekitar pukul 22.30 Wita. Saat itu adiknya yang baru pulang bekerja dari Mataram, tiba-tiba di berhentikan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.
“Adik ini masuk ke alfamart. Habis itu enggak tau kan, enggak di kenal lah kan terus di keroyok di sana,” kata Debi kepada Koran Mandalika, Selasa (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Debi menjelaskan, dari pengakuan korban, tidak pernah memiliki masalah dengan seseorang akhir-akhir ini. Debi juga mengaku heran, para pelaku melakukan tindakan tersebut tanpa dasar yang jelas.
“Untuk saat ini endak ada sih kata dia cekcok atau apa sama orang,” jelas Debi.
Selanjutnya, Ibu korban yakni Hj. Harini, mengatakan anaknya mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Korban mendapatkan luka pada bagian mata dan mulut serta mengeluhkan nyeri pada bagian tulang ekornya.
Selain itu, kata Harini, anaknya juga selalu mengeluarkan darah saat batuk.
“Kemarin aja dia ndak kasi tau saya kalau selalu keluar darah pas batuk, coba saya endak ikuti, saya endak tau itu,” kata Harini.
Harini meminta kepada pihak kepolisian agar memberikan hukuman kepada para pelaku sesuai dengan apa yang dialami anaknya.
“Saya endak mau damai. Saya mau mereka dihukum sesuai apa yang anak saya alami,” geramnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi menyampaikan bahwa kasus tersebut tengah dalam proses penyelidikan.
“Laporannya sudah kita terima pada tanggal 1 November. Dan berdasarkan laporan itu sekarang kita melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” ucap Brata.
Ia menuturkan belum diketahui pasti jumlah pelaku pengeroyokan tersebut. Namun, pihaknya telah mendapatkan rekaman CCTV yang dapat dijadikan alat bukti.
“Alat bukti CCTV memang ada yang kita dapatkan dari beberapa sumber. Berdasarkan itu nanti kita akan melakukan penyelidikan dengan bisa kita mengenali pelaku,” pungkasnya. (dik)






