Rally Emas Berlanjut, Pasar Yakin The Fed Akan Turunkan Suku Bunga September - Koran Mandalika

Rally Emas Berlanjut, Pasar Yakin The Fed Akan Turunkan Suku Bunga September

Selasa, 9 September 2025 - 10:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali menguat hingga menyentuh level sekitar $3.650 per troy ounce pada perdagangan Selasa (9/9). Sehari sebelumnya, logam mulia ini sempat menorehkan rekor baru di $3.646 per troy ounce pada Senin (8/9). Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai bahwa pencapaian ini menggambarkan optimisme pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan bulan September. Sentimen tersebut semakin memperkuat posisi emas sebagai instrumen lindung nilai, apalagi di tengah melemahnya Dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah.

Secara teknis, Andy menekankan bahwa formasi candlestick bersama dengan indikator Moving Average saat ini menunjukkan tren bullish emas yang masih cukup dominan. Ia menambahkan, momentum penguatan emas saat ini cukup solid. Apabila tekanan beli berlanjut, XAU/USD berpotensi menembus area psikologis $3.700. Namun, bila gagal menembus level tersebut, harga berisiko terkoreksi ke kisaran $3.613.

Harapan pelaku pasar terhadap langkah The Fed menjadi faktor utama yang menggerakkan harga emas. Konsensus pasar saat ini memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. Meski begitu, sebagian besar spekulasi juga membuka peluang penurunan lebih agresif sebesar 50 basis poin, tergantung data inflasi serta kondisi ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, melemahnya pasar tenaga kerja AS semakin memperkuat argumen untuk pelonggaran kebijakan moneter. Data terbaru memperlihatkan penciptaan lapangan kerja pada Agustus hanya sebesar 22 ribu, jauh di bawah perkiraan. Sementara itu, tingkat pengangguran naik dari 4,2% menjadi 4,3%. Kondisi ini menekan nilai Dolar AS sekaligus mendongkrak minat investor terhadap emas.

Di sisi lain, terdapat sinyal perbaikan dari sektor jasa. Data PMI Jasa ISM menunjukkan pertumbuhan tercepat dalam enam bulan terakhir, memberi sedikit harapan terhadap perekonomian. Meski demikian, perhatian utama pasar tetap tertuju pada rilis data inflasi AS. Indeks Harga Produsen (PPI) dijadwalkan keluar Rabu, disusul oleh Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Kamis. Jika inflasi menunjukkan tren melemah, peluang pemangkasan suku bunga akan semakin besar sehingga mendukung penguatan emas. Sebaliknya, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan bisa menjadi kejutan dan memperkuat kembali Dolar AS.

Baca Juga :  Pasar Global Rebound, Emas Berpeluang Tembus Level Psikologis $3.400

Pelemahan Dolar tercermin dari Indeks Dolar (DXY) yang turun 0,21% ke level 97,50. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga merosot lebih dari tiga basis poin ke 4,049%, sedangkan imbal hasil riil turun ke 1,679%. Kondisi ini menambah tekanan pada Dolar AS dan membuka ruang bagi emas untuk melanjutkan reli.

Faktor permintaan fisik turut mendukung kenaikan harga emas. Bank Sentral Tiongkok (PBOC) tercatat kembali menambah cadangan emasnya selama 10 bulan berturut-turut hingga Agustus. Sepanjang tahun ini, emas telah menguat sekitar 38%, mempertegas perannya sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya dalam jangka pendek. Andy menegaskan, selama tren bullish ini belum patah, emas akan tetap menjadi pilihan menarik, terlebih menjelang rilis data inflasi AS yang berpotensi menjadi katalis utama arah pergerakan berikutnya.

Berita Terkait

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN
OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang
Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App
Telkom AI Center Malang dan Nortis AI Bahas Tantangan Desain di Era Generative AI
Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi Bali melalui Penataan Terminal LNG Benoa
Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik 2026, Mengapa HSB Investasi #JadiPilihan?
10 Motor Matic Paling Irit 2026, Cocok untuk Mobilitas Sehari-hari
Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:06

SUCOFINDO GANDENG RUANGGURU CETAK TALENTA MUDA SEBAGAI KATALISATOR INOVASI BERKELANJUTAN

Senin, 21 September 2026 - 12:06

OSL Indonesia Perkuat Fokus pada Kebutuhan Investor, di Tengah Volatilitas Global dan Industri Kripto yang Kian Matang

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang Perluas Akses Pembelajaran AI untuk Pengembangan Web App

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Telkom AI Center Malang dan Nortis AI Bahas Tantangan Desain di Era Generative AI

Senin, 21 September 2026 - 11:01

Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi Bali melalui Penataan Terminal LNG Benoa

Senin, 21 September 2026 - 10:02

10 Motor Matic Paling Irit 2026, Cocok untuk Mobilitas Sehari-hari

Minggu, 20 September 2026 - 19:02

Perkuat Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi

Minggu, 20 September 2026 - 18:02

Mengelola Uang Makan Harian agar Keuangan Tetap Teratur

Berita Terbaru