Ramah Lingkungan, Gedung-gedung di IKN Gunakan Beton Bersertifikasi Green Label dari Batching Plant WSBP Sepaku - Koran Mandalika

Ramah Lingkungan, Gedung-gedung di IKN Gunakan Beton Bersertifikasi Green Label dari Batching Plant WSBP Sepaku

Kamis, 16 April 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, April 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) kembali tunjukan komitmennya dalam penerapan konstruksi berkelanjutan melalui perolehan sertifikasi Green Label Indonesia (GLI) dari Green Product Council Indonesia pada Batching Plant WSBP Sepaku yang beroperasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Batching Plant WSBP Sepaku meraih Sertifikasi Green Label Level Gold dengan skor 92, menjadikannya sebagai batching plant kedua WSBP yang memperoleh pengakuan tersebut setelah sebelumnya diraih oleh Batching Plant WSBP Pegangsaan.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa transformasi menuju konstruksi yang lebih ramah lingkungan bukan hanya sebuah inisiatif, tetapi telah menjadi bagian dari standar operasional kami,” ujar Fandy Dewanto, Vice President of Corporate Secretary WSBP.

Sertifikasi Green Label dilakukan melalui penilaian berbagai aspek keberlanjutan, meliputi efisiensi energi, pengurangan emisi dan polusi, manajemen limbah, efisiensi air, penggunaan material ramah lingkungan, serta inovasi proses produksi. Penerapan aspek tersebut di Batching Plant WSBP Sepaku antara lain melalui efisiensi energi dengan mengurangi penggunaan genset dan idle time, penggunaan dust collector serta pengendalian debu, pemanfaatan kembali air produksi, pengelolaan limbah B3 sesuai standar, serta monitoring konsumsi air. Penggunaan material fly ash serta inovasi seperti admixture polimer larut air turut membantu mengurangi penggunaan semen dan emisi CO₂, didukung command batch system berakurasi tinggi untuk memastikan efisiensi dan konsistensi dalam proses produksi.

Capaian ini melanjutkan keberhasilan WSBP sebagai pelopor dalam sertifikasi Green Label untuk kategori Beton Readymix di Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa standar hijau yang diterapkan Perusahaan merupakan standar terintegrasi yang dapat diimplementasikan di berbagai fasilitas produksi.

Adapun proyek yang disuplai dari Batching Plant WSBP Sepaku antara lain Gereja Basilika, KLHK Tahap 3, IPAL 1, 2, dan 3, Rusun MBR, serta kawasan perkantoran seperti DPD, MA, MPR, DPR I, dan DPR II, yang seluruhnya dibangun menggunakan Beton Readymix WSBP yang telah tersertifikasi Green Label Indonesia, sehingga menjadikannya bangunan ramah lingkungan sekaligus mendukung terciptanya infrastruktur yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Resmi Diluncurkan, Legal Hero AI Permudah Cara Kerja Praktisi Hukum 10x Lebih Efisien

Capaian ini tercermin dari tingkat emisi karbon yang dihasilkan Batching Plant WSBP Sepaku. Emisi CO₂ tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata industri dengan penurunan sampai dengan 58%. Dengan kapasitas produksi mencapai 57.702 m³ per tahun, penggunaan Beton Readymix WSBP berlabel green product berkontribusi dalam mengurangi emisi hingga 3.116 ton CO₂ per tahun.

“Dengan penerapan standar Beton Readymix bersertifikasi Green Label ini, kami ingin memastikan bahwa setiap produk yang kami hasilkan tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan dampak lingkungan dan pencapaian target keberlanjutan proyek,” tambah Fandy.

Dengan perolehan sertifikasi ini, WSBP akan terus mendorong peningkatan standar produksi serta memperluas implementasi inovasi ramah lingkungan di berbagai fasilitasnya dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik. Langkah ini sejalan dengan upaya Perusahaan dalam menghadirkan solusi beton yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN
Jakarta Marketing Week 2026 : Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy
Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan
Layanan Penitipan Barang di Stasiun Halim Semakin Dimanfaatkan, Dukung Perjalanan Pengguna Lebih Praktis dan Nyaman
Konsisten Jalankan Praktik Keberlanjutan, WSBP Raih Penghargaan Pada Ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026
Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas
Kanteen Resmi Bertransformasi Menjadi Kanteen & Co., Hadirkan Konsep Social Dining Berbasis Komunitas
KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:00

Ekspansi ke Filipina, Voresi Jadikan Pendidikan Nonformal Kunci Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:00

Jakarta Marketing Week 2026 : Jasa Marga Raih 5 Penghargaan dan Tantang Gen Z Berinovasi Lewat Travoy

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:00

Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:00

Layanan Penitipan Barang di Stasiun Halim Semakin Dimanfaatkan, Dukung Perjalanan Pengguna Lebih Praktis dan Nyaman

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00

Liberta Hotel International Hadir di Belajaraya 2026, Dorong Ruang Interaksi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00

Kanteen Resmi Bertransformasi Menjadi Kanteen & Co., Hadirkan Konsep Social Dining Berbasis Komunitas

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00

KAI Bandara Layani 78.226 Penumpang Selama Libur May Day 2025, Ajak Masyarakat Tertib Saat Melintas Perlintasan

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:00

Melalui PalmCo, Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Digital bagi Sekolah di Pelosok

Berita Terbaru