Saat Konsumen Bertanya ke AI, Apakah Brand Anda Disebut? - Koran Mandalika

Saat Konsumen Bertanya ke AI, Apakah Brand Anda Disebut?

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika konsumen mulai bertanya langsung ke Artificial Intelligence (AI) untuk mencari rekomendasi produk, jasa, hingga perusahaan terbaik, tantangan baru mulai muncul bagi banyak brand: Apakah bisnis mereka ikut disebut dalam jawaban AI?

Perubahan perilaku digital tersebut mulai menggeser cara konsumen menemukan informasi. Jika sebelumnya perusahaan berlomba-lomba muncul di halaman pertama mesin pencari, brand kini mulai menghadapi persaingan baru di ekosistem AI-generated answers, seperti ChatGPT, Google AI Overviews, dan Perplexity.

Dalam banyak kasus, pengguna tidak lagi membuka banyak situs web untuk membandingkan pilihan secara manual. AI kini semakin sering menjadi lapisan pertama yang merangkum rekomendasi, menyusun jawaban, hingga menentukan brand mana yang dianggap paling relevan untuk ditampilkan kepada pengguna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan ini mulai menjadi perhatian industri teknologi global. Riset Gartner memprediksi volume pencarian tradisional akan turun hingga 25% pada 2026 akibat meningkatnya penggunaan chatbot AI dan agen virtual.

Di saat yang sama, Google terus memperluas fitur AI Overviews yang menampilkan jawaban sintesis langsung di halaman pencarian tanpa mengharuskan pengguna membuka banyak website.

Fenomena tersebut dinilai mulai menciptakan tantangan baru bagi brand, terutama dalam memahami bagaimana mereka direpresentasikan di platform AI generatif.

“Dulu, brand fokus gimana caranya muncul di halaman pertama mesin pencari. Sekarang, tantangannya berubah jadi apakah AI cukup mengenali dan mempercayai brand Anda untuk ikut merekomendasikannya kepada pengguna,” ujar Alexandro, Co-Founder & Managing Partner dari Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI.

Baca Juga :  Inovasi Baru: CCTV Solar Panel Tanpa Kabel yang Hemat Energi

Menurut Alexandro, visibilitas di era AI tidak lagi hanya ditentukan oleh website perusahaan, melainkan juga berbagai sinyal digital lainnya, seperti pemberitaan media, konsistensi narasi brand, pembahasan publik, hingga otoritas informasi yang tersebar di berbagai kanal digital.

“AI nggak bekerja seperti mesin pencari tradisional yang hanya menampilkan daftar link. Sistem AI membangun jawaban berdasarkan pemahaman terhadap berbagai sumber dan konteks digital yang tersedia. Jika AI nggak mengenali brand Anda, ada kemungkinan brand Anda nggak masuk pertimbangan pengguna sejak awal,” lanjutnya.

Ia menambahkan, perubahan tersebut mulai menghadirkan tantangan baru khususnya bagi tim marketing dan public relations (PR). Sebab, perusahaan kini tidak hanya bersaing untuk mendapatkan posisi teratas di hasil pencarian, tetapi juga bersaing agar brand mereka dianggap relevan dan layak direkomendasikan oleh AI.

Melihat perubahan perilaku digital tersebut, Avonetiq menggagas pendekatan baru, yakni AVO. Pendekatan ini berfokus untuk membantu brand membangun jejak digital yang terstruktur dan konsisten sehingga visibilitas mereka di mata AI semakin meningkat.

Namun, seiring pengembangannya, Avonetiq menyadari bahwa visibilitas AI tidak akan bertahan tanpa fondasi otoritas digital yang kuat.

Karena itu, AVO yang sebelumnya dikenal sebagai AI Visibility Optimization kini bertransformasi menjadi “Authority & Visibility Optimization”, kian menegaskan fokusnya bahwa AVO tidak hanya membantu brand lebih mudah ditemukan AI, tetapi juga membangun kredibilitas mereka agar lebih dipercaya dan dipilih di industrinya.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Pinjaman Online Terpercaya

Dari kebutuhan akan visibilitas dan otoritas digital itulah Avonetiq menghadirkan AVO AI, sebuah platform SaaS yang bertindak sebagai konsultan AI bagi brand.

AVO AI dirancang untuk membantu perusahaan memahami bagaimana brand mereka muncul dalam jawaban AI, bagaimana reputasi mereka dibingkai oleh sistem AI generatif, hingga bagaimana posisi mereka dibandingkan kompetitor dalam ekosistem pencarian berbasis kecerdasan buatan.

Menggunakan tiga instrumen utama, yaitu Authority Score, Visibility Score, dan Content Engine, tool ini dapat membantu brand memantau serta meningkatkan visibilitas mereka di platform AI generatif.

Nantinya, AVO AI akan tampil di gelaran Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) pada 4–5 Juni 2026, setelah sebelumnya diperkenalkan secara terbatas melalui undangan eksklusif. Konsultan berbasis kecerdasan buatan ini akan menyapa insan SEO dan marketing yang hadir serta siap menjadi solusi visibilitas brand di era pencarian AI.

Lebih lanjut, di hari kedua acara tersebut, Alexandro juga akan membawakan sesi bertajuk “Winning the Digital War: How to Make AI Pick Your Brand” yang membahas perubahan perilaku pencarian digital dan strategi agar brand lebih mudah dikenali oleh sistem AI generatif.

“Ke depan, visibility bukan lagi hanya soal ranking pencarian, tetapi soal apakah sebuah brand cukup relevan untuk direkomendasikan oleh AI. Ketika konsumen mulai bertanya kepada AI, apakah brand Anda ikut disebut?” tutup Alexandro.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026
MetScan V1: Pemindai Metana Berbasis Drone dengan TDLAS untuk Industri Migas
BINUS University @Semarang Gelar DIGINEXIA 2026 x Discovery Day, Kenalkan Dunia Perkuliahan Digital Sejak Dini
TAMBAK MERDEKA DARI KAPORIT DAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA: FisTx Disinfection System Hadirkan Standar Baru Budidaya Berkelanjutan
10 Alasan Penjualan via WhatsApp Lebih Untung Dibanding Marketplace
Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:18

Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57

The Mandalika Tak Cuma Bikin Pembalap Juara, Kini Giliran Atlet NTB Bersinar

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:56

Mori Hanafi Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Pembalap NTB di Mandalika Racing Series

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:51

MRS 2026: Gian Muhammad Gibran Rebut Podium Pertama, Pembalap Lokal Unjuk Taji

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:12

20.000 Mangrove untuk Satu Misi: Menjaga Masa Depan The Mandalika

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:09

107 Starter Akan Beradu Kecepatan pada Kejurnas MRS Putaran ke-3

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05

KKN Angkatan 40 UMMAT Edukasi Warga Desa Lepak Timur Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:09

Lindungi Anak Sejak Kini, Bupati Pathul: Masa Depan Lombok Tengah Ada di Tangan Mereka

Berita Terbaru