Sanct, Sosial Media yang Pertemanannya Dimulai dari Bertemu Langsung, Rilis Film Pendek tentang Perantau yang Belum Bisa Pulang - Koran Mandalika

Sanct, Sosial Media yang Pertemanannya Dimulai dari Bertemu Langsung, Rilis Film Pendek tentang Perantau yang Belum Bisa Pulang

Selasa, 15 September 2026 - 00:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, merilis episode ketiga dari seri film pendeknya di YouTube. Film ini bercerita tentang Keisha, perantau yang bekerja di Singapura, yang harus mengabari keluarganya di Jakarta bahwa ia belum bisa pulang, dan tentang cara keluarga itu tetap menghabiskan malam bersama. Film ini membuka pekan peluncuran Sanct: pada 15–16 September Sanct membuka booth di Tech in Asia Conference 2026 di Singapura, dan pada 15 September meluncur di Product Hunt.

Jakarta, 14 September 2026 — Di banyak keluarga Indonesia, ada satu kursi di meja makan yang lebih sering kosong: kursi milik anggota keluarga yang merantau. Film pendek terbaru Sanct, yang kini tayang di YouTube, bercerita tentang keluarga seperti itu.

Keisha bekerja di Singapura. Di film sebelumnya, ia berjanji kepada adiknya, Clarissa, akan segera pulang. Film ketiga dibuka pada malam hari. Sebelum tidur, Clarissa menulis kepada kakaknya: “Nggak sabar nunggu kamu pulang.” Keesokan paginya, lewat grup keluarga di Sanct, Keisha harus menyampaikan kabar yang berat: “Maaf, aku belum bisa pulang. Aku dapat proyek baru dari bos.” Clarissa membacanya di bus menuju kantor dan menangis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Clarissa membalas, “Kapan pulang? Kami kangen.” Keisha belum bisa memberi tanggal. Tetapi ia tidak berhenti di kata maaf. Ia menawarkan janji yang lebih kecil, janji yang bisa ia tepati hari itu juga: “Belum pasti, tapi kita tetap bisa ketemu, kan? Malam ini, di Sanctum?”

Clarissa langsung setuju dan meminta Mama dan Papa ikut juga. Pukul enam sore, Mama dan Papa di rumah, Clarissa di kantornya di Jakarta, dan Keisha di Singapura membuka Sanctum di ponsel masing-masing. Keisha memang belum pulang, tetapi malam itu keluarganya tetap berkumpul.

Baca Juga :  PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar

Ketiga film Sanct mengikuti keluarga yang sama. Film pertama lahir dari kisah nyata seorang pengguna beta yang dibagikan dengan izinnya: Clarissa tidak bercerita kepada siapa pun tentang harinya yang berat, tetapi teman-temannya menyadarinya dan membalas. Di film kedua, pertanyaan soal makan malam berubah menjadi janji Keisha untuk segera pulang. Film ketiga bercerita tentang apa yang dilakukan sebuah keluarga ketika janji itu harus menunggu.

Berteman dimulai dari bertemu langsung

Yang membuat Sanct berbeda adalah cara pertemanannya dimulai. Teman pertama di Sanct ditambahkan dengan bertemu langsung dan saling memindai kode QR. Setelah pengguna punya lima teman, fitur pencarian dan saran pertemanan terbuka, tetapi hanya menjangkau teman dari teman. Pengguna juga memilih siapa yang bisa melihat setiap momen yang dibagikan: semua orang di lingkarannya, teman tertentu yang ia pilih, atau hanya dirinya sendiri.

Fitur yang tampil di film sudah ada di aplikasi: grup obrolan keluarga dengan reaksi, check-in tidur yang memberi tahu teman bahwa seseorang sedang tidur, serta Sanctum, pantai kecil di dalam aplikasi yang buka setiap hari pukul 18.00, tempat pengguna bisa menghabiskan waktu bersama siapa pun yang datang.

Bagaimana data pengguna diperlakukan

Sanct tidak memiliki iklan maupun linimasa publik, dan tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga. Momen, check-in, dan obrolan hanya bisa dilihat oleh orang yang dipilih penggunanya. Sancty, teman kecil di dalam aplikasi, memproses data hanya di dalam akun pengguna itu sendiri untuk merespons, dan data tersebut tidak digunakan untuk melatih model AI publik. Kebijakan privasi Sanct dapat dibaca di https://sanctsocial.app/privacy

Baca Juga :  Pentingnya Akreditasi Program Studi Internasional untuk Kariermu

“Banyak keluarga di Indonesia punya anggota keluarga yang merantau, ke kota lain atau ke luar negeri,” ujar Sion Abednego, pendiri Sanct. “Kami tidak bisa memperpendek jarak itu. Sanct hanya jembatannya, supaya yang jauh di mata tetap dekat di hati. Saat belum bisa pulang, keluarga tetap bisa menghabiskan malam bersama.”

Traction dan rencana

Sanct membuka closed beta pada 23 Agustus di Car Free Day kawasan Senayan; 147 orang mendaftar di hari pertama. Sepekan kemudian, Sanct memiliki lebih dari 150 pengguna aktif dan lebih dari 1.600 orang di daftar tunggu. Kini masa beta berakhir. Sanct meluncur di Product Hunt pada Selasa (15/9) pukul 14.01 WIB, membuka booth di Tech in Asia Conference 2026 di Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada 15–16 September, dan akan hadir pertama kali di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sanct berjalan dengan model freemium: fitur inti tetap gratis, sementara fitur premium yang bersifat opsional menyusul kemudian, tanpa iklan di kedua versi.

Detail booth Sanct di Tech in Asia Conference 2026, termasuk swag yang bisa dibawa pulang pengunjung, akan diumumkan dalam rilis terpisah. Sion Abednego bisa diwawancarai di booth Sanct selama konferensi berlangsung.

Pendaftaran Sanct terbuka di https://sanct.social

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026
Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai
5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri
KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:02

Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:02

Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:02

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02

Sanct Social Buka Booth di Tar2Cup “Cerita 2026: Luminara” SMA Tarakanita 2 pada Sabtu 18 Oktober: Supaya Teman Baru dari Lapangan Tidak Hilang Setelah Acara Usai

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:02

5 Hal Tidak Terduga yang Terjadi ketika Sedang Liburan ke Luar Negeri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 56ribu Wisatawan Mancanegara pada Januari–Agustus 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Berita Terbaru