SEC Siapkan Regulasi Tokenisasi Saham, Bittime Hadirkan Aset-Aset Tokenisasi RWA Sebagai Alternatif Diversifikasi Portofolio - Koran Mandalika

SEC Siapkan Regulasi Tokenisasi Saham, Bittime Hadirkan Aset-Aset Tokenisasi RWA Sebagai Alternatif Diversifikasi Portofolio

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 19 Mei 2026 – Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah administrasi Donald Trump dikabarkan sedang bersiap untuk membuka jalur regulasi baru yang memungkinkan versi token digital dari saham perusahaan dapat diperdagangkan di platform kripto. Bertepatan dengan ini Bittime, menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) berbasis Stocks.

Sebelumnya, menurut artikel dari Traders Union. Securities and Exchange Commission (SEC) berencana untuk merilis kebijakan khusus berupa pengecualian inovasi yang memfasilitasi perdagangan saham berbasis token ini dalam waktu dekat. Langkah strategis ini diprediksi akan memperluas ekosistem perdagangan saham di luar bursa tradisional sekaligus menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memberikan kejelasan hukum terhadap aset digital.

Dalam rancangan regulasi tersebut, SEC cenderung mengizinkan perdagangan token digital yang melacak nilai saham suatu perusahaan publik, tanpa memerlukan dukungan atau persetujuan langsung dari perusahaan yang bersangkutan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah transisi regulasi ini, konsep penataan aset riil ke dalam sistem blockchain atau yang lebih dikenal sebagai Real World Assets (RWA) muncul sebagai solusi mutakhir yang menjembatani keuangan tradisional dengan teknologi modern secara aman dan efisien.

Baca Juga :  Mengapa Extron NAV System adalah Pilihan Terbaik untuk Sistem AV over IP di Corporate

Kebijakan ini diharapkan mampu mengubah cara platform aset digital dan pelaku pasar dalam mengakses eksposur pasar saham di Amerika Serikat, sejalan dengan pengesahan undang-undang baru oleh Komite Perbankan Senat yang bertujuan menciptakan regulasi kripto yang lebih terdefinisi.

Konsep RWA sendiri ini menjadi fondasi utama yang mendasari langkah SEC, karena tokenisasi saham merupakan bentuk nyata dari digitalisasi aset dunia nyata ke dalam jaringan blockchain. Melalui RWA, aset fisik maupun finansial seperti saham, obligasi, hingga properti dapat diubah menjadi aset digital yang dapat diperdagangkan secara global dengan transparansi tinggi. 

Kehadiran regulasi dari SEC ini menjadi angin segar yang memperkuat posisi RWA sebagai masa depan industri keuangan, karena memberikan kepastian hukum yang selama ini dinantikan oleh para investor institusional untuk masuk ke pasar kripto.

Bersamaan dengan ini, Bittime menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) yang membuka akses bagi masyarakat Indonesia ke ranah investasi dunia nyata secara digital. 

Fokus utama dari inovasi ini adalah memberikan kebebasan bagi investor untuk memiliki aset global dengan modal yang sangat terjangkau melalui sistem kepemilikan fraksional (fractional ownership). Melalui sistem ini, setiap individu dapat memiliki bagian dari aset berharga tanpa harus membeli satu unit utuh, sehingga batasan finansial tidak lagi menjadi penghalang untuk membangun portofolio yang tangguh. 

Baca Juga :  Long Weekend Momen HUT ke-80 RI, KAI Daop 4 Semarang Sediakan 123.508 Ribu Tempat Duduk

Kehadiran RWA di ekosistem Bittime memastikan bahwa aset digital yang dimiliki pengguna memiliki dasar nilai yang berbanding satu banding satu dengan aset dunia nyata, memberikan rasa aman dan transparansi yang lebih tinggi. Integrasi ini memungkinkan investor untuk beralih dari aset kripto tradisional ke aset yang didukung oleh komoditas atau ekuitas global dengan sangat mudah. 

Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Komitmen Vale Indonesia Mendorong Penguatan Rantai Pasok Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
BRI Finance Perkuat Struktur Pendanaan di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga Acuan
Mengenal “Dapur” Operasional LRT Jabodebek, Edukasi Publik Dimulai dari Balik Layar
Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia
Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat
Sunday Routine: Menyusun Trading Plan dan Memetakan Kalender Ekonomi Mingguan
Bank Mandiri Taspen Resmikan Toko Aice Mantap di Manado, Dukung Pensiunan Jadi Wirausaha
Tingkatkan Keandalan Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Semarang

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:56

Mori Hanafi Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Pembalap NTB di Mandalika Racing Series

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:51

MRS 2026: Gian Muhammad Gibran Rebut Podium Pertama, Pembalap Lokal Unjuk Taji

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:12

20.000 Mangrove untuk Satu Misi: Menjaga Masa Depan The Mandalika

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:09

107 Starter Akan Beradu Kecepatan pada Kejurnas MRS Putaran ke-3

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05

KKN Angkatan 40 UMMAT Edukasi Warga Desa Lepak Timur Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:09

Lindungi Anak Sejak Kini, Bupati Pathul: Masa Depan Lombok Tengah Ada di Tangan Mereka

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:08

Dukung Mario Aji dan Veda Ega, Warga NTB Nikmati Diskon 50 Persen Tiket MotoGP Indonesia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:59

Raih Emas Porprov NTB 2026, Tim Voli Putri Loteng Berjuang di Tengah Minimnya Fasilitas Latihan

Berita Terbaru

Teknologi

Tips Mengelola Tagihan Bulanan Agar Tidak Terlambat

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:02