Sekali Seumur Hidup: Ruang Bertumbuh, Tempat Kisah Menjadi Warisan - Koran Mandalika

Sekali Seumur Hidup: Ruang Bertumbuh, Tempat Kisah Menjadi Warisan

Selasa, 24 Juni 2025 - 11:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak semua orang beruntung lahir dengan panggung.
Banyak yang bertahun-tahun membangun dalam diam, menghadapi jatuh bangun sendirian, dan tumbuh tanpa sorotan.
Jeremy Tanuardi, pendiri Sekali Seumur Hidup, adalah orang yang percaya bahwa justru kisah-kisah seperti inilah yang paling layak didengar.

Saat Kisah Hebat Tidak Dikenal

Awalnya, Jeremy hanya membantu klien membuat materi marketing dan video iklan. Tapi seiring pertemuan dengan para pebisnis luar biasa, yang ilmunya tajam, tapi tak pernah terdengar di publik, timbul satu pertanyaan besar dalam hatinya: Kenapa orang-orang sehebat ini tidak dikenal? Padahal mereka punya pengalaman dan wawasan yang bisa menyelamatkan banyak orang lain dari kesalahan yang sama?

Di situlah titik awal Sekali Seumur Hidup—bukan sekadar proyek konten, tapi sebuah gerakan dokumenter yang lahir dari keresahan dan cinta terhadap kisah nyata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan kisah sempurna, tapi kisah manusia. Yang pernah gagal, yang pernah jatuh, tapi tetap memilih bangkit.

Dari Satu Cerita, Datang Ribuan Harapan

Kisah pertama yang membekas di hati Jeremy adalah cerita Pipo Hargiyanto, seorang investor properti yang tak banyak bicara tapi diam-diam punya 17 minimarket. Saat Jeremy pertama kali mengenalnya, ia tak menyangka bahwa pria sederhana itu telah menghidupi banyak keluarga dari bisnis pasifnya.

Baca Juga :  Delegasi Indonesia Hadiri Positive Hack Camp 2025 di Moskow

“Dia bahkan bilang: saya nganggur. Padahal punya 17 toko. Aneh, kan?” ujarnya sambil tertawa.

Dari sinilah semuanya dimulai. Jeremy menawarkan untuk bantu promosi, Pipo bersedia jadi mentor. Kelas pertama penuh. Ribuan orang terbantu.

Dan yang paling mengejutkan, di tengah pandemi, saat bisnis Jeremy sendiri terpuruk dan semua klien pergi, ia mempraktekkan apa yang dia pelajari dari Pipo Hargiyanto dan berhasil membeli aset pertamanya.

“Aset itu sekarang jadi kantor saya. Saya belajar dari dokumenter yang saya buat sendiri. Dan saya tahu, ini bukan sekadar konten. Ini bisa jadi titik balik hidup seseorang,” tuturnya.

Karena Hidup Tak Cuma Soal Uang, Tapi Tentang Warisan

Sekarang, Sekali Seumur Hidup bukan hanya channel YouTube. Ia menjadi ruang bertumbuh—tempat para praktisi menceritakan perjuangannya, mengajar apa yang pernah mereka pelajari dengan susah payah, dan memberi jalan bagi orang lain untuk ikut bangkit.

Baca Juga :  Dukung Hilirisasi Riset, Wamenko Pangan Luncurkan Inovasi Faspol 5.0 dan Kompetisi PFsains 2026

Setiap narasumber yang tampil di SSH bukan sekadar bercerita, tapi juga mengajar. Mereka membagikan ilmu secara langsung, lengkap dengan tools, komunitas, hingga jalur praktik. Jeremy menyebutnya: “Kesempatan sekali seumur hidup untuk belajar langsung dari mereka yang sudah menjalaninya.”

Karena itu, SSH tidak pernah menjanjikan motivasi kosong. Yang ditawarkan adalah refleksi dan jalan nyata untuk siapapun yang bersedia berubah.

Apakah Kisahmu Layak Didengar?

Kalau kamu:

Pernah gagal, tapi terus bertahan

Pernah hilang arah, lalu menemukan panggilan hidupmu

Atau kamu sedang membangun sesuatu yang kamu yakin bisa bantu orang lain juga…

Mungkin sudah saatnya kisahmu tidak kamu simpan sendiri. Mungkin, justru kisahmu adalah jawaban yang dicari banyak orang di luar sana.

Di Sekali Seumur Hidup, kami percaya:Setiap cerita punya kekuatan.Setiap pengalaman punya tempat.Dan setiap orang, termasuk kamu, punya peluang untuk jadi inspirasi yang menyelamatkan.

Silakan kirim cerita ke Sekali Seumur hidup melalui website, YouTube, atau email.Kami akan bantu menyaring kisah-kisah yang bukan hanya menarik, tapi mengubah hidup.Karena itulah yang kami cari, kisah yang bisa jadi titik balik orang lain.

Berita Terkait

Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026
MetScan V1: Pemindai Metana Berbasis Drone dengan TDLAS untuk Industri Migas
BINUS University @Semarang Gelar DIGINEXIA 2026 x Discovery Day, Kenalkan Dunia Perkuliahan Digital Sejak Dini
TAMBAK MERDEKA DARI KAPORIT DAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA: FisTx Disinfection System Hadirkan Standar Baru Budidaya Berkelanjutan
10 Alasan Penjualan via WhatsApp Lebih Untung Dibanding Marketplace
Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya
Menjaga Mangrove, Mengamankan Masa Depan: SUCOFINDO Dukung Konservasi Pesisir di Kalimantan Selatan
Digitalisasi Administrasi Pemerintahan dengan Tanda Tangan Elektronik

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:18

Peluang Kuliah Makin Besar, Poltekpar Lombok Tambah Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:57

The Mandalika Tak Cuma Bikin Pembalap Juara, Kini Giliran Atlet NTB Bersinar

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:56

Mori Hanafi Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Pembalap NTB di Mandalika Racing Series

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:51

MRS 2026: Gian Muhammad Gibran Rebut Podium Pertama, Pembalap Lokal Unjuk Taji

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:12

20.000 Mangrove untuk Satu Misi: Menjaga Masa Depan The Mandalika

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:09

107 Starter Akan Beradu Kecepatan pada Kejurnas MRS Putaran ke-3

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05

KKN Angkatan 40 UMMAT Edukasi Warga Desa Lepak Timur Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:09

Lindungi Anak Sejak Kini, Bupati Pathul: Masa Depan Lombok Tengah Ada di Tangan Mereka

Berita Terbaru