Stasiun Bandung Jadi Jantung Perekonomian Jawa Barat dan Pusat Integrasi Antar Moda - Koran Mandalika

Stasiun Bandung Jadi Jantung Perekonomian Jawa Barat dan Pusat Integrasi Antar Moda

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Jawa Barat – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menegaskan bahwa Stasiun Bandung memiliki peran strategis sebagai jantung perekonomian Jawa Barat sekaligus pusat integrasi antar moda transportasi. Dengan aktivitas pergerakan penumpang yang tinggi, konektivitas lintas-daerah, serta dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, Stasiun Bandung menjadi simpul penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi regional.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menyampaikan bahwa Stasiun Bandung bukan hanya pusat keberangkatan dan kedatangan perjalanan kereta api jarak jauh maupun lokal, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Stasiun Bandung adalah gateway utama Jawa Barat. Pergerakan orang dan barang yang melalui stasiun ini mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, jasa, dan UMKM di Kota Bandung dan wilayah sekitarnya,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga periode Januari s.d. November 2025, Stasiun Bandung mencatat jumlah pelanggan yang sangat signifikan, yaitu:

– 2.256.556 pelanggan berangkat menggunakan KA Lokal

– 1.412.395 pelanggan berangkat menggunakan KA Jarak Jauh (KAJJ)

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung Ajak Masyarakat Berperan Serta Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Total lebih dari 3,6 juta pelanggan memanfaatkan keberangkatan dari Stasiun Bandung, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jawa Barat.

Daop 2 Bandung mencatat bahwa aktivitas perjalanan kereta api dari dan menuju Stasiun Bandung terus menunjukkan tren positif, terutama pada momen libur akhir pekan, libur nasional, serta musim angkutan tertentu seperti Lebaran dan Nataru.

Sebagai stasiun terbesar dan tersibuk di Jawa Barat, Stasiun Bandung telah terhubung dengan berbagai moda transportasi pendukung, di antaranya:

– Taksi reguler dan taksi daring;

– Angkutan kota dan bus Damri;

– Shuttle travel berbagai rute;

– Transportasi ramah lingkungan seperti sepeda;

– Akses terhubung ke pusat kota.

Integrasi ini memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan dengan berbagai pilihan moda, sehingga meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat serta memperkuat fungsi Stasiun Bandung sebagai pusat pergerakan transportasi di Jawa Barat.

Pergerakan pelanggan harian di Stasiun Bandung mendorong tumbuhnya berbagai sektor ekonomi di sekitar kawasan stasiun, seperti:

Baca Juga :  Aset Kripto Alternatif Diversifikasi Investasi di Tengah Ketidakpastian Global

– Pertumbuhan hotel dan penginapan;

– Peningkatan aktivitas pusat kuliner dan usaha mikro;

– Adanya transportasi lanjutan;

– Peningkatan sektor pariwisata Kota Bandung.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan terbaik, modern, dan terintegrasi bagi seluruh masyarakat. Stasiun Bandung akan terus dikembangkan menjadi simpul transportasi yang nyaman, aman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” tambah Kuswardojo.

KAI Daop 2 Bandung mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Penggunaan transportasi massal secara optimal akan membantu mengurangi kemacetan kota serta menciptakan mobilitas yang lebih efisien.

Tentang Daop 2 Bandung

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan penyedia jasa layanan transportasi berbasis rel di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung merupakan salah satu daerah operasi KAI yang melayani perjalanan kereta api di wilayah Jawa Barat bagian tengah hingga timur.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelindo Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi
Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya
MINIMALISME URBAN BERPADU SENI: PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL Liveable Art Soirée DI LUMINE, ASHTA DISTRICT 8
Pidato Bersejarah di DPR RI, PM Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam bagi Hubungan Indonesia-India
Cara Mengatur Penghasilan Freelance yang Tidak Tetap
LRT Jabodebek Jadi Rujukan ASDP untuk Pengembangan Layanan Transportasi Publik
SUCOFINDO Dukung Pengembangan Wisata Ramah Muslim di Bali melalui Sertifikasi Halal Santhi Restaurant dan Sambal Jelantik
Prabowo dan PM Modi Perkuat Kemitraan Indonesia-India, Sepakati 14 MoU dan Enam Inisiatif Strategis

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:06

Lokakarya Revitalisasi Eco-Teologi Jawa Kuno Dorong Kawasan Candi Cetho dan Masyarakat Dusun Cetho Menjadi Pusat Pembelajaran Warisan Budaya Hidup Agraris Jawa Kuno

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:56

Sistem Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Parepare Dapat Respons Positif

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:47

Kolaborasi SUCOFINDO–ABPEDNAS Hadirkan Akses Air Bersih bagi Desa Pulau Semambu

Senin, 29 Juni 2026 - 13:36

Bank Raya Bersama Komunitas Tangan Diatas (TDA) Percepat Transformasi dan Pertumbuhan UMKM Lewat GEN TDA Raya

Senin, 22 Juni 2026 - 20:22

Jenis dan Kegunaan Industrial Door dan Dock Leveler dalam Industri

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:08

Promo Pembiayaan Kendaraan Bunga 0%, Penawaran Spesial BRI Finance Padang dan Payakumbuh

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:59

Mobil Baru Digenggaman, BRI Finance Tawarkan KKB 3,97% Flat

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:37

Perkuat Portfolio Berkelanjutan, BRI Finance Tangkap Potensi Pertumbuhan EV

Berita Terbaru

Teknologi

Barantum, Vendor WhatsApp API Indonesia Terpercaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 09:02