SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan - Koran Mandalika

SUCOFINDO Sertifikasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Dorong Standar Tata Kelola dan Infrastuktur Berkelanjutan

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 8 Mei 2026 – Upaya penguatan tata kelola dan standar keberlanjutan di sektor konstruksi nasional terus didorong di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi, keselamatan kerja, serta transparansi proyek infrastruktur. Dalam konteks itu, PT SUCOFINDO (PERSERO) menyerahkan sertifikasi Sistem Manajemen Terintegrasi kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) (29/4).

Sertifikasi tersebut meliputi SNI ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu, SNI ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan, SNI ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), SNI ISO 37001:2025 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, SNI ISO 31000:2018 tentang Manajemen Risiko, serta SNI ISO 21502:2020 tentang Panduan Manajemen Proyek.

Langkah ini dinilai penting di tengah tantangan industri konstruksi yang semakin kompleks, mulai dari aspek kepatuhan regulasi, pengendalian risiko proyek, hingga tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Komersial PT SUCOFINDO (PERSERO) Agus Permadi mengatakan, penerapan sistem manajemen terintegrasi tidak hanya menjadi instrumen kepatuhan, tetapi juga fondasi dalam menjaga kualitas proyek dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

Baca Juga :  LindungiHutan Hadirkan Fitur AI untuk Permudah Pembuatan Campaign Lingkungan

“Pencapaian ini menunjukkan komitmen WIKA dalam menerapkan standar internasional secara menyeluruh. Di sisi lain, hal ini menegaskan peran SUCOFINDO sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam memastikan operasional industri berjalan sesuai praktik terbaik global,” ujar Agus Permadi.

Menurut Agus, integrasi sistem manajemen memungkinkan perusahaan membangun pola kerja yang lebih efektif, terukur, dan adaptif terhadap berbagai risiko operasional maupun dinamika industri.

Ia menambahkan, penerapan standar internasional juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap sektor konstruksi nasional, terutama pada proyek-proyek strategis yang menuntut kualitas, keselamatan, dan akuntabilitas tinggi.

“Penerapan sistem manajemen terintegrasi menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola perusahaan yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan. Sertifikasi ini bukan sekadar simbol administratif, melainkan instrumen untuk menjaga konsistensi kinerja di seluruh lini operasional,” kata Agus.

Baca Juga :  Dupoin Gelar Aksi CSR Ramadhan di Dua Panti Asuhan: Wujud Kepedulian Sosial dan Kebersamaan

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Manajamen Risiko dan Legal PT Wijaya Karya (PERSERO) Tbk Fafan Khoirul Fanani, menyampaikan sertifikasi tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin kompetitif.

“Sertifikasi ini memperkuat posisi WIKA dalam menghadapi tantangan pasar ke depan. Integrasi aspek mutu, lingkungan, keselamatan kerja, hingga manajemen risiko menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Fafan.

Menurut dia, implementasi enam sistem manajemen internasional secara terintegrasi merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

“Kami mengapresiasi dukungan SUCOFINDO yang selama ini menjadi mitra strategis dalam proses sertifikasi dan penguatan standar perusahaan,” katanya.

Selain layanan sertifikasi sistem manajemen, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga menyediakan layanan penunjang sektor konstruksi, antara lain Sertifikat Laik Operasi (SLO), pengujian material konstruksi seperti batuan, beton dan tanah, survei seismik, hingga survei topografi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52