Telkom Indonesia Dorong Literasi AI di Ranah Sosial dan Kesehatan - Koran Mandalika

Telkom Indonesia Dorong Literasi AI di Ranah Sosial dan Kesehatan

Jumat, 15 Agustus 2025 - 08:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melalui acara Digital Talks yang diselenggarakan program Indigo, Telkom Indonesia edukasi publik tentang pemanfaatan AI yang etis di ranah personal dan sosial

Telkom Indonesia, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia, terus memperluas kontribusinya dalam membangun ekosistem teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui berbagai inisiatif strategis, Telkom tidak hanya fokus pada pengembangan infrastruktur dan layanan digital, tetapi juga pada pemberdayaan talenta dan literasi teknologi di berbagai bidang. Salah satu inisiatif unggulan tersebut adalah Indigo, program yang berfokus pada pengembangan inovasi berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

Dalam kerangka program AI Connect, Telkom Indonesia menghadirkan berbagai diskusi publik, pelatihan, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas literasi AI. Salah satunya adalah Digital Talks: From Bot to Buddy yang digelar oleh IndigoHub Bandung, membahas fenomena penggunaan chatbot AI di ranah personal sebagai teman curhat dan pendukung emosional. Acara ini tidak hanya mengupas manfaat dan risikonya, tetapi juga menyoroti pentingnya batasan etis dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan AI dalam psikologi harus etis: transparan, melindungi privasi, dan melibatkan penilaian profesional

Fenomena Chatbot AI sebagai “Teman Curhat”

Penggunaan chatbot AI di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, terutama di kalangan generasi muda. Riset Katadata Insight Center (2023) mencatat bahwa 61,5% pengguna AI berusia 18–25 tahun memanfaatkan ChatGPT untuk pertanyaan personal atau emosional. Mulai dari “bagaimana menghadapi stres” hingga “saya merasa gagal dalam hidup,” tren ini menunjukkan pergeseran pola dukungan emosional yang sebelumnya mengandalkan interaksi manusia, kini berpindah ke interaksi dengan mesin.

Fenomena ini dipengaruhi oleh kemampuan chatbot AI untuk memberikan respons cepat, netral, dan selalu tersedia tanpa batasan waktu. Bagi sebagian orang, AI menjadi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi. Namun, sifat AI yang bekerja berdasarkan data dan algoritma juga membawa risiko, terutama ketika pengguna mulai mengandalkan saran dari sistem yang tidak memiliki sensitivitas emosional layaknya manusia. Inilah yang mendorong Telkom Indonesia untuk mengangkat topik ini ke ranah diskusi publik.

Baca Juga :  Wujudkan Dekarbonisasi, Pelindo Solusi Logistik Tanam Mangrove dan Penghijauan

Acara yang diselenggarakan secara daring ini menghadirkan Mirratul Afifah M.Psi., Psikolog (Psikolog Klinis Rumah Pulih) dan Muhammad Andhika Prasetya (Founder Temani) sebagai narasumber, dengan Dinda Maharani dari IndigoHub Bandung sebagai moderator. Para pembicara memaparkan pandangan mereka terkait bagaimana AI dapat digunakan secara positif di ranah personal, sambil tetap memperhatikan batas etis dan kesehatan mental pengguna.

Mirratul Afifah mengangkat konsep emotional outsourcing, yakni kecenderungan pengguna untuk melimpahkan beban emosional mereka kepada AI. Ia menjelaskan bahwa AI memang dapat membantu meredakan beban emosi dan memfasilitasi refleksi diri, tetapi tidak bisa menggantikan peran tenaga profesional dalam memberikan diagnosis maupun penanganan masalah psikologis. “AI bisa menjadi teman bicara yang baik untuk membantu kita memahami diri sendiri, namun ketika menyangkut keputusan penting terkait kesehatan mental, peran psikolog tetap diperlukan,” ujarnya. Ia juga memperingatkan bahwa penggunaan berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan, yang justru berdampak negatif bagi kesejahteraan mental individu.

Di sisi lain, Muhammad Andhika memaparkan inovasi Temani, sebuah aplikasi yang menggabungkan teknologi AI dengan prinsip-prinsip psikologi. Temani dirancang untuk menyediakan ruang aman bagi pengguna untuk bercerita, sekaligus dilengkapi dengan fitur mood tracking untuk memantau kondisi emosional mereka. Jika kondisi pengguna menunjukkan tanda-tanda membutuhkan intervensi, aplikasi ini menyediakan akses langsung ke psikolog profesional.

Baca Juga :  Voices of Tomorrow Special Session Bahas Gejolak Timur Tengah dan Tantangan Jurnalisme Global

“Kami ingin AI menjadi jembatan, bukan pengganti manusia, dalam mendukung kesehatan mental,” ungkap Andhika. Dengan pendekatan ini, Temani tidak hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai penghubung yang memastikan pengguna mendapatkan bantuan profesional di saat yang tepat.

AI membantu kesehatan mental lewat psikoedukasi dan dukungan proses konseling

Pentingnya Literasi AI bagi Masyarakat

Diskusi ini menegaskan bahwa literasi publik adalah kunci utama untuk meminimalisir risiko penggunaan AI di ranah personal. AI bekerja berdasarkan data yang dipelajari, tanpa memahami konteks emosional secara mendalam. Hal ini membuat AI rentan memberikan saran yang terlalu umum atau bahkan kurang tepat jika tidak digunakan dengan bijak.

Telkom Indonesia melalui AI Connect ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara kerja, keterbatasan, dan etika penggunaannya. Edukasi ini diharapkan dapat membantu pengguna menempatkan AI sebagai alat pendukung, bukan pengganti, dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kesejahteraan emosional.

Bagi Telkom Indonesia, Digital Talks ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memajukan talenta digital Indonesia. “Digital Talks kali ini membuktikan bahwa AI bukan hanya relevan di dunia teknologi, tetapi juga berdampak pada ranah sosial dan kesehatan. Kami ingin membangun ekosistem AI yang inklusif, etis, dan peka terhadap isu kemanusiaan,” ujar Patricia Eugene Gaspersz, Senior Manager Indigo.

Ke depan, Telkom Indonesia melalui Indigo akan memperluas jangkauan AI Connect ke berbagai sektor seperti pendidikan, agrikultur, dan kesehatan. Dengan dukungan jaringan regional yang kuat, Telkom memperkuat posisinya sebagai AI Centre Nasional yang memastikan perkembangan AI di Indonesia sejalan dengan kebutuhan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Memaksimalkan Gratis Transfer antarbank dari neobank hingga 200 Kali per Bulan
Menjaga Kualitas dan Keselamatan Berkendara, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jagorawi
Pelindo Multi Terminal Perkuat Kesiapan Operasional dan Kualitas Layanan di Pelabuhan Sibolga
Menjadi Bagian dari Apple Developer Academy, Langkah Binusian Bandung Mengasah Potensi di Dunia Teknologi
Sanct Social Rilis Episode 7, Film Pendek tentang Dua Kakak Beradik di Jakarta dan Singapura pada Malam Setelah Kunjungan Keluarga Usai
Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir
Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026
Dorong UMKM Naik Kelas, Jasa Marga Fasilitasi Lima UMKM Binaan di Trade Expo Indonesia 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:01

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41

Kades Kateng Penuhi Panggilan Polisi, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Berlanjut

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:41

Job Fair Masmirah Lombok Tengah 2026 Hadirkan 57 Perusahaan dan 1.282 Lowongan Kerja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14

Pemkab Loteng Adakan Cek TBC Gratis, Kadinkes: Cek Kesehatan Sebelum Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37

Hari Jadi ke-81, Lombok Tengah Siapkan APBD 2027 untuk Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru