Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang Lebih dari 1 Juta Ton Material Sisa - Koran Mandalika

Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang Lebih dari 1 Juta Ton Material Sisa

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — MIND ID Grup memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan dengan memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa melalui skema penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan pemulihan (recovery). Langkah tersebut turut mendorong penurunan timbulan limbah padat sebesar 11,3 persen secara tahunan.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, sebanyak 82.876 ton limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) serta 946.733 ton limbah padat non-B3 berhasil dialihkan dari pembuangan akhir melalui berbagai skema pemanfaatan kembali. Total material sisa yang dimanfaatkan sepanjang tahun mencapai lebih dari 1 juta ton.

Seiring meningkatnya pemanfaatan material sisa tersebut, total timbulan limbah padat MIND ID Grup turun dari 1.306.835,91 ton pada 2024 menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan terjadi pada dua kategori utama. Limbah padat B3 turun dari 270.478,08 ton menjadi 208.441,10 ton. Sementara itu, limbah padat non-B3 berkurang dari 1.036.357,83 ton menjadi 950.608,06 ton.

Secara tren, penurunan timbulan limbah juga berlangsung konsisten dalam tiga tahun terakhir. Total limbah padat MIND ID Grup tercatat sebesar 1.396.034,05 ton pada 2023, turun menjadi 1.306.835,91 ton pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

Selain limbah padat, laporan tersebut juga mencatat timbulan limbah cair B3 sebesar 4.764,52 ton sepanjang 2025. Jenis limbah tersebut meliputi oli bekas, minyak bekas, oil sludge, solar bekas, grease bekas, hingga bahan kimia kedaluwarsa.

Baca Juga :  SATU University Kukuhkan Diri sebagai PTS Terdepan Bersama Disdik dalam Penguatan Kompetensi AI Guru se-Sumsel

Pakar Energi Departemen Teknik Sistem Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Eko Adhi Setiawan, menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sebagai fondasi praktik pertambangan yang baik (good mining practice).

“Menurut saya, sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sangat penting karena dalam operasi tambang risiko terbesar bukan hanya pada volume limbah, tetapi pada putusnya rantai pengelolaan,” kata Eko saat dihubungi, Selasa (1/7/2026).

Menurut Eko, setiap jenis limbah, baik limbah B3, limbah cair, residu proses, sludge, oli bekas, kemasan bahan kimia, maupun limbah non-B3 dalam volume besar memerlukan jejak pengelolaan yang jelas. Jejak tersebut mencakup asal limbah, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, hingga bukti akhir pengelolaannya.

Ia mengatakan pendekatan pemanfaatan material sisa juga menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi mulai mengoptimalkan material yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Limbah tidak hanya dilihat sebagai isu toksisitas yang harus diamankan, tetapi juga sebagai material stream yang perlu diklasifikasi,” ujarnya.

Eko berpendapat klasifikasi diperlukan untuk membedakan material yang harus dikendalikan secara ketat, material yang masih dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, dipulihkan nilainya, maupun yang benar-benar harus dibuang sebagai pilihan terakhir.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Berikan Diskon 20 Persen Tiket KA Eksekutif dan Bisnis Selama Jakarta Fair Kemayoran 2025

Menurut dia, pendekatan tersebut mulai tercermin pada berbagai inisiatif yang dijalankan entitas anggota MIND ID dalam mendukung praktik ekonomi sirkular.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), misalnya, memanfaatkan slag nikel hasil proses pyrometallurgy sebagai bahan konstruksi Pomalaa Beton (POTON) untuk kebutuhan road base, yard base, dan konstruksi internal. ANTAM juga mengolah tailing emas menjadi Green Fine Aggregate (GFA), sementara Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dimanfaatkan bersama slag nikel sebagai bahan baku Pomalaa Beton.

Di PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), internal scrap dari proses peleburan dan pengecoran aluminium digunakan kembali untuk mendukung produksi sehingga membantu mengurangi kebutuhan bahan baku primer berupa alumina.

Sementara itu, PT TIMAH Tbk mengelola Sisa Hasil Pengolahan (SHP) menggunakan metode fisik seperti gravitasi, kemagnetan, dan konduktivitas listrik. Pada 2025, SHP tercatat mencapai 1.506,06 ton ore dan masih memiliki potensi untuk dipulihkan melalui proses lanjutan (tin gain).

“Beberapa material sisa dapat memiliki nilai sebagai bahan baku sekunder, substitusi material, atau input untuk industri lain,” pungkas Eko.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Terima Kasih Kepada Gubernur Jawa Barat atas Atensi Penuh Keselamatan Perjalanan Kereta Api
Wall Street Melesat Berkat AI, Investor Kini Waspadai Tiga Katalis Besar
Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin
Jelajahi Dunia Roblox Lebih Seru dengan Top Up Robux Sesuai Kebutuhan
Nikmati Event Free Fire dengan Top Up Diamond yang Cepat dan Praktis
Ingin Koleksi Skin Baru? Top Up Mobile Legends Kini Bisa Dilakukan Lebih Mudah
Laba Melonjak, Valuasi Makin Murah? Nvidia Kembali Jadi Sorotan Investor

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:11

MoU PT Narmada–ITDC Resmi Ditandatangani, Air Minum Lokal Kembali Hadir di MotoGP Mandalika

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:57

Sade Social Space Resmi Dibuka, ITDC Siapkan Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:12

Paving Block Berbahan Sampah Plastik Produksi TPST Sandubaya Masih Menunggu Lampu Hijau

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:30

Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Dugaan Penguasaan Sepihak 4 Hektare Lahan oleh Kades Kuripan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:06

The Mandalika Dibanjiri Pelari, Hotel Penuh Jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:08

Turunkan Kemiskinan Ekstrem hingga 0,72 Persen, Wabup Lombok Tengah Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54

Blokade Jalan di Jalur Wisata Lombok Tengah Disorot, DPRD: Jangan Rusak Iklim Investasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:10

Marak Modus Penipuan COD Mengatasnamakan J&T Cargo, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru

Teknologi

Cek Hadiah Apa Saja yang Bisa Ditukar dengan Neo Koin

Selasa, 14 Jul 2026 - 17:02