Terra Drone Indonesia Lakukan Pemetaan Udara dan LiDAR 3D di Kota Depok: Mendukung Peningkatan Akurasi Data Spasial - Koran Mandalika

Terra Drone Indonesia Lakukan Pemetaan Udara dan LiDAR 3D di Kota Depok: Mendukung Peningkatan Akurasi Data Spasial

Rabu, 30 Oktober 2024 - 11:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggunaan drone dengan teknologi LiDAR memungkinkan pemetaan 3D yang sangat akurat, mendukung pengembangan kadaster 3D serta infrastruktur Smart City.

Terra Drone Indonesia berhasil menyelesaikan proyek pemetaan udara dan LiDAR di area seluas 11.960 hektar di Kota Depok untuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), khususnya Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang. Pemetaan ini dilakukan untuk kebutuhan peningkatan kualitas data dasar 3D yang berfokus pada akurasi data spasial dan mendukung pengembangan kadaster 3D di Indonesia.

Penggunaan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) yang dipadukan dengan pemetaan foto udara memberikan hasil yang lebih rinci dan presisi. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data permukaan bumi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, sehingga sangat relevan untuk proyek-proyek yang memerlukan informasi spasial yang kompleks. Pemetaan tiga dimensi yang akurat membantu memvisualisasikan kondisi permukaan dan tata ruang kota secara lebih detail. Dengan data ini, para pemangku kepentingan dapat:

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pertanahan: Data 3D yang presisi memungkinkan identifikasi batas lahan dan properti dengan lebih baik, yang akan mempermudah proses administrasi dan pengelolaan sertifikat tanah. Ini sejalan dengan visi Kementerian ATR/BPN dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan.

Dukungan untuk Smart City: Pemodelan 3D memberikan fondasi kuat untuk pengembangan infrastruktur kota pintar. Teknologi ini memungkinkan pemerintah merencanakan pembangunan kota dengan lebih baik, mengoptimalkan penggunaan lahan, serta merespons tantangan tata ruang yang dihadapi kota-kota besar seperti Depok.

Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan: Dengan pemetaan yang rinci, pemerintah dapat memantau perubahan lingkungan, seperti penggundulan hutan, erosi, atau perkembangan permukiman yang tidak teratur. Ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi area-area penting di kota.

Pemetaan yang dilakukan oleh Terra Drone Indonesia menggunakan kombinasi teknologi canggih, yakni LiDAR dan drone. Teknologi LiDAR bekerja dengan cara mengirimkan sinar laser ke permukaan bumi dan menghitung waktu yang dibutuhkan oleh sinar tersebut untuk kembali. Dari sinar yang kembali ini, perangkat LiDAR dapat menghasilkan peta topografi yang sangat akurat, bahkan di area yang tertutup vegetasi lebat.

Baca Juga :  Berkah Bercerai: Andrea Wiwandhana Bangun Bisnis dari Pengalaman Pribadi

Drone yang digunakan dalam pemetaan ini juga menawarkan fleksibilitas tinggi dan efisiensi waktu. Dengan drone, area yang luas dapat dipetakan dalam waktu singkat tanpa harus mengandalkan metode survei manual yang memakan banyak waktu dan biaya. Selain itu, drone memungkinkan pengumpulan data dari sudut pandang yang sulit dijangkau oleh metode tradisional, seperti area perkotaan yang padat atau lahan yang sulit diakses.

Terra Drone Indonesia akan terus mendukung pemerintah dan berbagai sektor industri dalam menghadapi tantangan teknologi modern, dengan menyediakan solusi drone dan pemetaan canggih yang inovatif. 

Berita Terkait

Solusi Pasca Kebijakan Meta 1 Oktober dengan WA Coexistence, Amankah?
Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini
KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026”
BRI Finance Tawarkan Bunga Mobil Baru Mulai 3,33%, Dorong Pembiayaan yang Terencana
BRI Finance Optimistis Industri Multifinance Tumbuh di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026
Bangun Budaya Transportasi Publik Sejak Dini, Hampir 39 Ribu Anak Ikuti Edutrain LRT Jabodebek
Mau ke Bandung Naik Whoosh Pagi? Bisa Naik LRT Jabodebek yang Uji Coba Berangkat dari Dukuh Atas Pukul 05.30 WIB

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:49

Suhu Panas dan Debu Mengancam Kesehatan, Ini Imbauan Dinkes Loteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:39

Operasi 2 Hari di Loteng, Satpol PP dan Bea Cukai Garuk 26 Ribu Rokok Ilegal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09

SPAM Cerorong-Danau Biru Dikebut, 15 Ribu Pelanggan Baru Jadi Target

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:26

BPBD Loteng Catat Distribusi Air Bersih Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49

Kemarau 2026, Kekeringan Landa 9 Kecamatan di Lombok Tengah

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:46

DPRD Lombok Tengah Buka Suara Terkait Rencana Rumah Ibadah 6 Agama di KEK Mandalika

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Berita Terbaru

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Teknologi

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:02