Tigo AI Perkenalkan Ekosistem Pemasaran Berbasis AI untuk Advertiser Indonesia - Koran Mandalika

Tigo AI Perkenalkan Ekosistem Pemasaran Berbasis AI untuk Advertiser Indonesia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tigo AI memperkenalkan ekosistem pemasaran berbasis artificial intelligence yang dirancang untuk membantu advertiser di Indonesia mengelola produksi konten, distribusi melalui kreator, pelacakan performa, dan model pembayaran berbasis hasil dalam satu sistem terintegrasi. Platform ini menyasar brand e-commerce, FMCG, beauty, finance, serta bisnis lokal yang ingin meningkatkan efisiensi pemasaran digital.

Menurut materi perusahaan, tantangan utama advertiser saat ini mencakup tingginya biaya kerja sama dengan KOL, lambatnya produksi materi kreatif, menurunnya kepercayaan terhadap iklan hard selling, serta sulitnya menghubungkan exposure dengan transaksi nyata. Tigo AI menawarkan pendekatan yang menggabungkan AI content factory, jaringan kreator lokal, dashboard performa real time, dan sistem anti-fraud untuk membantu advertiser melihat penggunaan anggaran secara lebih terukur.

Pada sisi produksi, Tigo AI menyebut teknologi AI-nya dapat menghasilkan video pendek, konten gambar-teks, serta script live yang disesuaikan untuk platform seperti TikTok, Instagram, Shopee, dan Lazada. Sistem ini ditujukan untuk mempercepat pembuatan materi lokal sekaligus memungkinkan advertiser melakukan pengujian berbagai versi konten tanpa harus melalui proses produksi manual yang panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Distribusi konten dilakukan melalui jaringan kreator pengguna nyata. Alih-alih hanya mengandalkan influencer papan atas, Tigo AI mengembangkan model rekomendasi terdesentralisasi yang memanfaatkan kreator dari berbagai segmen dan komunitas. Konten berbasis pengalaman pengguna diharapkan dapat terasa lebih natural, menjangkau niche yang lebih spesifik, serta membangun kepercayaan melalui format user-generated content.

Untuk mendukung transparansi, platform menyediakan pelacakan exposure, engagement, transaksi, serta biaya distribusi melalui dashboard. Tigo AI juga menawarkan beberapa skema komersial, termasuk biaya layanan platform tetap, model CPS atau CPA berbasis hasil, serta layanan data tambahan bagi perusahaan yang membutuhkan analisis industri, insight konsumen, dan strategi pemasaran jangka panjang.

Baca Juga :  Perkuat Daya Saing UMKM, SUCOFINDO Bekali Pelaku Usaha di Tanah Bumbu menuju Sertifikasi Halal

Pendekatan tersebut juga dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis dengan skala berbeda. Brand besar dapat menggunakan produksi konten dalam volume tinggi dan pencocokan kreator yang lebih tersegmentasi. Penjual e-commerce yang sedang berkembang dapat memanfaatkan kombinasi konten AI dan distribusi berbasis komunitas, sedangkan UMKM dapat memulai promosi dengan kebutuhan operasional yang lebih sederhana.

Tigo AI menempatkan strategi ini dalam konteks pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Perusahaan melihat meningkatnya penggunaan video pendek, social commerce, dan e-commerce sebagai peluang bagi brand untuk membangun kanal pertumbuhan yang tidak hanya bergantung pada iklan berbayar terpusat. Melalui pendekatan Marketing as a Service, Tigo AI menghubungkan produksi kreatif, distribusi, data performa, dan optimasi kampanye dalam satu alur.

Platform juga menyebut jaringan kreatornya akan terus diperluas dalam beberapa tahun ke depan, seiring peningkatan kebutuhan advertiser terhadap konten lokal yang autentik dan terukur. Bagi brand, model ini ditujukan untuk membangun aset pemasaran jangka panjang berupa konten rekomendasi, data kampanye, dan hubungan dengan komunitas pengguna yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan strategi berikutnya.

Di tengah meningkatnya persaingan digital, Tigo AI menilai efisiensi anggaran dan kemampuan mengukur hasil akan menjadi faktor penting dalam strategi pemasaran. Karena itu, platform berfokus pada pendekatan yang memungkinkan advertiser mengetahui bagaimana konten dibuat, siapa yang mendistribusikannya, berapa biaya yang digunakan, serta hasil apa yang diperoleh dari setiap kampanye.

Baca Juga :  Harga BTC Hari Ini Mampukah Menembus Level Resisten di Angka $61.000? Ini Analisisnya

Tigo AI saat ini membuka akses bagi advertiser yang ingin menggunakan sistem pemasaran terintegrasi tersebut. Informasi mengenai layanan, skema kampanye, serta pendaftaran advertiser tersedia melalui situs resmi tigoads.com. Perusahaan berharap model pemasaran berbasis AI dan jaringan kreator nyata dapat memberikan pilihan baru bagi brand Indonesia dalam membangun promosi yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil.

Selain fokus pada performa, Tigo AI menekankan pentingnya keamanan kampanye dan kualitas distribusi. Sistem moderasi konten serta verifikasi berbasis AI digunakan untuk membantu menyaring akun palsu, trafik manipulatif, dan aktivitas yang tidak sesuai. Dengan pendekatan ini, perusahaan ingin memastikan bahwa pertumbuhan jaringan kreator tetap diikuti standar kontrol yang jelas, sehingga advertiser dapat menjalankan kampanye dengan risiko yang lebih terukur dan memperoleh data yang lebih dapat dipercaya untuk mendukung pengambilan keputusan pemasaran jangka panjang.

Tentang Tigo Ai
Tentang TIGO AI TIGO AI adalah platform pemasaran digital terintegrasi berbasis AI yang didirikan pada 2022 dan berfokus pada pengembangan ekosistem periklanan digital terdesentralisasi di Indonesia. Didukung investasi dari konsorsium Singapura, TIGO AI menggabungkan teknologi kreatif AIGC yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya Indonesia, jaringan lebih dari satu juta kreator, serta sistem pelacakan data konversi end-to-end. Melalui konsep Marketing as a Service (MaaS), platform ini menghubungkan brand, kreator, dan konsumen dalam satu ekosistem untuk membantu pelaku usaha menjalankan pemasaran yang lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hisense Kenalkan “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026
Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya
Club Tourism Opens International Sales for Its MLIT Award-Winning Hokkaido Drift Ice Tour for Winter 2027
JessC Makin Dekat dengan Indonesia, Musik Jadi Jembatan Lintas Budaya
Kementerian Dalam Negeri Gelar Rapat Kerja Bersama K/L untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Menuju Target 8 Persen
KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026
Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000
Promo neobank September 2026, Ada Hadiah untuk Pengguna Baru hingga Diskon QRIS 50%

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 09:02

Hisense Kenalkan “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:02

Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya

Jumat, 11 September 2026 - 08:02

Club Tourism Opens International Sales for Its MLIT Award-Winning Hokkaido Drift Ice Tour for Winter 2027

Kamis, 10 September 2026 - 22:02

JessC Makin Dekat dengan Indonesia, Musik Jadi Jembatan Lintas Budaya

Kamis, 10 September 2026 - 18:02

KALOG Express Layani Lebih dari 8.000 Ton Barang, Tertinggi Sepanjang 2026

Kamis, 10 September 2026 - 17:02

Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000

Kamis, 10 September 2026 - 17:02

Promo neobank September 2026, Ada Hadiah untuk Pengguna Baru hingga Diskon QRIS 50%

Kamis, 10 September 2026 - 17:02

Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Donor Darah untuk Sesama

Berita Terbaru

Teknologi

Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:02