Transportasi Perkotaan untuk Masa Depan dan Lingkungan - Koran Mandalika

Transportasi Perkotaan untuk Masa Depan dan Lingkungan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari perjalanan, operasional, hingga kebiasaan pengguna.

Kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang seiring dengan aktivitas perkotaan yang semakin beragam. Semakin banyak orang yang perlu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, semakin besar pula kebutuhan terhadap transportasi yang mampu melayani mobilitas sekaligus memperhatikan lingkungan.

Di tengah kebutuhan tersebut, transportasi publik memiliki peran yang semakin penting. Bukan hanya sebagai sarana perjalanan, tetapi juga sebagai bagian dari membangun mobilisasi perkotaan yang lebih berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

LRT Jabodebek menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Sebagai transportasi publik yang seluruh rangkaiannya menggunakan tenaga listrik, LRT Jabodebek juga menghadirkan perjalanan dengan jejak karbon yang lebih rendah. Namun, keberlanjutan tidak berhenti pada kereta. Dalam operasionalnya sehari-hari, terdapat pengelolaan energi, gedung, air, hingga fasilitas yang mendorong pengguna ikut menerapkan kebiasaan ramah lingkungan.

Mobilitas dengan Jejak Karbon Lebih Rendah

Seluruh rangkaian LRT Jabodebek menggunakan tenaga listrik. Berdasarkan penelitian dari Ametis Institute, perjalanan menggunakan LRT Jabodebek menghasilkan rata-rata 15 gram CO₂e per orang per kilometer.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan sepeda motor konvensional berkapasitas di bawah 250 cc sebesar 37 gram, mobil listrik sebesar 33 gram, serta mobil konvensional berkapasitas 1.000–2.000 cc sebesar 31 gram CO₂e per orang per kilometer.

Baca Juga :  Upaya Keberlanjutan LindungiHutan di Tambakrejo, Kota Semarang

Data tersebut menunjukkan bahwa pilihan moda transportasi turut menentukan besarnya jejak karbon dari aktivitas perjalanan. Ini hanyalah salah satu bagian dari upaya tersebut.

Energi Bersih di Balik Operasional

Keberlanjutan juga diterapkan pada fasilitas yang mendukung kegiatan LRT Jabodebek.

Gedung Divisi LRT Jabodebek menerapkan konsep Ramah Lingkungan. Pemanfaatan energi terbarukan juga dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 60 kWp yang terpasang di atap Gedung Divisi LRT Jabodebek. Energi surya tersebut mampu menghemat penggunaan listrik hingga 15%.

Hal ini merupakan upaya menjaga lingkungan dari fasilitas yang menopang operasionalnya.

Air yang Diolah dan Digunakan Kembali

Selain itu, terdapay proses operasional yang tidak terlihat oleh pengguna, namun memiliki peran dalam penggunaan sumber daya.

Dalam proses pencucian kereta, LRT Jabodebek menggunakan Automatic Train Washing Plant (ATWP) yang terintegrasi dengan Water Treatment Plant (WTP). Air bekas pencucian tidak langsung dibuang, melainkan diolah melalui proses pemisahan lumpur dan oli, dan penyaringan, sebelum sebagian digunakan kembali. Selebihnya dialirkan ke lingkungan, dengan penyesuaian pH / tingkat keasaman agar tidak merusak lingkungan.

Satu rangkaian kereta membutuhkan sekitar 973 liter air untuk sekali pencucian. Dari jumlah tersebut, sekitar 309 liter atau hampir sepertiganya berasal dari air hasil daur ulang.

Baca Juga :  OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

Sepanjang Semester I 2026, penggunaan air hasil daur ulang tersebut telah menggantikan kebutuhan sekitar 293.859 liter air bersih.

Pengelolaan tersebut menjadi contoh bahwa keberlanjutan juga dapat dilakukan melalui hal-hal yang berlangsung di balik layar. Air yang telah digunakan tidak langsung menjadi limbah, tetapi diolah dan dimanfaatkan kembali untuk mengurangi kebutuhan air bersih.

Pengguna Juga Menjadi Bagian

Ekosistem transportasi berkelanjutan tidak akan lengkap tanpa keterlibatan pengguna.

LRT Jabodebek menyediakan water station gratis di seluruh stasiun yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk mengisi ulang air minum dengan membawa botol atau wadah minum pribadi.

Fasilitas sederhana ini menjadi bagian dari upaya mendorong kebiasaan menggunakan kembali wadah minum sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Dengan demikian, keberlanjutan tidak hanya menjadi tanggung jawab operator. Pengguna pun dapat mengambil bagian melalui pilihan dan kebiasaan sederhana selama menggunakan transportasi publik.

Keseluruhan upaya tersebut membentuk satu ekosistem yang saling terhubung.

Transportasi perkotaan untuk masa depan tidak hanya tentang bagaimana masyarakat bergerak, tapi juga tentang bagaimana perjalanan, operasional, dan kebiasaan di dalamnya dapat berjalan dengan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Neuron Digital Menjadi Perusahaan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia yang Meraih BSI Kitemark™ untuk Digital Twins
Dari Transaksi jadi Retensi: Optimalisasi Accurate POS dan Bliss
Singapore Global Network Menjadi Mitra Utama Gala Dinner Eksklusif Wealth Management, Membuka Kesempatan Sponsorship Meja dalam Jumlah Terbatas
Beli Akun TikTok Affiliate, Apakah Aman? Ini Aturan dari TikTok Shop yang Jarang Dibaca
Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Layanan Perbankan dan Ekosistem Pendidikan
BRI Region 11 Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Polda DIY
Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi
Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:02

Neuron Digital Menjadi Perusahaan Teknologi Cerdas Pertama di Dunia yang Meraih BSI Kitemark™ untuk Digital Twins

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:02

Dari Transaksi jadi Retensi: Optimalisasi Accurate POS dan Bliss

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Singapore Global Network Menjadi Mitra Utama Gala Dinner Eksklusif Wealth Management, Membuka Kesempatan Sponsorship Meja dalam Jumlah Terbatas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Bank Mandiri Taspen dan ITB Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Layanan Perbankan dan Ekosistem Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

BRI Region 11 Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Polda DIY

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:02

Waskita Beton Precast Perkuat Lini Bisnis dan Jaga Kinerja Operasional melalui Efisiensi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:02

Biaya WhatsApp API Pasca 1 Oktober? Begini Cara Hitungnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:02

Momentum TEI ke-41 Dorong Ekspor dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Berita Terbaru

Teknologi

BRI Region 11 Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Polda DIY

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:02