Transportasi Rendah Emisi: 17,7 Juta Pelanggan KAI Kurangi Sekitar 420 Ribu Ton CO₂ dalam 4 Bulan - Koran Mandalika

Transportasi Rendah Emisi: 17,7 Juta Pelanggan KAI Kurangi Sekitar 420 Ribu Ton CO₂ dalam 4 Bulan

Minggu, 18 Mei 2025 - 08:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menegaskan fokus strategisnya sebagai penyedia transportasi publik rendah emisi. Berdasarkan data operasional, kereta api jarak jauh hanya menghasilkan 15,64 gram CO₂ per penumpang per kilometer, jauh lebih efisien dibandingkan mobil bensin yang menghasilkan 90–100 gram CO₂ per penumpang per kilometer, dengan asumsi dua orang per mobil.

Artinya, kereta api 6–7 kali lebih rendah emisinya dibanding kendaraan pribadi.

Dalam konteks keberlanjutan, pilihan masyarakat untuk beralih ke kereta api memiliki dampak lingkungan yang signifikan. 17,7 Juta Pelanggan = 420 Ribu Ton Emisi CO₂ Lebih Sedikit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama Januari–April 2025, KAI mencatat 17.709.671 pelanggan. Jika seluruh perjalanan rata-rata sejauh 300 km, maka:

Jejak karbon via kereta api:
17,7 juta × 300 km × 15,64 gram = ±83.300 ton CO₂

Baca Juga :  Dedikasi untuk Negeri: Bank Indonesia Dukung LindungiHutan Tanam 20.000 Pohon Bakau

Jika menggunakan mobil pribadi:
17,7 juta × 300 km × 95 gram = ±504.200 ton CO₂

Pengurangan emisi: lebih dari 420.000 ton CO₂
Setara penyerapan karbon oleh ±15 juta pohon dalam satu tahun

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peralihan ke moda berbasis rel bukan hanya mendukung efisiensi transportasi, tetapi juga bagian dari aksi nyata terhadap isu lingkungan.

“Setiap pelanggan yang memilih naik kereta adalah bagian dari solusi. Ini bukan sekadar perjalanan, tapi kontribusi langsung untuk masa depan yang lebih bersih,” ujar Anne.

Kinerja positif ini tak lepas dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan KAI. Volume pelanggan tumbuh 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu:

• 2025 (Jan–Apr): 17.709.671 pelanggan

Baca Juga :  Arfiana Maulina: Kuliah Komunikasi Rela Belajar Hukum, Berjuang Melawan Mafia Tanah dan Berkontribusi untuk Petani dan Lingkungan

• 2024 (Jan–Apr): 16.796.376 pelanggan

Rinciannya sebagai berikut:

• KA Jarak Jauh Komersial: 11.324.717 pelanggan

• KA Jarak Jauh PSO: 3.756.486 pelanggan

• KA Lokal Komersial: 596.399 pelanggan

• KA Lokal PSO: 2.032.069 pelanggan

Untuk memperluas kesadaran publik, KAI menghadirkan fitur carbon footprint di aplikasi Access by KAI. Fitur ini menampilkan estimasi emisi CO₂ dari perjalanan yang dilakukan pelanggan dan memberikan pembanding dengan moda transportasi lain.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ESG (Environmental, Social, Governance) KAI dalam mendukung target Net Zero Emission nasional tahun 2060, sejalan dengan SDGs pilar aksi iklim dan infrastruktur berkelanjutan.

“KAI memandang bahwa layanan transportasi publik tidak hanya tentang mobilitas, tapi juga keberlanjutan. KAI akan terus jadi garda depan moda ramah lingkungan di Indonesia,” tutup Anne.

Berita Terkait

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya
BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87 Persen, Apa yang Mendorongnya?

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:02

Transaksi Kripto Indonesia Naik 12,87 Persen, Apa yang Mendorongnya?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:02

Sinergi UGM, Sanggabiz, dan Komunitas Lokal: Mewujudkan Modernisasi Wellness Tourism Desa Sidorejo Berbasis Manuskrip Kuno Pawukon

Berita Terbaru