Warisan yang Terus Berevolusi: HERITAGE REIMAGINED di ASHTA District 8 - Koran Mandalika

Warisan yang Terus Berevolusi: HERITAGE REIMAGINED di ASHTA District 8

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warisan yang Terus Berevolusi: HERITAGE REIMAGINED di ASHTA District 8

ASHTA District 8 menghadirkan HERITAGE REIMAGINED, sebuah program budaya yang berlangsung pada 5–30 Agustus 2026, menghadirkan eksplorasi tentang bagaimana warisan budaya Indonesia terus menginspirasi karya-karya kontemporer melalui fashion, seni, desain, musik, dan craftsmanship.

Warisan budaya tidak hanya hidup melalui sejarah, tetapi juga melalui cara kita terus menghidupkannya. Ketika tradisi bertemu dengan kreativitas, lahirlah perspektif baru yang membuat nilai-nilai budaya tetap relevan bagi generasi masa kini. Mengangkat semangat tersebut dalam perayaan bulan Kemerdekaan Indonesia, ASHTA District 8 menghadirkan HERITAGE REIMAGINED, sebuah program budaya yang berlangsung pada 5–30 Agustus 2026, menghadirkan eksplorasi tentang bagaimana warisan budaya Indonesia terus menginspirasi karya-karya kontemporer melalui fashion, seni, desain, musik, dan craftsmanship.

Mengusung tema Where Legacy Inspires Tomorrow, HERITAGE REIMAGINED menghadirkan pengalaman terkurasi yang memperlihatkan bahwa budaya bukan sekadar sesuatu yang diwariskan, melainkan terus berkembang melalui interpretasi baru. Melalui rangkaian pameran, instalasi, hingga pengalaman kreatif, pengunjung diajak melihat bagaimana nilai-nilai tradisi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual dan desain yang relevan dengan kehidupan urban masa kini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di ASHTA, kami percaya bahwa legacy hanya akan tetap hidup ketika terus diberi ruang untuk berevolusi. Melalui Heritage Reimagined, kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman yang menghubungkan warisan wastra Indonesia dengan kreativitas masa kini. Bersama Wilsen Willim, kami mengajak masyarakat untuk melihat tenun bukan sekadar sebagai tradisi yang diwariskan, tetapi sebagai inspirasi yang terus berkembang, relevan, dan layak diapresiasi oleh generasi mendatang,” ujar Leonardo Slatter, Senior Manager Center Experience ASHTA District 8.

Baca Juga :  Apa itu Training Sertifikasi Authorized Gas Tester Energy Academy?

Algorithm: Universal Language, Ketika Tenun Menjadi Bahasa Baru

Sebagai bagian utama dari HERITAGE REIMAGINED, ASHTA District 8 menghadirkan Algorithm: Universal Language, sebuah instalasi dan pameran karya desainer Wilsen Willim yang berlangsung di Melting Pot, Ground Floor. Pameran ini mengeksplorasi bagaimana tradisi tenun Indonesia dapat diterjemahkan menjadi bahasa universal melalui fashion, musik, dan eksplorasi visual yang berpadu dengan inovasi teknik serta prinsip keberlanjutan.

Berangkat dari kekayaan pola dan struktur tenun Nusantara, Wilsen Willim menghadirkan interpretasi kontemporer yang memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak berhenti sebagai artefak masa lalu, tetapi terus berkembang sebagai sumber inspirasi bagi praktik desain masa kini. Lewat Algorithm: Universal Language, setiap pola tenun dipandang sebagai sebuah bahasa yang mampu menghubungkan identitas budaya Indonesia dengan lanskap kreatif global.

“Kami memilih palet warna yang netral agar setiap rancangan dapat dikenakan kembali dalam berbagai kesempatan sekaligus mudah dipadukan dengan wastra Nusantara yang kaya akan warna dan motif. Pada koleksi ini, Dian Sastrowardoyo tidak hanya hadir sebagai wajah kolaborasi, tetapi juga terlibat dalam proses pengembangan ide dan kurasi desain bersama tim, sehingga setiap karya lahir melalui dialog kreatif yang saling melengkapi,” ujar Wilsen Willim.

Kolaborasi yang Merayakan Wastra Indonesia

Melengkapi rangkaian pameran, HERITAGE REIMAGINED juga menjadi momen peluncuran koleksi kolaborasi eksklusif antara Wilsen Willim dan Dian Sastrowardoyo. Koleksi ini menghadirkan reinterpretasi siluet-siluet busana tradisional Indonesia, seperti Kebaya Kartini, Kebaya Kutubaru, Kebaya Janggan, Beskap, Surjan, hingga Sikepan Hussar khas Keraton Surakarta, yang diterjemahkan ke dalam bentuk busana siap pakai dengan pendekatan kontemporer.

Baca Juga :  Bolehkah Bayi Pakai Sunscreen Dewasa? Ini Jawaban dan Bedanya

Menggunakan material seperti katun, jacquard, suiting fabric, serta batik tulis Cirebon, koleksi ini menawarkan siluet yang lebih modern dengan palet warna netral, menjadikan wastra Indonesia lebih mudah dikenakan dalam keseharian tanpa kehilangan karakter dan nilai budayanya. Kolaborasi ini menjadi wujud pertemuan dua kreator dari disiplin yang berbeda, yang dipersatukan oleh visi yang sama untuk terus menghadirkan budaya Indonesia dalam cara-cara baru yang lebih dekat dengan generasi masa kini.

“Saya ingin kebaya dapat menjadi bagian dari keseharian perempuan Indonesia, dengan gaya yang lebih kasual, material yang nyaman dikenakan, namun tetap mempertahankan nilai serta identitas budayanya,” ujar Dian Sastrowardoyo.

Melalui HERITAGE REIMAGINED, ASHTA District 8 kembali memperkuat komitmennya sebagai destinasi gaya hidup yang menghadirkan pengalaman terkurasi melalui seni, budaya, dan komunitas. Lebih dari sekadar merayakan warisan budaya, program ini menjadi ruang kreatif untuk saling bertemu, berkolaborasi, dan menghadirkan pemahaman baru yang menjaga warisan Indonesia tetap hidup, terus berkembang, dan menginspirasi masa depan.

HERITAGE REIMAGINED berlangsung di ASHTA District 8 pada 5–30 Agustus 2026 dan terbuka untuk publik.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan
Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Berita Terbaru