Ekonomi Sirkular: Strategi Inovatif untuk Masa Depan yang Lebih Hijau - Koran Mandalika

Ekonomi Sirkular: Strategi Inovatif untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Selasa, 18 Februari 2025 - 22:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Model ekonomi linear mungkin tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Dominasi industri (produksi-pakai-buang) menjadi permasalahan dalam menghadapi krisis lingkungan dan keterbatasan sumber daya alam. 

Sebagai solusi, konsep ekonomi sirkular mulai diadopsi berbagai sektor bisnis dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dengan tujuan mengurangi limbah, memaksimalkan penggunaan sumber daya, dan menciptakan manfaat keberlanjutan. 

Ekonomi sirkular tidak hanya tentang mengolah kembali sampah menjadi produk baru, tetapi juga mendorong desain produk yang tahan lama, efisien, dan mudah didaur ulang. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan dari Bappenas tahun 2021, menyebutkan bahwa penerapan ekonomi sirkular di Indonesia berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 126 juta ton CO2eq pada tahun 2030. Selain itu, pendekatan ini diproyeksikan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 638 triliun dan menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru.

Baca Juga :  Prediksi Tren Smart Home Tahun 2025: Integrasi Internet of Things (IoT) dengan Manajemen Energi Cerdas

Di berbagai daerah, ekonomi sirkular telah membawa perubahan nyata bagi masyarakat. Salah satunya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, perkebunan sawit yang telah memasuki masa replanting tidak dibiarkan begitu saja. 

Lahan tersebut kini dimanfaatkan untuk budidaya jagung, peternakan ayam petelur, dan produksi pupuk organik dari limbah pabrik kelapa sawit. Hasilnya, masyarakat lokal memperoleh sumber pendapatan baru dan juga berkontribusi pada pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Sementara itu, sektor industri tekstil yang selama ini menjadi penyumbang limbah besar juga mulai berbenah. Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa dari 33 juta ton tekstil yang diproduksi setiap tahun, 1 juta ton di antaranya berakhir menjadi limbah. 

Beberapa merek fesyen di Indonesia pun mulai mengadopsi sistem daur ulang bahan baku dan memperpanjang siklus hidup produk mereka, sehingga limbah tekstil dapat dikurangi secara signifikan.

Baca Juga :  Handara Golf & Resort Bali Kembali Meraih Gelar Best Luxury Golf Resort Indonesia pada Luxury Lifestyle Awards 2025

Keuntungan ekonomi sirkular bagi bisnis tidak hanya dalam hal efisiensi operasional, tetapi juga dalam meningkatkan reputasi perusahaan.

1. Mengurangi biaya produksi dengan memanfaatkan kembali bahan baku

2. Meningkatkan daya saing melalui inovasi produk yang lebih ramah lingkungan.

3. Menarik pelanggan baru yang semakin peduli terhadap keberlanjutan

4. Mengurangi limbah dan emisi karbon.

Meskipun ekonomi sirkular menawarkan banyak manfaat, namun tetap ada tantangan. Seperti kurangnya infrastruktur daur ulang, terbiasa mengkonsumsi produk sekali pakai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung transisi ke ekonomi sirkular. 

Untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep ekonomi sirkular dan strategi implementasinya, Anda dapat mengakses e-book yang membahas seputar topik ini melalui https://tinyurl.com/ebook-ekonomisirkular. 

Berita Terkait

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”
HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+
The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue
BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan
Kemendag Kembangkan InaExport Jadi Ekosistem B2B, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor
Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging
Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:02

Kemendag Kembangkan InaExport Jadi Ekosistem B2B, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:02

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:02

Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

Berita Terbaru

Teknologi

The Pawciety Club Bawa Dunia Dog Lovers ke PIK Avenue

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:02

NTB Terkini

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:30