Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber - Koran Mandalika

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Vulnerability management semakin menghadapi tantangan karena lingkungan enterprise berubah terus-menerus. Ketika assessment dilakukan terlalu jarang, hasil yang diterima tim keamanan dapat segera tertinggal setelah aplikasi, infrastruktur, atau konfigurasi berubah.

Zentara melihat empat perubahan penting dalam pendekatan vulnerability management: assessment on demand, prioritisasi berdasarkan exploitability, output yang langsung terhubung ke workflow, dan penggunaan tenaga ahli untuk melakukan validasi mendalam.

Melalui AVAS, komponen lingkungan enterprise dapat dipindai secara paralel. Menurut Zentara, full enterprise assessment dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit. Hal tersebut memungkinkan assessment dilakukan setelah release besar, perubahan infrastruktur, atau ketika vulnerability kritis baru dipublikasikan.

Prioritas juga tidak hanya ditentukan oleh CVSS. AVAS menggunakan sinyal exploitability, informasi threat feed, status known-exploited vulnerability, peran aset dalam bisnis, dan sinyal predictive modelling untuk membantu menentukan temuan yang perlu mendapat perhatian.

Pendekatan tersebut menempatkan vulnerability assessment platform sebagai bagian dari vulnerability assessment services, bukan sebagai pengganti validasi manusia.

Baca Juga :  Kebijakan Golden Share AS Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional

Automation dapat membantu menemukan dan memprioritaskan kerentanan, tetapi pembuktian dampak tetap membutuhkan pengujian manual. Dalam praktiknya, certified testers dapat melakukan exploitation dan lateral movement dalam scope yang telah diotorisasi untuk membuktikan bagaimana sebuah rangkaian kelemahan dapat memengaruhi aset penting.

Dengan assessment yang lebih cepat dan output yang dapat dihubungkan ke SOC, SIEM, serta DevSecOps, vulnerability management dapat bergerak dari proyek berkala menjadi proses yang lebih berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia
Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma
Bitcoin Kembali Ditolak $87.000, Ini Skenario Harga BTC Berikutnya
BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:02

Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02

Liburan Berubah Jadi Perawatan Jantung, Hampir Rp100 Juta Manfaat Cair untuk Nurma

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Krekot Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

BRI BO Kelapa Gading Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:02

Ika Afifah Terpilih sebagai Salah Satu dari 30 Perempuan ASEAN & Australia yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru