Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya - Koran Mandalika

Pentingnya Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya

Kamis, 16 April 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Industri pertambangan tak hanya berkutat pada kegiatan ekstraktif, melainkan juga melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas.

Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis.

Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional.

Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Meski demikian, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75% kapasitas peleburan.

Baca Juga :  Weekend Pertama Juli 2026 Ungguli 2 Weekend Terakhir Juni 2026 Pada Periode Liburan Sekolah, Lebih dari 45 Ribu Pelanggan Gunakan KA dari Daop 2 Bandung

Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas.

Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional.

Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO).

Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja.

Baca Juga :  MLV Teknologi Membantu Memodernisasi Kantor dengan Solusi Crestron untuk Efisiensi Maksimal

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi.

Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik.

“Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu,” pungkas Yayan.

Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik.

Yayan juga menyoroti bahwa pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional.

Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging
Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos
Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali
Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM
“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia
BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia
KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026
PTPN III Perkenalkan Platform Digital Terintegrasi dalam Forum Inovasi Teknologi Danantara 2026

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:02

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:02

Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02

Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:02

“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

PTPN III Perkenalkan Platform Digital Terintegrasi dalam Forum Inovasi Teknologi Danantara 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21

BRI BO Gunung Sahari Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru

Teknologi

Tips Traktir Teman ketika Ulang Tahun agar Tidak Boncos

Jumat, 9 Okt 2026 - 20:02