Zero Frambusia, Pemkab Loteng Terima Penghargaan Kemenkes - Koran Mandalika

Zero Frambusia, Pemkab Loteng Terima Penghargaan Kemenkes

Rabu, 6 Maret 2024 - 23:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) menerima penghargaan kabupaten bebas penyakit atau zero frambusia dari Kemenkes RI pada peringatan hari neglected tropical diseases (NTDs) atau penyakit tropis terabaikan sedunia 2024.

Hari NTDs diperingati tiap 30 Januari yang kini menjadi salah satu dari 13 kesehatan WHO yang mengangkat tema *Bersatu dan Beraksi Mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tropis Terabaikan*.

Penghargaan berupa sertifikat dari Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin diterima secara langsung Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri di Grand Ballroom Hotel Sahid Jakarta pada Sabtu (6/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Loteng Suardi dan Kabid P3KL Putra Wangsa.

Pemkab Loteng merupakan salah satu dari 99 kabupaten se-Indonesia yang meraih penghargaan ini.

Perlu diketahui penyakit Frambusia adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum Pertenue.

Biasanya melanda negara-negara tropis yang mempunyai sanitasi buruk, di mana dapat menular melalui cairan dan kulit yang terluka.

Baca Juga :  BBPOM Mataram Siap Dampingi Pengusaha Disabilitas Miliki Izin Edar

Resiko terburuk akibat penyakit kulit ini adalah penampilan fisik atau gangguan sosialisasi. Oleh sebab itu, Kemenkes RI menaruh perhatian serius terhadap penyakit ini lantaran sifatnya yang menular menahun dan sering kambuh.

Bupati Lombok Tengah Pathul Bahri mengatakan melalui dinas kesehatan dengan 29 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan telah berhasil menekan munculnya penyakit tersebut selama sekian puluh tahun.

“Alhamdulillah, berkat upaya yang dilakukan secara sungguh-sungguh secara bersama. Baik lintas program, lintas sektor, organisasi profesi kesehatan, elemen masyarakat dan dukungan Dinas Kesehatan Provinsi NTB,” kata Pathul, Rabu (6/3).

Ketua DPD Gerindra NTB itu mengucapkan terima kasih kepada dinas kesehatan dan semua dinas terkait bahwa sejak 2023 Loteng meraih STBM 5 PILAR.

“Tahun ini Loteng meraih kabupaten bebas frambusia,” ujar Pathul.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dikes Loteng Suardi berkomitmen untuk terus mempertahankan kabupaten Loteng bebas frambusia untuk tahun-tahun yang akan datang dengan upaya-upaya pencegahan strategis.

Baca Juga :  2023, Kasus DBD di Lombok Tengah Meningkat

“Butuh sinergitas untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan kolaborasi dan kerja sama dalam mendukung Indonesia Bebas Frambusia pada 2027,” ucap kepala dinas bergelar doktor itu.

Dia menilai, bupati memberikan dukungan penuh di bidang kesehatan. Terbukti dengan menyekolahkan gratis anak yatim tahfiz Qur’an untuk menjadi dokter.

Pathul dinilai telah berusaha keras dalam menyiapkan kuantitas SDM kesehatan, universal health coverage (UHC), membangun sarana puskesmas, rehabilitasi pustu, dan polindes.

Tidak hanya itu, mantan Wakil Bupati Loteng utu juga mendorong peningkatan status Puskesmas Kopang menjadi Rumah Sakit Pratama.

“Beliau juga berupaya meningkatkan Rumah Sakit Praya dari tipe C menjadi tipe B,” ungkap Suardi.

Dengan harapan akses pelayanan rujukan cepat terlayani, terjangkau, dan kualitas pelayanan makin baik yang pada akhirnya derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat menuju Lombok Tengah Bersatu Jaya. (red)

Berita Terkait

Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung (Aritmia)
Libatkan 7 Sekolah, BBPOM Mataram Gelar Bimtek Keamanan Pangan di Sekolah Batch 2
BBPOM Mataram Siap Dampingi Pengusaha Disabilitas Miliki Izin Edar
BBPOM Mataram Pastikan Keamanan Pangan Bagi Kelompok Disabilitas
Siap Naik ke Tipe B, RS Manambai Butuh Dokter Subspesialis, Pemprov Diminta Siapkan Insentif
Kasus TBC di NTB Cukup Tinggi, Ayo Pakai Masker!
Resmikan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda, Menkes Harap jadi Pusat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Pernikahan Anak di Lombok Tengah Viral, Menkes: Ancaman Bagi Keturunannya

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:00

Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja untuk Masa Depan Lebih Terencana

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:00

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00

Fortifikasi Beras Massal Jadi Solusi Atasi Krisis Kelaparan Tersembunyi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00

BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Sepuluh Hari Beroperasi dengan Rangkaian Baru, KA Cikuray Catat Okupansi Lebih dari 138 Persen

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

BRI Region 6 Tingkatkan Literasi Digital melalui Program Pendidikan Crypto bagi Pekerja

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

Leaders as Coaches: Membangun Pemimpin Inspiratif untuk Mendorong Kinerja Berkelanjutan di BRI Regional 6

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00

5 Kebiasaan Belanja yang Kini Berubah Berkat QRIS

Berita Terbaru