64 Masinis KAI Resmi Kendalikan Seluruh Perjalanan Kereta Cepat Whoosh - Koran Mandalika

64 Masinis KAI Resmi Kendalikan Seluruh Perjalanan Kereta Cepat Whoosh

Rabu, 3 September 2025 - 16:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 64 masinis PT Kereta Api Indonesia (Persero) kini resmi mengendalikan seluruh perjalanan kereta cepat Whoosh. Kepercayaan ini menjadi bukti nyata kesiapan SDM KAI yang telah menempuh proses panjang pendidikan, pelatihan, serta sertifikasi berlapis hingga memenuhi standar keselamatan kelas dunia.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan, masinis adalah ujung tombak operasional kereta api. Profesi ini menuntut konsentrasi tinggi, kondisi fisik prima, dan penguasaan penuh terhadap aturan operasional perkeretaapian. Karena itu, KAI menyiapkan jalur pendidikan yang ketat dan bertahap sebelum seorang calon masinis benar-benar dipercaya memimpin perjalanan kereta api.

Para calon masinis terlebih dahulu dididik di Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) Sofyan Hadi Bekasi untuk sarana listrik serta Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo Yogyakarta untuk sarana non-listrik. Pendidikan dasar berlangsung sekitar delapan bulan, meliputi pembentukan pribadi efektif, pendidikan awak sarana pratama, praktik di dipo, praktik langsir, hingga praktik dinas KA. Seluruh tahapan itu disertai ujian ketat dengan sertifikasi sebagai syarat mutlak kelulusan. Setelah lulus, mereka melanjutkan jenjang bertahap dari Awak Sarana Pratama, Muda, hingga Madya, dengan total jam perjalanan mencapai puluhan ribu kilometer.

Khusus untuk pengoperasian Whoosh, para masinis dipilih dari jajaran masinis KAI yang telah memiliki pengalaman minimal 3.000 jam dinas mengemudikan kereta api, atau setara dengan 100.000 kilometer perjalanan. Sejak Februari 2023, mereka menjalani program intensif yang dimulai dengan teori di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun mencakup dasar-dasar kereta cepat, keterampilan teknis, serta regulasi keselamatan. Tahapan berikutnya adalah praktik langsung di Depo Tegalluar dan lintas pelayanan Whoosh, termasuk penggunaan simulator untuk mematangkan keterampilan.

Proses berlanjut dengan magang bersama masinis profesional dari Tiongkok di lintas operasional Whoosh. Selama satu tahun penuh mereka menjalani observasi, pengoperasian langsir dan kereta tanpa penumpang, hingga akhirnya mengemudikan kereta berpenumpang dengan pendampingan. Total, setiap masinis menempuh lebih dari 50.000 kilometer pengalaman praktik nyata sebelum mengikuti uji sertifikasi resmi. Setelah dinyatakan lulus, mereka mulai bertugas mengoperasikan Whoosh secara mandiri dengan tetap menjalani pendampingan sesuai kebijakan perusahaan.

Baca Juga :  iFLYTEK Mempercepat Ekspansi AI Tiongkok di Asia Tenggara melalui Partisipasi Ketiga Berturut-turut di Techsauce

“Para masinis KAI mampu menuntaskannya hanya dalam satu setengah tahun. Hal ini dimungkinkan karena kualitas mereka yang telah terbentuk dari pengalaman panjang di KAI, ditopang pendidikan dan pelatihan yang sistematis,” jelas Anne.

Kini terdapat 64 masinis KAI yang diperbantukan di KCIC yang mengawal 62 perjalanan Whoosh per hari. Mereka hadir sebagai sosok profesional yang menggabungkan disiplin pendidikan, ketangguhan pengalaman, serta penguasaan teknologi modern dalam setiap perjalanan.

“Penugasan ini menegaskan bahwa masinis KAI unggul dan adaptif dalam mengoperasikan kereta api hingga kereta cepat dengan standar keselamatan tertinggi. Semua ini menunjukkan bahwa SDM KAI adalah aset berharga dalam menghadirkan transportasi modern yang aman, nyaman, dan membanggakan bangsa,” tutup Anne.

Berita Terkait

Tak Harus Jadi Komika, Zie Brb Ajak Pembaca Mencoba Stand-up Comedy lewat Buku Pertamanya
Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji
PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026
BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja
Lewat BRILiaN Culture Festival, BO Segitiga Senen Tumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Kerja
Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086
Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:02

Tak Harus Jadi Komika, Zie Brb Ajak Pembaca Mencoba Stand-up Comedy lewat Buku Pertamanya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:02

Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:02

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:18

BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Ekspor Timur Tengah Naik, Harga WTI Berpotensi Lanjut Turun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Simak Level 4.109–4.086

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:02

Tigo AI Hadirkan Alur Distribusi Iklan Terintegrasi ke Berbagai Platform Digital

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:02

Pastikan Kualitas Rumah Subsidi bagi MBR, BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Buana Subang Raya 2

Berita Terbaru

Teknologi

Gempa Mengguncang, Mutu Tulangan Beton Ikut Diuji

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02

Teknologi

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:02