Perkuat Ekosistem Digital Malang, Indigo Hadirkan Dialog Ekosistem Inspiratif - Koran Mandalika

Perkuat Ekosistem Digital Malang, Indigo Hadirkan Dialog Ekosistem Inspiratif

Selasa, 26 November 2024 - 09:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indigo berkolaborasi dengan komunitas Malang untuk memperkuat ekosistem startup dan teknologi lokal, melalui acara yang dihadiri pelaku industri dan mahasiswa.

Indigo kembali sukses menggelar Ecosystem Dialogue pada Sabtu, 9 November 2024, bertempat di Amphitheater 2, Malang Creative Center (MCC). Talk show kolaboratif bersama Startup Singo Edan (STASION) dan Malang Design Wave (MDW) merupakan inisiasi Indigo dalam memfasilitasi pelaku industri kreatif dan teknologi di Malang dalam memperluas wawasan dan koneksi di industri ini. 

Pada kesempatan ini Indigo menghadirkan beberapa pembicara dari pemangku kepentingan masing-masing industri kreatif dan teknologi untuk membahas masa depan bisnis kreatif dan teknologi di Malang. Talk show dimulai pada sekitar pukul 13:45 hingga 17:15 dan dibagi menjadi 2 sesi menarik yang menghadirkan pembicara yang berbeda di tiap sesinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesi pertama bertajuk “Malang Digital Ecosystem Dialogue” yang menyoroti tantangan dan peluang startup di era digital, serta bagaimana ekosistem digital di Kota Malang. Dalam sesi ini melibatkan beberapa narasumber berikut: Deny Aryanto (GM Telkom Witel Jatim Barat), Pandu Yanuar Sulistyo (Kabid APTIKA Kominfo Kota Malang), Dimas Fakhrudin (Ketua ADGI Chapter Malang), Misbakhul Mustofin (Koordinator AGILE Malang), dan M Ziaelfikar Albaba (Business Community Lead IndigoSpace Malang) sebagai moderator.

Image

“Ekosistem itu maknanya tiap anggota di dalamnya dapat bertukar resources dengan sharing ilmu, pengalaman, dan lain-lain, yang tujuannya biar ekosistemnya dapat berjalan,” ungkap Misbakhul Mustofin. “Sepengamatan saya, di Malang sendiri sudah termasuk ‘agile’, dalam artian Malang sudah punya ekosistem ini yang adaptif dan people oriented,” lanjutnya.

Sesi kedua dilanjut dengan pembahasan tentang trend desain dan teknologi terkini dalam industri kreatif yang bertajuk “Wave of Industries 2024” dengan menghadirkan pembicara sebagai berikut: Anggi Krisna (Koordinator Malang Creative Author), Tony Midi (Ilustrator & Founder Wolfwordeer), Akhlufnie Ramadhan (Business Development DOT Indonesia), dan Fariz Rizky Wijaya (Co-Founder & Design Lead Indiekraf Indonesia) sebagai moderator.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-81 RI, KAI Bandara Layani 41.483 Penumpang di Yogyakarta

Dalam talk show ini juga mengundang interaksi bersama audiens dalam sesi tanya-jawab yang disambut dengan antusias. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah mengenai bagaimana caranya mempertahankan fokus di industri, utamanya industri desain.

“Bisa dengan membangun personal branding dan stay dengan karakter atau style sendiri,” ucap Tony Midi. “Industri sekarang di tahun 2024 juga masih winter tech, belum tahu ke depannya akan seperti apa, intinya tetap dijalankan saja projek maupun pekerjaannya. Apalagi sekarang sudah ada AI, sudah ada teknologi yang bisa membantu pekerjaan, tinggal bagaimana kita bijak memanfaatkannya,” sambung Akhlufnie Ramadhan.

Sesi talk show kemudian ditutup dengan pemaparan informasi singkat mengenai event MDW yang masih selaras dengan materi sesi kedua karena merayakan bulan desain di Malang Raya. Event tersebut terbuka untuk umum dengan sistem open collaborator yang dapat diikuti oleh pelaku industri kreatif se-Malang Raya, utamanya pada industri desain.

Image

Acara ini disambut baik oleh peserta, mulai dari pelaku startup, studio, hingga mahasiswa. Dengan kolaborasi yang kuat antara Indigo dengan STASION, MDW, hingga Festival Mbois, ADGI Malang, Malang Creative Author, Agile Malang, MCC, dan Indiekraf, diharapkan acara ini mampu membuka wawasan baru bagi pelaku industri kreatif dan digital di Kota Malang.

Lebih lanjut, Indigo juga membuka program-program inkubasi yang dapat mendukung startup di Indonesia, termasuk di Malang, dalam mengembangkan bisnisnya. Kolaborasi antar stakeholder mulai dari pemerintah hingga komunitas kreatif di Kota Malang, diharapkan dapat menjadi wadah untuk mendukung dan memperkuat ekosistem digital di kota ini. 

“Saya yakin dengan kegiatan seperti ini nantinya akan banyak ruang kolaborasi, dari Indigo, pemerintah kota, startup, atau pun komunitas di Kota Malang, untuk nantinya saling memperkuat dan bertukar informasi, saling menjajaki kemungkinan pengembangan untuk mendukung ekosistem digital di Kota Malang. Harapannya dengan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, seperti sekarang di acara indigo dan FMIX (read. Festival Mbois 9), bisa terus berlanjut dengan format-format berikutnya, entah itu FM 1o ataupun event lainnya.” terang Pandu Yanuar Sulistyo perwakilan dari Dinas Kominfo Kota Malang saat ditemui pada Sabtu (7/11/2024).

Baca Juga :  4 Keuntungan Deposito WOW di neobank

“Saya pikir ini penting sekali sebagai pendorong Kota Malang yang punya cita-cita sebagai kota kreatif kelas dunia, sehingga dengan kegiatan serupa ini kita dapat memberikan dampak yang luar biasa, tidak hanya bagi Kota Malang, tetapi juga Indonesia dan dunia,” tutupnya.

“Indigo diharapkan dapat membantu menghadirkan talenta kreatif yang mampu memberikan solusi-solusi bagi ekosistem berbasis digital, melihat saat ini salah satu pilar pertumbuhan ekonomi adalah bagaimana kita bisa memberikan pertumbuhan yang berdaya saing. Besar harapan kami dengan event seperti ini dapat dilanjutkan secara terstruktur dan terukur agar hasil yang diperoleh hari ini dapat dilanjutkan secara berkesinambungan dengan konsep beriringan, baik dari pengambil keputusan, penyelenggara industri maupun lembaga yang menaungi untuk dapat berkiprah jauh lebih baik lagi,” tutup  Deny Aryanto, GM Telkom Witel Jatim Barat.

Dimulai pada tahun 2013, program inkubasi Indigo telah membawa semangat untuk mengakselerasi startup digital Indonesia agar dapat melahirkan berbagai inovasi hasil karya anak bangsa dari berbagai sektor. Program Indigo telah berhasil membina lebih dari 200 startup dari berbagai industri di Indonesia, dengan memberikan pembinaan berupa mentoring, dukungan pendanaan, hingga akses ke jaringan investor, dan membuka jalan bagi startup untuk berkolaborasi dengan Telkom.

Berita Terkait

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini
KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026”
BRI Finance Tawarkan Bunga Mobil Baru Mulai 3,33%, Dorong Pembiayaan yang Terencana
BRI Finance Optimistis Industri Multifinance Tumbuh di Tengah Dinamika Ekonomi Global
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 18 Persen pada September 2026
Bangun Budaya Transportasi Publik Sejak Dini, Hampir 39 Ribu Anak Ikuti Edutrain LRT Jabodebek
Mau ke Bandung Naik Whoosh Pagi? Bisa Naik LRT Jabodebek yang Uji Coba Berangkat dari Dukuh Atas Pukul 05.30 WIB
LRT Jabodebek Perpanjang Uji Coba Keberangkatan Pukul 05.30 WIB hingga Akhir Oktober

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 18:58

Dekat Pantai dan Sirkuit, Raja Hotel Kuta Mandalika Jadi Primadona Baru Pariwisata Lombok

Senin, 13 April 2026 - 09:49

Pesona Wisata Kokoh Lenek di Desa Lantan, Surga Tersembunyi di Kaki Rinjani

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:14

Menyusuri Warisan Hidup India: Perjalanan Lintas Budaya Para Konten Kreator

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:44

Peluncuran Green Paradise dan Aktivasi HCF Group Bawa Angin Segar Pariwisata Lombok

Kamis, 11 September 2025 - 19:49

Bondjeroek Culture Festival 2025: Menghidupkan Merangkat, Menyelami Gastronomi Sasak dalam Ritual Tradisi

Rabu, 10 September 2025 - 15:15

Hadirnya Samara Lombok Buka Ribuan Lowongan Kerja

Sabtu, 21 Juni 2025 - 21:27

Pembangunan di Tanjung Aan Diharapkan Beri Manfaat Sosial dan Ekonomi Masyarakat, ITDC Mohon Dukungan

Sabtu, 21 Juni 2025 - 20:37

Saran Menteri HAM: Atur Posisi Bangunan Tanpa Ubah Kondisi Tanjung Aan

Berita Terbaru

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Teknologi

Kirim Uang ke Keluarga Beda Bank? Perhatikan Hal Ini

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:02