Kepala KPP Pratama Praya Optimistis Penerimaan Pajak Capai Target Rp 529 Miliar - Koran Mandalika

Kepala KPP Pratama Praya Optimistis Penerimaan Pajak Capai Target Rp 529 Miliar

Senin, 26 Februari 2024 - 22:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Praya Widi Pramono silaturahmi dengan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Praya Widi Pramono silaturahmi dengan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Praya Lombok Tengah (Loteng) Widi Pramono optimistis penerimaan pajak mencapai target Rp 529 miliar tahun ini.

Menurut Widi, kenaikan APBD di Kabupaten Loteng dan Lombok Timur yang menjadi wilayah binaan memberi stimulus pada perekonomian daerah.

“Itu yang membuat kami cukup optimistis bahwa target tersebut bisa terpenuhi,” kata Widi saat silaturahmi dengan Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri, Senin (26/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala KPP yang baru saja bertugas di Loteng itu menjelaskan pada 2023, KPP Pratama Praya diberikan target mengumpulkan pajak pusat sebesar Rp 447 Miliar.

“Pada 2023, KPP Pratama Praya berhasil menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp 470 miliar atau 105 persen dari target,” ujar Widi.

Pembayaran pajak tersebut berasal dari wajib pajak yang berdomisili di Loteng sebesar Rp 254 miliar.

Baca Juga :  Kisruh Pajak Bakso, Bappenda Lombok Tengah Ungkap Fakta Baru

“Penerimaan pajak dari Loteng lebih tinggi dibandingkan Lombok Timur. Sebab, di Loteng ada bandara internasional dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” jelas Widi.

Pihaknya berterimakasih kepada Bupati Loteng atas kesadaran masyarakat yang cukup tinggi dalam hal kewajibannya membayar pajak.

“Makin besar pajak yang bisa dihimpun dari masyarakat, tentu akan kembali ke masyarakat dalam bentuk program pembangunan dari APBN maupun APBD,” tutur Widi.

Sebagai gambaran tahun lalu, pusat mentransfer Rp 1,8 triliun untuk Loteng, atau sekitar 78% dari penerimaan APBD yang berjumlah Rp 2,3 triliun.

“Sebagian besar program pembangunan di Loteng itu berasal dari pajak yang dibayar masyarakat. Kesadaran masyarakat Loteng untuk membayar pajak perlu terus ditingkatkan,” ungkap Widi.

Pihaknya mengaku akan fokus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak. Baik pajak penghasilan orang pribadi maupun pajak dari badan usaha.

Baca Juga :  MGPA Ajak Warga Ngabuburit Sekalian Bukber Sambil Nikmati Keindahan Sirkuit

Salah satu indikator peningkatan kesadaran pajak masyarakat adalah tingkat kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan pajak penghasilan.

Sementara itu, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri mengungkapkan silaturrahmi adalah bagian yang harus dipertahankan.

Sebab, dengan banyak bersilaturahmi maka segala urusan akan selesai dan hubungan juga makin erat.

Terlebih lagi, KPP Pratama Praya merupakan mitra kerja dalam membangun Loteng lebih baik.

“Soal kewajiban membayar pajak, masyarakat Loteng sangat taat dan patuh pada aturan,” kata Pathul.

Menurut Ketua DPD Gerindra NTB itu, tingginya kesadaran masyarakat membayar pajak secara tidak langsung sudah membantu pemerintah dalam pembangunan.

Sebab, dari hasil pajak yang terkumpul akan kembali ke masyarakat .

Namun, itu berbentuk program yang bisa dinikmati kembali.

“Kami ingatkan dan mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan, termasuk membayar pajak tepat waktu,” ucap Pathul. (*)

Berita Terkait

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia
Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun
Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram
Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya
Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50

Dua Alat Bukti Cukup, Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Jadi Tersangka

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:28

Uang Rp50 Ribu Jadi Umpan, 7 Anak Jonggat Diduga Jadi Korban

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:12

Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll DLH Lombok Tengah, Empat Tersangka Resmi Ditahan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:42

Hutang Berujung Maut, Penyidik Satreskrim Polresta Mataram Tetapkan Satu Tersangka

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:01

Ahli Pidana dari JPU Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Bisa Menjerat Pemberi

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:58

Suliadi Protes Tuntutan Berat Kasus Sewa Tower: Saya Hanya Warga Biasa

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:53

Sekda Lombok Tengah Jadi Saksi, Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Dump Truck

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:05

Sekda Lombok Tengah Dipanggil Jaksa, Pemeriksaan Berkaitan dengan Kasus Dump Truck?

Berita Terbaru