Pemerintah AS Bakal Borong Bitcoin, Apa yang Terjadi Selanjutnya? - Koran Mandalika

Pemerintah AS Bakal Borong Bitcoin, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Sabtu, 15 Maret 2025 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayangkan jika suatu hari harga Bitcoin (BTC) tiba-tiba meroket, bukan karena lonjakan investor ritel atau institusi besar, tetapi karena satu negara superpower mulai memborongnya dalam jumlah besar. Inilah skenario yang sedang ramai dibicarakan dalam dunia kripto: rencana Amerika Serikat untuk membeli 1 juta BTC dalam lima tahun ke depan melalui kebijakan yang disebut Bitcoin Act 2025.

Tapi, apa sebenarnya tujuan AS melakukan hal ini? Bagaimana dampaknya terhadap harga Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan? Dan yang paling penting, apakah ini berarti saatnya untuk ikut investasi sebelum harga melonjak?

Mengenal Bitcoin Act 2025

Bitcoin Act 2025 adalah wacana yang menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan mulai mengakumulasi Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjangnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika benar terjadi, ini akan menjadi langkah besar dalam sejarah ekonomi digital karena belum ada negara besar lain yang secara terbuka mengadopsi Bitcoin dalam jumlah sedemikian besar.

Tujuan dari kebijakan ini diyakini meliputi:

Lindung nilai terhadap inflasi yang makin tinggi

Mempertahankan dominasi AS dalam ekonomi digital global

Menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan negara seperti emas

Mencegah negara lain menguasai pasar kripto lebih dulu

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemerintah AS, diskusi mengenai kebijakan ini sudah memicu banyak spekulasi dan pergerakan di komunitas kripto.

Kenapa AS Mau Borong 1 Juta Bitcoin?

Ada beberapa alasan strategis mengapa pemerintah AS tertarik untuk mengumpulkan Bitcoin sebanyak ini.

Mengatasi Inflasi Dolar

Bitcoin memiliki suplai terbatas hanya 21 juta BTC, sedangkan dolar AS terus dicetak dalam jumlah besar. Jika inflasi terus meningkat, Bitcoin bisa menjadi alternatif cadangan yang lebih stabil daripada uang fiat.

Baca Juga :  Squidl Tampil Sebagai Finalis ETHGlobal Singapore 2024, Bawa Nama Indonesia di Kancah Hackathon Global

Mempertahankan Dominasi di Dunia Kripto

Saat ini, negara-negara lain seperti El Salvador sudah lebih dulu mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi. Jika AS tidak segera bertindak, mereka bisa kehilangan posisi dalam persaingan ekonomi digital global.

Mengamankan Cadangan Devisa Digital

Selama ini, dolar AS menjadi cadangan devisa utama bagi banyak negara. Namun, dengan meningkatnya adopsi kripto, Bitcoin bisa menjadi aset strategis yang tak kalah penting untuk disimpan oleh pemerintah.

Mengendalikan Regulasi Kripto

Dengan memiliki Bitcoin dalam jumlah besar, AS bisa memiliki kontrol lebih terhadap regulasi dan arah perkembangan industri kripto di masa depan.

Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

Jika rencana ini benar-benar terjadi, dampaknya bisa sangat besar bagi ekosistem kripto.

Harga Bitcoin Bisa Melonjak Tajam

Permintaan besar dari pemerintah AS bisa membuat harga Bitcoin naik drastis. Mengingat jumlah BTC yang terbatas, pembelian dalam skala besar bisa menciptakan tekanan beli yang signifikan.

Saat artikel ini ditulis (14/03/2025), harga BTC/IDR di market Bittime berada di level $81.964, dengan penurunan 1.75% selama 24 jam terakhir. 

Sumber: Harga BTC/USDT di Market Bittime

Sentimen Positif terhadap Kripto

Selama ini, kebijakan AS terhadap kripto cenderung ketat. Jika pemerintah mulai mengadopsi Bitcoin sebagai aset strategis, kemungkinan besar regulasi akan lebih ramah terhadap industri ini.

Negara Lain Bisa Ikut-ikutan

Jika AS sukses dengan strategi ini, negara lain mungkin akan mengikuti jejaknya. Ini bisa menciptakan efek domino yang mempercepat adopsi Bitcoin sebagai aset global.

Tantangan dan Kontroversi

Meski terdengar menarik, Bitcoin Act 2025 juga menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga :  Integrasikan API Tanda Tangan ke Aplikasi Anda dengan Mudah

Regulasi dan Penolakan Politik

Tidak semua pihak dalam pemerintahan AS setuju dengan adopsi Bitcoin. Ada kemungkinan kebijakan ini mendapat penolakan dari beberapa anggota parlemen yang skeptis terhadap kripto.

Volatilitas Harga Bitcoin

Bitcoin dikenal memiliki harga yang fluktuatif. Pemerintah harus mempertimbangkan risiko ini sebelum menjadikannya sebagai bagian dari cadangan negara.

Dampak terhadap Dolar AS

Jika Bitcoin mulai digunakan sebagai aset cadangan utama, bisa saja nilai dolar AS mengalami dampak negatif di pasar global.

Kesimpulan

Jika Bitcoin Act 2025 benar-benar dijalankan, ini bisa menjadi momen penting dalam sejarah keuangan dunia. Dengan pembelian 1 juta BTC oleh pemerintah AS, harga Bitcoin bisa naik tajam, regulasi mungkin lebih ramah terhadap kripto, dan negara lain bisa mengikuti langkah yang sama.

Namun, tantangan besar masih menghadang, termasuk faktor politik, volatilitas harga, dan dampak terhadap ekonomi global.

Bagi investor individu, ini bisa menjadi sinyal bahwa Bitcoin akan semakin diakui sebagai aset bernilai tinggi.

Untuk terus mendapatkan informasi terbaru seputar Bitcoin dan dunia kripto, kunjungi Bittime Blog dan pelajari lebih lanjut strategi investasi terbaik di era digital. 

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Tuntas, Ini Juaranya
Dorong Keuangan Berkelanjutan, Bank Raya Raih Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Award 2026
276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge
Prediksi USDJPY Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Kenaikan ke 158.427
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282
Perkuat Angkutan Komoditas Pangan, KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport Tandatangani Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya dengan Kereta Api
Global Business Chinese BINUS University Hadirkan Program Joint Degree Pertama Bersama South China University of Technology
September to Remember, Sebulan Penuh Keseruan di Mall of Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:02

Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Tuntas, Ini Juaranya

Jumat, 18 September 2026 - 12:02

Dorong Keuangan Berkelanjutan, Bank Raya Raih Indonesia Sustainable Business & ESG Excellence Award 2026

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

276 Young Leaders PFmuda 2026 Ditantang Ubah Masalah Menjadi Solusi Berdampak melalui Case Challenge

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

Prediksi USDJPY Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Kenaikan ke 158.427

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Soroti Potensi Penurunan ke 4.282

Jumat, 18 September 2026 - 11:02

Global Business Chinese BINUS University Hadirkan Program Joint Degree Pertama Bersama South China University of Technology

Jumat, 18 September 2026 - 10:02

September to Remember, Sebulan Penuh Keseruan di Mall of Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 10:02

Bittime Soroti Hasil FOMC September 2026 dan Dampaknya terhadap Pasar Kripto

Berita Terbaru