Nyaris Bentrok dengan Preman, Warga Selong Belanak Keukeuh Tolak Supermarket - Koran Mandalika

Nyaris Bentrok dengan Preman, Warga Selong Belanak Keukeuh Tolak Supermarket

Jumat, 25 April 2025 - 16:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Selong Belanak nyaris bentrok dengan orang suruhan pemilik supermarket. Warga menolak pembangunan ritel modern (tangkapan layar)

Warga Selong Belanak nyaris bentrok dengan orang suruhan pemilik supermarket. Warga menolak pembangunan ritel modern (tangkapan layar)

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Sejumlah masyarakat Desa Selong Blanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersitegang dengan ‘preman’ atau orang suruhan milik perusahaan ritel modern yang hendak buka di wilayah tersebut.

Hal itu diduga dipicu karena adanya pendirian supermarket yang tak mengantongi izin dari pemerintah maupun warga setempat.

Dalam video yang diterima media ini, tampak sejumlah warga Desa Selong Blanak terlibat saling dorong dengan orang sewaan perusahaan. Terlihat warga menolak untuk memberikan izin menurunkan barang dari kendaraannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu pun menyebabkan situasi semakin memanas bahkan hampir menyebabkan adu pukul di lokasi bangunan supermarket tersebut. Terpantau juga sejumlah emak-emak terlihat ikut marah dengan sikap para preman itu yang ngotot hendak menurunkan barangnya.

Salah satu warga Desa Selong Blanak, Lalu Sikir, mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena tak adanya izin pembangunan supermarket tersebut. Ia menilai sampai saat ini pihak perusahaan belum mampu menunjukkan ke masyarakat.

“Bagaimana kami tidak marah, mereka tiba-tiba mau menurunkan barang mereka. Tanpa ada izin dari pemerintah dan kami sebagai masyarakat setempat,” kata Sikir kepada media, Jumat (25/4/2025).

Menurut Sikir, yang membuat situasi sangat semakin mencekam. Warga sekitar melihat puluhan orang sewaan yang berjejer di depan ritel untuk melawan jika adanya penolakan dari masyarakat.

Baca Juga :  Siap Adu Data Kepemilikan Lahan Bumbangku, Andre Yakub: Jika Dia Menang, Saya Kasih Rp 1 Miliar

“Ini lah yang membuat kami semakin marah. Mereka ini membawa preman dari luar seolah menantang kami sebagai masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan juga, orang lapangan perusahaan diduga memalsukan tandatangan sandingan warga sekitar. Hal itu dinilai akan menjadi syarat untuk mengajukan izin di pemerintahan.

“Katanya pada warga di bawah untuk membuat sertifikat lahan. Tapi tidak lama kemudian kami melihat ada bangunan supermarket. Kan bingung kita, tiba-tiba ada,” bebernya.

Tak itu saja, bangunan tersebut berdiri tanpa menyediakan area parkir yang layak. Ia menyebut supermarket itu akan mengganggu akses jalan masyarakat.

“Bagaimana bisa pemerintah memberikan izin pembangunan ini. Masak ada supermarket tidak punya parkir, jangan sampai nanti pembeli mereka parkir di jalan yang akan mengganggu aktivitas warga,” ucap Sikir.

Setali tiga uang, warga lainnya, Lalu Purna, menjelaskan, adanya pembangunan ini dinilai akan mencekik pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu dikarenakan bangunan itu persis di area warung masyarakat.

“Ini kan sama saja mau membunuh masyarakat. Makanya kami minta kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah untuk tegas. Apakah mau bela masyarakat atau para pemodal,” tegasnya.

Baca Juga :  ‎Dukung NTB-NTT Jadi Tuan Rumah PON, Prabowo Tertarik dengan Hal Ini

Selain itu, warga juga menyayangkan sikap apatis nya pemerintah daerah. Padahal, ia mengaku sejak awal sudah menentang adanya pembangunan tersebut namun tak ada upaya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Memang kami pernah diundang untuk dimediasi di kantor desa. Tapi ternyata kepala desa sendiri yang tidak hadir. Makanya kami mau gimana lagi kalau sekarang seperti ini,” ungkap Purna.

Ia menegaskan, situasi di Desa Selong Blanak saat ini sangat mencekam. Ia khawatir situasi semakin runyam ketika tak ada sikap aktif pemerintah.

“Karena aksi seperti ini sudah beberapa kali. Tapi sampai sekarang tidak ada langkah kongkritnya,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolsek Praya Barat AKP Lalu Punia Asmara yang dikonfirmasi media membenarkan kejadian tersebut, ia menyebut peristiwa itu berlangsung pada Kamis (24/4/2025) di depan supermarket tersebut.

“Iya benar itu terjadi kemarin. Tapi alhamdulillah dapat diredam,” katanya.

Ia menjelaskan, kejadian itu telah berlangsung beberapa kali bahkan sampai berujung saling lapor. Punia mengaku sudah berupaya mempertemukan kedua belah pihak. Namun tak kunjung ada solusi.

“Tapi insyaallah nanti siang akan ada pertemuan di kantor camat. Mudah-mudahan ada titik terang nantinya,” ujarnya. (ed)

Berita Terkait

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM hingga Pupuk Aman, Distribusi Terus Dipantau
Cegah Risiko Korupsi, Pokir yang Terindikasi Anomali Tidak Dapat Dilaksanakan
Lewat Program CERAH, NTB Perluas Akses Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas
Ironi di Jalur Rinjani, Fasilitas untuk Pendaki Malah Raib
Pariwisata Ramah Muslim, NTB Konsisten di Tiga Besar Nasional
Akhir 2026, BPR NTB Ditargetkan Resmi Berbasis Syariah
Gubernur NTB Tekankan Soliditas KONI, Mohan Roliskana Terpilih
Mohan Roliskana Rebut Kursi Ketua KONI NTB

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:02

InPower ECO Action: Kolaborasi PLN Indonesia Power UBP Jatigede dan Universitas Winaya Mukti Dalam Menjaga Kelestarian Alam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:02

Pelindo Multi Terminal Parepare Perkuat Layanan untuk Mendukung Kelancaran Aktivitas Pelabuhan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:02

Dari Percikan Kreatif hingga Dampak Bermakna: Christin Castillo tentang Kekuatan Dialog di IFFINA+ 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:02

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi pada Ketahanan Pangan, Buka Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:02

PLUS Bunganya dari neobank Plus: Bunga Deposito WOW hingga 7,25% per Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:02

DIPRAKARSAI AGUS GUMIWANG, KEBIJAKAN GAS MURAH TOPANG INDUSTRI MESKI PASOKAN TAK PERNAH PENUH

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BRI Hadirkan Program Racing Transaksi QRIS di Yogyakarta

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02

BRI Branch Office Klaten Hadirkan Kemudahan Transaksi QRIS di Rindu Farm Wisata Petik Melon

Berita Terbaru