PWI NTB Soroti Penggunaan AI dalam Produk Jurnalistik - Koran Mandalika

PWI NTB Soroti Penggunaan AI dalam Produk Jurnalistik

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Mataram – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, menyoroti penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan khusunya dalam produk jurnalistik.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, mengatakan ada dampak positif dan negatif yang didapatkan dari kecerdasan buatan ini.

Dampak positifnya ialah, dapat membantu wartawan dalam melangkapi data untuk pemberitaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan, sisi negatifnya ialah jika produk jurnalistik sepenuhnya dikerjakan oleh AI, maka hal itu bertengangan dengan etika jurnalistik.

“Ketika terjadi persoalan siapa yang bertanggung jawab? Karena bagaimanapun data yang dihimpun dari AI itu adalah “Bot” yang tentu saja itu tidak bisa dipertanggungjawabkan ketika terjadi persoalan,” katanya, Selasa (5/5).

Baca Juga :  Bupati Loteng Dampingi Gubernur NTB Buka Kegiatan Puncak Bau Nyale

Selain itu, dari sisi pendalaman, hasil yang dikerjakan AI tidak akan sama dengan hasil produksi wartawan.

“Artinya, wartawan dari hasil liputan di lapangan kemudian memproduksi berita, tentu akan berbeda jauh dengan AI,” lanjutnya.

Dia menegaskan seorang wartawan semestinya menjalankan tugas sesuai dengan kode etik jurnalistik, seperti peliputan, melakukan penulisan berita, hingga penyajian berita.

“Kode etik sudah mengatur secara jelas, bahwa seorang jurnalis itu melakukan tugas-tugas jurnalistiknya. Ketika ini tidak dilakukan maka jelas akan berdampak pada wartawan itu sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Temukan Roti MBG Berjamur, BBPOM Mataram Periksa SPPG di Lombok Barat

Dia juga menyoroti bagaimana AI dapat menjadi ancaman bagi pekerja, terutama di perusahaan media.

“Ini kan di beberapa perusahaan media, bukan wartawan ya, tapi di bagian media itu banyak yang sudah digantikan oleh AI. Misalnya, di televisi-televisi ada yang bagian produksi yang dulu dikerjakan oleh teman-teman sekarang digantikan oleh AI,” tuturnya.

Sejauh ini, belum ada aturan yang mengatur hal tersebut. Namun, Ikliluddin meyakini, akan ada regulasi yang dibentuk oleh pemerintah nantinya.

“Sejauh ini memang belum ada aturan untuk itu. Tapi saya menangkap ini akan mengarah ke sana,” ucapnya. (dik)

Berita Terkait

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia
Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun
Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram
Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya
Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:02

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:02

Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Berita Terbaru