Dari Minus Ratusan Juta ke Gerakan Emak-Emak Tanpa Modal: Jalan Terjal Azhary Husni Membangun Haka Land - Koran Mandalika

Dari Minus Ratusan Juta ke Gerakan Emak-Emak Tanpa Modal: Jalan Terjal Azhary Husni Membangun Haka Land

Rabu, 7 Mei 2025 - 13:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awalnya, Azhary Husni hanya ingin menyelesaikan satu proyek perumahan. Tapi dari kegagalan yang ia alami, justru lahir sistem pemasaran yang kini memberdayakan ribuan orang, terutama ibu rumah tangga, tuk bisa berpenghasilan besar dari properti tanpa modal sepeserpun.
Baginya, properti bukan sekadar bisnis jual-beli bangunan. Properti adalah alat untuk menggerakkan manusia. Dan kisah ini bukan soal berapa banyak unit yang ia bangun, tapi berapa banyak hidup yang ikut tumbuh bersamanya.

Ketika Semua Hampir Habis

Tahun 2016, Azhary mengambil keputusan besar yang mengubah hidupnya: mengambil alih proyek perumahan macet. Ia percaya, dengan sistem yang tepat dan kerja keras, proyek itu bisa hidup kembali.

Nyatanya, yang ia temui jauh dari ekspektasi. Masalah administratif, tumpukan hutang operasional, dan tim yang kelelahan membuat Haka Land nyaris tenggelam. Keuangannya minus ratusan juta rupiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pikir ini soal teknis dan kerja keras. Tapi ternyata ini soal sistem dan cara pandang. Kami coba segala cara, tapi tetap buntu,” kenangnya.

Titik Balik: Mengajak Mereka yang Paling Membutuhkan

Saat itulah Azhary berhenti melihat hanya pada tim internal. Ia mulai memperhatikan lingkungan di sekitarnya yakni ibu-ibu yang kehilangan pendapatan karena suami mereka di-PHK, mahasiswa yang butuh biaya kuliah, dan pekerja swasta yang mencari penghasilan tambahan.

Dari sana, ia mencoba satu hal: membuka skema freelance penjualan properti.

Yang mengejutkan, antusiasme terbesar justru datang dari mereka yang tak punya latar belakang properti seperti ibu-ibu rumah tangga.

“Saya kasih informasi soal komisi penjualan properti. Mereka semangat banget. Padahal hanya perlu posting konten di status WhatsApp atau Instagram. Begitu satu unit terjual, komisinya dua digit. Mereka nggak nyangka,” kisahnya.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis VRITIMES dengan Madurapost.co.id dan Bolapedia.co.id dalam Pengembangan Konten Digital

Ibu Ima: Dari Status WhatsApp ke Komisi Dua Digit

Salah satu kisah paling berkesan datang dari Ima, ibu rumah tangga yang awalnya hanya mencoba peruntungan. Suaminya kehilangan pekerjaan saat pandemi, dan semua pemasukan keluarga berhenti.

Ima mencoba berbagai cara, mulai dari jadi reseller e-commerce hingga bikin konten di TikTok, tapi hasilnya komisinya masih minim. Hingga akhirnya ia dikenalkan pada Haka Land.

“Saya gak percaya awalnya. Masa iya jual rumah bisa dari HP doang?” katanya.

Tetapi desakan ekonomi mendorong Ima untuk mencoba peruntungannya. Ia posting beberapa materi promosi yang sudah disediakan. Tak lama, satu unit terjual. Komisi pertamanya? Lebih dari 10 juta rupiah.

Sistem Sederhana, Akses Tanpa Batas

Kunci dari sistem ini adalah kesederhanaan. Azhary dan tim Haka Land menyiapkan semua materi marketing: desain, copywriting, hingga video. Para mitra cukup membagikan konten itu ke sosial media mereka. Jika ada calon pembeli tertarik, tim internal yang menangani sisanya dari follow up, presentasi, hingga akad.

“Kalau closing, mitra tinggal tunggu kabar dan terima komisi,” jelas Azhary.

Tidak perlu pengalaman. Tidak perlu stok barang. Tidak perlu keluar rumah.

Belajar dan Berkembang: Emak-Emak Jadi Marketer Andal

Ima tak berhenti di penjualan pertama. Ia mulai belajar lebih dalam, menyisihkan sebagian komisinya untuk ikut kelas iklan digital.

“Awalnya saya nggak ngerti Meta Ads, TikTok Ads. Tapi saya pikir, kalau satu unit bisa hasilin segitu, gimana kalau dua atau tiga?”

Baca Juga :  Persyaratan Hukum Utama bagi Perusahaan Australia yang Memasuki Pasar Indonesia

Kini Ima konsisten closing 2–3 unit per bulan. Semua dari rumah, semua lewat HP. Dan Ima bukan satu-satunya.

Menurut Azhary, ibu-ibu justru paling rajin belajar. Mereka tahu mereka butuh. Dan karena itu, mereka berani bergerak.

“Benar kata orang, emak-emak netizen itu terkuat di muka bumi,” ujarnya sambil tertawa.

Dari Jawa Timur: Kuli Bangunan Jadi Agen Properti

Sistem ini bahkan menjangkau luar Jabodetabek. Salah satu mitra terbaiknya justru berasal dari Jawa Timur, seorang mantan kuli bangunan yang sempat gagal membangun usaha sendiri.

Setelah bergabung dan belajar cara menjual properti via sistem Haka Land, ia berhasil closing dua unit per bulan. Kini, penghasilannya cukup untuk membeli rumah, motor, bahkan berangkat umroh.

“Saya lihat ini bukan cuma soal sistem. Tapi tentang memberikan harapan kepada orang-orang yang selama ini dipinggirkan,” kata Azhary.

Prinsip yang Tidak Pernah Bergeser: Bantu Karena Pernah Dibantu

Azhary tak pernah melupakan akar dari semuanya. Ia bangkit karena ada orang-orang yang dulu membantu saat ia jatuh. Kini, ia merasa giliran dirinya untuk membalas dengan membuka jalan bagi orang lain.

“Ilmu dan jaringan itu kunci. Tapi lebih dari itu, semangat berbagi yang bikin bisnis ini jadi gerakan.”

Ia berharap, makin banyak orang menyadari bahwa bisnis properti bukan hanya milik elite. Justru di balik rumah-rumah yang dibangun, ada kehidupan yang ikut tumbuh; dari ruang tamu kecil di rumah kontrakan, ke komisi dua digit, ke mimpi-mimpi yang perlahan jadi nyata.

Berita Terkait

ETF Bitcoin Kehilangan US$450 Juta Setelah Clarity Act Gagal Melaju di Senat AS
Kebutuhan Dana Tunai Menguat, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan 44,74%
Long Weekend Kemerdekaan, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Liburan
Menjawab Dinamika Perdagangan Dunia, BINUS @Bekasi Hadirkan Program S1 Global Trade Management
USDJPY Berpotensi Naik ke 157.503, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish
Harga Minyak Anjlok 3%, Dupoin Futures Prediksi WTI Berpotensi Lanjut Melemah
XAUUSD Berpotensi Lanjut Turun, Dupoin Futures Soroti Level 4.318
LRT Jabodebek Hadirkan Layar Interaktif, Permudah Pengguna Akses Informasi di Stasiun

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:02

ETF Bitcoin Kehilangan US$450 Juta Setelah Clarity Act Gagal Melaju di Senat AS

Kamis, 17 September 2026 - 13:02

Kebutuhan Dana Tunai Menguat, BRI Finance Bukukan Pertumbuhan 44,74%

Kamis, 17 September 2026 - 13:02

Long Weekend Kemerdekaan, BRI Finance Dorong Masyarakat Wujudkan Rencana Liburan

Kamis, 17 September 2026 - 13:02

Menjawab Dinamika Perdagangan Dunia, BINUS @Bekasi Hadirkan Program S1 Global Trade Management

Kamis, 17 September 2026 - 12:02

USDJPY Berpotensi Naik ke 157.503, Dupoin Futures Waspadai Tren Bearish

Kamis, 17 September 2026 - 11:02

XAUUSD Berpotensi Lanjut Turun, Dupoin Futures Soroti Level 4.318

Kamis, 17 September 2026 - 10:02

LRT Jabodebek Hadirkan Layar Interaktif, Permudah Pengguna Akses Informasi di Stasiun

Kamis, 17 September 2026 - 09:02

LRT Jabodebek Lakukan Uji Coba Perjalanan 05.30 WIB untuk Dukung Pengguna Whoosh Keberangkatan Pagi

Berita Terbaru