Analis Dupoin: Harga Emas Terkoreksi, Tapi Sinyal Bullish Masih Terjaga - Koran Mandalika

Analis Dupoin: Harga Emas Terkoreksi, Tapi Sinyal Bullish Masih Terjaga

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) mengalami tekanan di awal pekan, mencatat penurunan lebih dari 0,50% pada hari Senin (26 Mei). Penurunan ini terjadi di tengah menurunnya minat investor terhadap aset safe haven setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa tarif tambahan sebesar 50% terhadap produk asal Uni Eropa ditunda hingga 9 Juli. Volume perdagangan emas pun cenderung rendah karena libur nasional menutup pasar di Inggris dan Amerika Serikat. Saat laporan ini ditulis pada hari Selasa (27 Mei), harga emas berada di kisaran $3.336 per troy ounce.

Meski terkoreksi, Andy Nugraha analis dari Dupoin Futures Indonesia, menilai bahwa tren kenaikan emas belum berakhir. Berdasarkan kombinasi analisis candlestick harian dan indikator teknikal seperti Moving Average (MA), sinyal jangka menengah emas masih menunjukkan arah naik. Jika minat beli kembali menguat, harga emas berpotensi menguji dan menembus level resistance di $3.367. Namun, jika terjadi pembalikan arah (reversal), support terdekat di level $3.322 menjadi batas penting yang akan diuji oleh pasar hari ini.

Kondisi pasar global yang sempat membaik setelah pengumuman penundaan tarif oleh Trump memang mengurangi tekanan risiko, sehingga menurunkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, kekhawatiran terkait kondisi fiskal Amerika Serikat tetap membayangi, yang membatasi tekanan turun lebih lanjut. Beberapa pelaku pasar bahkan tetap mempertahankan posisi beli mereka karena kekhawatiran terhadap fiskal AS belum sepenuhnya mereda.

Pekan sebelumnya, XAU/USD mencatat kenaikan mingguan lebih dari 4,86%—kenaikan tertajam sejak awal April 2024. Pendorong utama lonjakan ini adalah meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, ditambah tekanan dari Presiden Trump kepada Apple agar memindahkan produksi ke dalam negeri. Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan dan retorika Trump menjadi katalis yang mendorong harga emas dari $3.287 ke level tertinggi mingguan di $3.365.

Dari sisi permintaan fisik, Asia tetap menjadi penopang kuat bagi harga emas. Berdasarkan data Reuters, impor bersih emas oleh Tiongkok melalui Hong Kong melonjak lebih dari dua kali lipat pada bulan April dibandingkan Maret, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Maret 2024. Ini menunjukkan bahwa minat beli dari konsumen Asia tetap tinggi meskipun kondisi global masih bergejolak.

Baca Juga :  Pulihkan Sanitasi Pascabencana, Kementerian PU Siapkan Penanganan Permanen TPA Rantau dan IPLT Aceh Tamiang

Faktor geopolitik juga turut memainkan peran penting dalam menjaga daya tarik emas. Rusia kembali meluncurkan serangan udara ke Ukraina selama tiga malam berturut-turut, memperburuk eskalasi konflik dan meningkatkan ketegangan internasional. Reaksi keras dari Trump terhadap aksi Rusia tersebut menggarisbawahi bahwa risiko geopolitik tetap tinggi dan berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

Sepanjang pekan ini, fokus pasar akan tertuju pada sejumlah data ekonomi utama dari AS, termasuk laporan Pesanan Barang Tahan Lama, notulen rapat FOMC, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama, dan indeks inflasi PCE. Seluruh rilis data ini diperkirakan akan memicu volatilitas tambahan di pasar logam mulia.

Andy menekankan bahwa meskipun pergerakan harga saat ini tampak stabil, emas tetap menjadi pilihan strategis di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. “Jika pasar kembali berada dalam mode risk-off, harga emas bisa dengan cepat melanjutkan penguatannya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini
Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”
Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%
Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama
B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi
ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00

Barantum: CRM Lokal yang Kalahkan Produk Global di Mata Pelanggan

Berita Terbaru