Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama - Koran Mandalika

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Hilirisasi mineral semakin menunjukkan perannya sebagai mesin pertumbuhan investasi nasional. Sepanjang triwulan I 2026, investasi di sektor hilirisasi mineral mencapai Rp98,3 triliun atau sekitar 67 persen dari total investasi hilirisasi nasional yang mencapai Rp147,5 triliun.

Besarnya investasi tersebut ditopang oleh sejumlah komoditas strategis yang menjadi bagian dari portofolio Grup MIND ID, mulai dari nikel, tembaga, timah, hingga bauksit. Kondisi ini menegaskan posisi holding industri pertambangan BUMN tersebut sebagai salah satu pilar utama dalam agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan sektor hilirisasi kini berkontribusi semakin besar terhadap investasi nasional. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau setara 29,6 persen dari total investasi nasional sebesar Rp498,8 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal yang perlu kami soroti adalah sektor hilirisasi sumber daya alam yang kontribusinya meningkat menjadi 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026, yakni sebesar Rp147,5 triliun,” kata Rosan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI.

Rosan menjelaskan, sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi nasional. Dari total Rp98,3 triliun investasi mineral, komoditas nikel menyumbang Rp41,5 triliun atau sekitar 42 persen.

Baca Juga :  Libur Isra Mi’raj 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 58 Ribu Pelanggan, Okupansi Capai 72,4 Persen

Di posisi berikutnya terdapat tembaga dengan investasi Rp20,7 triliun, besi baja Rp17 triliun, bauksit Rp13,7 triliun, serta timah Rp2,5 triliun. Sementara sisanya berasal dari komoditas lain seperti emas, perak, kobalt, mangan, batubara, pasir silika, dan logam tanah jarang.

Data tersebut menunjukkan investasi hilirisasi nasional masih bertumpu pada komoditas mineral yang menjadi kekuatan utama Indonesia di pasar global.

Bagi MIND ID, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa aset-aset strategis yang dikelola grup berperan besar dalam menarik investasi. ANTAM menjadi pemain utama pada rantai nilai nikel dan bauksit, PT Freeport Indonesia pada komoditas tembaga, serta PT Timah pada industri timah nasional.

Investasi besar yang masuk ke sektor mineral juga berdampak langsung pada pertumbuhan kawasan industri berbasis sumber daya alam di berbagai daerah.

Rosan mengungkapkan sekitar 75 persen investasi hilirisasi berada di luar Pulau Jawa. Investasi tersebut terutama terkonsentrasi di wilayah penghasil mineral seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang menjadi pusat pengembangan industri pengolahan nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Data BKPM menunjukkan Sulawesi Tengah menjadi tujuan investasi terbesar kelima nasional dengan nilai Rp32,1 triliun atau 6,4 persen dari total investasi triwulan I 2026. Sementara Maluku Utara menempati posisi keenam dengan investasi Rp25,2 triliun atau 5 persen.

Baca Juga :  Tempat para pelari lahir, berkumpul, dan berkembang. "ALPEN RUN," sebuah merek komunitas lari baru yang diluncurkan oleh Alpen, akan membuka toko pertamanya di Taman Meiji Metropolitan Tokyo pada hari Jumat, 24 April.

Kedua provinsi tersebut menjadi contoh bagaimana hilirisasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan investasi di luar Pulau Jawa.

Secara nasional, sektor industri logam dasar dan barang logam juga menjadi subsektor investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp69,4 triliun atau 14 persen dari total investasi nasional. Angka tersebut bahkan melampaui sektor pertambangan yang mencatat investasi Rp51,9 triliun.

Menurut Rosan, pemerintah akan terus memperluas hilirisasi ke berbagai komoditas strategis agar nilai tambah ekonomi yang tercipta semakin besar.

“Kami juga terus mendorong hilirisasi komoditas strategis lainnya yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan realisasi investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun, naik 13,8 persen dibandingkan target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Dalam mencapai target tersebut, hilirisasi mineral diperkirakan tetap menjadi salah satu motor utama investasi nasional.

Besarnya investasi yang mengalir ke komoditas nikel, tembaga, timah, dan bauksit juga menunjukkan bahwa agenda hilirisasi tidak lagi sekadar kebijakan pengolahan bahan mentah, melainkan telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk menarik modal, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance
Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB
Gelar Business & Service Immersion di JMTC, Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol
BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional
52 Siswa Bimbel Patriot Muda Training Centre Ikuti Wisuda Prabhatar 2026, Dua Raih Predikat Terbaik
Aplikasi Trading HSB Investasi Punya Empat Lapis Perlindungan Dana Nasabah
Dari BINUS@Bekasi Menuju New Zealand, Perjalanan Global Marry Jane Jessica Tombeng
Prediksi Harga Emas Berpeluang Menguat ke US$4.233 Pekan Depan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:02

BRI x Pelni Gelar Yoga Session, Perkuat Sinergi dan Wujudkan Work Life Balance

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Akan Dioperasikan dengan Tarif Mulai 14 Oktober 2026 Pukul 00:00 WIB

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

Gelar Business & Service Immersion di JMTC, Jasa Marga Ajak Peserta P3MD Danantara Rasakan Langsung Bisnis dan Layanan Jalan Tol

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

BP Tapera Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian/Lembaga untuk Percepatan Pembangunan Perumahan Nasional

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:02

52 Siswa Bimbel Patriot Muda Training Centre Ikuti Wisuda Prabhatar 2026, Dua Raih Predikat Terbaik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:02

Dari BINUS@Bekasi Menuju New Zealand, Perjalanan Global Marry Jane Jessica Tombeng

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02

Prediksi Harga Emas Berpeluang Menguat ke US$4.233 Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan

Berita Terbaru