600+ Brand Telah Bergabung Tanam Pohon: Green Branding Bukan Sekadar Trend - Koran Mandalika

600+ Brand Telah Bergabung Tanam Pohon: Green Branding Bukan Sekadar Trend

Selasa, 8 Juli 2025 - 14:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 8 Juli 2025 — Dalam beberapa tahun terakhir, komitmen terhadap keberlanjutan tidak lagi menjadi elemen tambahan dalam strategi bisnis, melainkan bagian penting dari identitas merek itu sendiri. Kesadaran konsumen yang meningkat terhadap krisis iklim dan dampaknya membuat perusahaan dari berbagai sektor mulai memikirkan ulang peran mereka dalam menjaga lingkungan.

Di tengah perubahan ini, muncul satu pola yang menonjol, yaitu semakin banyak brand mengambil langkah konkret, bukan hanya lewat narasi kampanye, tetapi juga lewat aksi langsung, seperti penanaman pohon.

Sejak 2016, lebih dari 600 brand di Indonesia telah berkolaborasi dengan LindungiHutan untuk mendukung kegiatan penghijauan di berbagai wilayah rawan krisis ekologis. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi partisipasi maupun pemahaman akan pentingnya kontribusi nyata terhadap lingkungan. Mulai dari retail, F&B, kosmetik, hingga teknologi, memilih untuk menjadikan aksi tanam pohon sebagai bagian dari program keberlanjutan dan penguatan identitas merek mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di balik angka tersebut, ada cerita tentang bagaimana praktik “green branding” berkembang dari sekadar tren menjadi nilai jangka panjang. Masyarakat kini semakin kritis dalam memilih produk dan layanan, mempertimbangkan bukan hanya kualitas, tapi juga dampak sosial dan lingkungan dari merek yang mereka konsumsi.

Baca Juga :  Turtle AV USB Extender Kit: Solusi Inovatif untuk Instalasi Media dan AV

Laporan dari Nielsen mencatat bahwa lebih dari 73% konsumen global bersedia membayar lebih untuk produk dari brand yang berkomitmen terhadap keberlanjutan. Artinya, inisiatif hijau kini tidak hanya menjawab kebutuhan lingkungan, tapi juga menjawab ekspektasi pasar yang terus berkembang.

Namun, green branding yang autentik bukan hanya tentang kemasan ramah lingkungan atau slogan kampanye. Yang dibutuhkan adalah konsistensi dan aksi konkret, dan inilah yang dilakukan oleh ratusan brand yang memilih tanam pohon sebagai bentuk kontribusi jangka panjang.

Penanaman pohon tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, mulai dari perlindungan terhadap bencana alam, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan ekonomi melalui pelibatan warga lokal dalam proses penanaman dan perawatan.

Hingga pertengahan 2025, program penghijauan bersama LindungiHutan telah menghasilkan lebih dari 1 juta  pohon tertanam di lebih dari 30+ lokasi penanaman di seluruh Indonesia. Upaya ini berdampak langsung pada perlindungan kawasan seluas lebih dari 460 hektare.

Selain dampak ekologis, aksi ini turut melibatkan lebih dari 124 penggerak, termasuk petani hutan dan masyarakat lokal dalam proses perawatan pohon, menciptakan sumber penghasilan tambahan serta memperkuat ketahanan ekonomi di desa-desa terdampak krisis iklim.

Baca Juga :  SKALE dan Velvet, Inovasi Blockchain untuk Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik

Di berbagai titik, seperti pesisir utara Jawa, lereng Gunung Muria, hingga kawasan gambut Kalimantan, kolaborasi antara bisnis dan komunitas melalui program tanam pohon telah membawa dampak yang nyata. Model ini menjadi salah satu bentuk integrasi antara tanggung jawab lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, sebuah bentuk keberlanjutan yang tidak berhenti di laporan tahunan, tetapi tumbuh secara fisik dan sosial.

LindungiHutan, platform yang menawarkan paket CSR penanaman pohon, menjadi penghubung antara brand dan inisiatif hijau. LindungiHutan melihat tren ini sebagai tanda positif bahwa dunia usaha semakin melihat keberlanjutan sebagai bagian dari masa depan bisnis. Lebih dari sekadar CSR, aksi lingkungan kini menjadi bagian dari strategi komunikasi dan positioning merek. Tidak hanya menjawab tuntutan konsumen, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang.

Dengan lebih dari 600 brand yang telah bergabung, satu hal menjadi jelas, green branding bukan sekadar tren sesaat. Ia tumbuh menjadi gerakan kolektif yang menempatkan planet, masyarakat, dan nilai bisnis di satu garis yang sama. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Penanaman pohon hanyalah salah satu langkah awal yang bisa memberi dampak besar jika dilakukan bersama-sama.

Berita Terkait

KAI Logistik Siap Layani Pengiriman Motor Pada Periode Arus Balik
Transformasi Digital Perbankan dan Peran Sistem Inti (Core System)
KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026
Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kian Jadi Pilihan, KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Peliharaan Selama Ramadan – IdulFitri
Panduan Lengkap Cara Memesan Banner Online di Supplier X Banner
Libur Lebaran 2026, Pengguna LRT Jabodebek Meningkat 33 Persen Dibanding 2025
Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara
Morgan Stanley: Reli S&P 500 Ditopang Sempit, Risiko Koreksi Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

KAI Logistik Siap Layani Pengiriman Motor Pada Periode Arus Balik

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

Transformasi Digital Perbankan dan Peran Sistem Inti (Core System)

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

KAI Bandara Layani 134 Ribu Penumpang KA Bandara YIA Selama Masa Angkutan Lebaran 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:00

Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kian Jadi Pilihan, KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Peliharaan Selama Ramadan – IdulFitri

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:00

Panduan Lengkap Cara Memesan Banner Online di Supplier X Banner

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:00

Pemerintah Indonesia Berkolaborasi dengan THE untuk Menyelenggarakan Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Sorotan Dunia untuk Asia Tenggara

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:00

Morgan Stanley: Reli S&P 500 Ditopang Sempit, Risiko Koreksi Meningkat

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:00

Kekuatan dalam Keheningan

Berita Terbaru