Freelancer Semakin Dicari, Sribu Catat Lonjakan 76,4% di Tengah Gelombang Efisiensi Bisnis - Koran Mandalika

Freelancer Semakin Dicari, Sribu Catat Lonjakan 76,4% di Tengah Gelombang Efisiensi Bisnis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 19:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah gelombang efisiensi yang dihadapi banyak bisnis di Indonesia, Sribu, platform freelancer, justru mencatat lonjakan transaksi 76,4% pada kuartal III 2025 dibandingkan periode yang yang tahun sebelumnya, menandai pergeseran besar cara perusahaan mengelola tenaga kerja digital.
Pertumbuhan ini didorong dari peningkatan permintaan tenaga kerja lepas digital dari kalangan usaha yang tengah melakukan efisiensi biaya operasional. Menurut data internal Sribu, sektor UMKM dan perusahaan menengah menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan transaksi tersebut.“Kenaikan di tahun ini menunjukkan kolaborasi dengan freelancer terkurasi bukan sekadar tren sementara. Sribu bantu bisnis untuk tumbuh tanpa risiko, sekaligus membuka peluang kerja berkelanjutan bagi talenta digital lokal,” ujar Ryan Gondokusumo, CEO Sribudalam keterangan resmi, Kamis (23/10).

Ryan mengatakan, kolaborasi dengan freelancer kini bukan hanya solusi alternatif, tetapi strategi utama untuk menjaga produktivitas di tengah tekanan biaya.

Tren efisiensi ini sejalan dengan hasil Microsoft Work Trend Index 2025, yang mencatat bahwa 59% pemimpin bisnis di Indonesia telah menggunakan agen digital atau tenaga lepas untuk mengotomatisasi alur kerja.

Selain itu, EY Global EHS Maturity Study 2025 melaporkan bahwa 94% organisasi yang berinvestasi dalam transformasi efisien mengalami peningkatan produktivitas operasional.

Sepanjang tahun 2025, Sribu fokus memperkuat ekosistem freelancer melalui peluncuran Sribu Academy, platform peningkatan kompetensi yang dilengkapi fitur skill test untuk memastikan kualitas talenta. Inisiatif ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan klien terhadap hasil kerja yang konsisten dan profesional.

Dari sisi pemasaran, kampanye #SribuinAja turut berkontribusi terhadap peningkatan awareness dan perluasan pasar Sribu. Kampanye ini mendorong lebih banyak bisnis untuk memanfaatkan jasa freelancer lokal dalam berbagai kebutuhan desain, branding, dan strategi digital.

“Kami lihat perubahan besar di lapangan. Dulu bisnis takut pakai freelancer. Sekarang, mereka takut kalau tidak pakai freelancer karena bisa kalah cepat” tambah Ryan.

Secara global, laporan Fiverr Global Freelance Report 2025 mencatat bahwa pasar tenaga lepas dunia telah menembus US$1,5 triliun, dengan kawasan Asia Tenggara mencatat laju pertumbuhan tercepat.

Baca Juga :  Coretax Indonesia – Sistem Baru dalam Perpajakan Indonesia

Di Indonesia sendiri, kolaborasi antara bisnis dan freelancer menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif dan digital nasional.

Melalui momentum pertumbuhan ini, Sribu menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara bisnis dan talenta digital Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pengembangan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Tentang PT Sribu Digital Kreatif

Sribu.com adalah platform yang menghubungkan bisnis dengan jasa freelancer dari berbagai kategori seperti desain, pemasaran hingga konsuktas. Telah memiliki lebih dari 50.000 klien, Sribu berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM dan perusahaan melalui efisiensi tenaga kerja, teknologi digital, dan ekosistem talenta kreatif untuk mendorong produktivitas dan daya saing di era ekonomi digital. Info selengkapnya kunjungi www.sribu.com. Sribu juga tersedia di aplikasi appstore dan playstore.

 

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration
Tancap Gas di Awal 2026, BRI Finance Catatkan Penyaluran Pembiayaan Melonjak 131,53%
Beelingua Tampil di Techman Day 31 Maret 2026: Solusi Pembelajaran Bahasa Asing yang Adaptif dan Interaktif
Pentingnya Regulasi dalam Melindungi Investor di Industri Keuangan
Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat
Penguatan Kinerja Operasi Tahun 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva
PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa
Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Bittime Hadirkan Mining Points 2.0 #DoubleEarnDoublePoints, dengan Prize Pool lebih dari $30,000

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 16:00

Saat AI Tak Bisa Berdiri Sendiri: BINUS Kukuhkan Prof. Tanty Oktavia, Soroti Pentingnya Human–AI Collaboration

Selasa, 14 April 2026 - 16:00

Tancap Gas di Awal 2026, BRI Finance Catatkan Penyaluran Pembiayaan Melonjak 131,53%

Selasa, 14 April 2026 - 15:00

Beelingua Tampil di Techman Day 31 Maret 2026: Solusi Pembelajaran Bahasa Asing yang Adaptif dan Interaktif

Selasa, 14 April 2026 - 15:00

Pentingnya Regulasi dalam Melindungi Investor di Industri Keuangan

Selasa, 14 April 2026 - 15:00

Simulasi BCM di BRI BO Segitiga Senen Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Selasa, 14 April 2026 - 13:00

PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Bahas Potensi Sinergi Layanan di Benoa

Selasa, 14 April 2026 - 12:00

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Bittime Hadirkan Mining Points 2.0 #DoubleEarnDoublePoints, dengan Prize Pool lebih dari $30,000

Selasa, 14 April 2026 - 12:00

Maharasa Gastronomy Experience Angkat Spiritualitas Pangan dan Tradisi Luhur Bali

Berita Terbaru