Pengamat Sebut MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang - Koran Mandalika

Pengamat Sebut MIND ID Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Penerapan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara inklusif dan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital dalam melindungi aset manusia serta meningkatkan daya saing global.

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah berhasil memosisikan diri sebagai tolok ukur (barometer) konkret dalam transformasi budaya keselamatan tambang di tanah air.

Co-Founder A+ CSR Indonesia, Jalal, menyatakan bahwa integrasi standar K3 di dalam Grup MIND ID telah melampaui fase kepatuhan dasar. Menurutnya, kombinasi antara Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba dengan standar internasional ISO 45001 telah memberikan dampak nyata pada penurunan tren Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) secara konsisten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) skala menengah, grup ini adalah mercusuar. Dalam hal budaya K3, MIND ID adalah barometer mutlak,” ujar Jalal dalam keterangannya di Jakarta.

Baca Juga :  Startup Fintech Indonesia Duluin Raih Startup of the Year di ASEAN, Kini Bidik Ekspansi Vietnam dan Kamboja

Sebagai bagian dari keanggotaan International Council on Mining and Metals (ICMM), MIND ID membawa standar global ke dalam operasional domestik. Jalal menyoroti bagaimana intervensi teknologi digital dan adopsi Internet of Things (IoT) bukan lagi sekadar “kosmetik” perusahaan, melainkan strategi inti untuk menekan angka kecelakaan kerja hingga ke titik terendah.

Salah satu bukti nyata berada pada operasional tambang bawah tanah (underground mining) PT Freeport Indonesia (PTFI). Jalal menyebut PTFI sebagai “laboratorium tambang” yang menerapkan teknologi mitigasi risiko tingkat tinggi.

“Mitigasi risiko runtuhan di sana tidak lagi sekadar memasang rock bolt secara manual. Mereka menggunakan teknologi seismic monitoring tingkat lanjut untuk mendeteksi pergerakan massa batuan secara real-time guna memprediksi potensi rockburst,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jalal memuji implementasi Remote Operation Management System di PTFI. Sistem ini memungkinkan operator menjalankan alat berat dari ruang kendali yang berjarak kilometer dari area berbahaya. Pengelolaan wet muck (lumpur basah) yang berisiko tinggi pun kini dimitigasi dengan sistem pemuatan jarak jauh.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan KA Fakultatif Sambut Libur Panjang Maulid Nabi

“Ini bukan gaya-gayaan. Ini adalah strategi cerdas untuk memindahkan manusia keluar dari line of fire (garis bahaya). Saat regulasi domestik mungkin baru mengatur aspek keamanan dasar, mereka sudah menerapkan sistem ventilasi otomatis dan evakuasi mandiri berbasis sensor,” tambah Jalal.

Selain di tambang bawah tanah, anggota Grup MIND ID lainnya juga telah mengadopsi IoT untuk pemantauan kestabilan lereng tambang terbuka melalui radar, serta pemasangan sensor pada kendaraan (collision avoidance system) untuk mencegah tabrakan.

Langkah transformatif ini diharapkan tidak hanya berhenti di level Holding, tetapi mampu menginspirasi seluruh ekosistem pertambangan di Indonesia untuk memprioritaskan keselamatan pekerja di atas segalanya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Kembali Ramai Bertransaksi
Dukung Pemulihan Aset Nasabah di Sentani, BRI Insurance Bayarkan Klaim Rp304,65 Juta 
Satu Pertanyaan “R U OK?” untuk Kesehatan Mental, BINUS SCHOOL Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli
BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Kualitas Perumahan di Lampung, Pastikan Hunian Layak dan Nyaman bagi Masyarakat
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Gaji Berhenti Saat Pensiun, Dhiraj Kelly Ingatkan Biaya Hidup Tetap Berjalan
Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”
Menjembatani Kampus dan Industri, FIKOM UNASMAN Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Studi Banding ke Telkom AI Center

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:02

Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Kembali Ramai Bertransaksi

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

Dukung Pemulihan Aset Nasabah di Sentani, BRI Insurance Bayarkan Klaim Rp304,65 Juta 

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

Satu Pertanyaan “R U OK?” untuk Kesehatan Mental, BINUS SCHOOL Serpong Ajak Komunitas Sekolah Saling Peduli

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

BP Tapera dan Kementerian PKP Tinjau Kualitas Perumahan di Lampung, Pastikan Hunian Layak dan Nyaman bagi Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 14:02

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Rabu, 23 September 2026 - 12:02

Telkom AI Center Aceh Dorong Akademisi Gunakan AI Secara Etis: “AI Bukan Pengganti Pikiran Manusia”

Rabu, 23 September 2026 - 12:02

Menjembatani Kampus dan Industri, FIKOM UNASMAN Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Studi Banding ke Telkom AI Center

Rabu, 23 September 2026 - 12:02

Kementerian UMKM Buka Rantai Pasok Pascabencana: 25 Usaha Mikro Aceh Tembus ke Jaringan Ritel Modern melalui Program KUMITRA

Berita Terbaru