Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam - Koran Mandalika

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Kamis, 23 April 2026 - 20:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 23 April 2026 – Di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global, perilaku investor Indonesia menunjukkan pergeseran yang semakin strategis. Di mana, $USDT, $BTC, dan $XAUT kembali jadi Top Trade aset pada platform Bittime.

Lebih lanjut, aset kripto $USDT yang memberikan eksposur 1:1 terhadap dolar AS, menjadikannya instrumen yang relevan di tengah gejolak ketegangan geopolitik Amerika-Iran. Apalagi, $USDT bersifat fraksional sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah. 

Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap pasangan USDT/IDR di platform Bittime yang naik hingga 20% dalam 24 jam terakhir.Pergerakan tren strategi investasi yang terjadi saat ini, menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap nilai investasi dan pentingnya mengamankan nilai aset di tengah volatilitas pasar ekonomi yang terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, minat terhadap aset kripto berpotensi tinggi juga terus meningkat. Tercatat, volume trading BTC/IDR pada platform Bittime melonjak hingga 27% per-WoW mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap aset $BTC.

Baca Juga :  Akreditasi Internasional AACSB & LAMEMBA: Ini Alasan BINUS University Jadi Pilihan Universitas Top di Indonesia

Hal ini dipicu kondisi psikologis pasar yang memandang depresiasi nilai aset $BTC saat ini sebagai momentum untuk menambah jumlah aset nya. Di mana, 6 bulan lalu nilai aset $BTC berada di kisaran $115.000-$120.000, dan dipercaya berpotensi untuk kembali bergerak ke level tersebut.

Selain kedua aset tersebut, aset kripto berbasis aset tradisional (TradFi) seperti Emas Tether ($XAUT) dan Silver ($SLVON) juga merupakan aset-aset yang paling banyak diperdagangkan dalam 24 jam terakhir pada platform Bittime. Sebagai aset-aset yang bergerak lebih stabil dibanding aset kripto lainnya, Emas dan Silver dinilai dapat menjadi “safe haven”, apalagi Bittime menghadirkan staking $XAUT dan $SLVON dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 10% bagi pengguna baru.

Bertepatan dengan pergeseran pola investasi masyarakat saat ini, sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bittime menggelar program Bittime Mining Points. Selama program berlangsung, aset kripto $USDT, $BTC, $SOL, $PIPPIN, dan $XRP menjadi aset-aset yang paling banyak diperdagangkan.

Baca Juga :  BINUS University x Young On Top: Siap Bekali Mahasiswa untuk Siap Berkarier di Dunia Bisnis & Profesional

Sebelumnya, program Bittime MiningPoints digadang sebagai bentuk dukungan dan apresiasi bagi para investor yang memanfaatkan aset kripto sebagai pilihan aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar dampak ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini.

Tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya.

Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?
Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya
KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan
Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:02

PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa

Selasa, 22 September 2026 - 17:02

Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Selasa, 22 September 2026 - 17:02

Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya

Selasa, 22 September 2026 - 15:02

KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Berita Terbaru

NTB Terkini

Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:58

Teknologi

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:03