Emas Kembali Menguat, Sentimen Global dan Teknikal Kompak Dorong Kenaikan - Koran Mandalika

Emas Kembali Menguat, Sentimen Global dan Teknikal Kompak Dorong Kenaikan

Kamis, 30 April 2026 - 15:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia pada perdagangan Kamis (30/4) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, seiring munculnya kombinasi sinyal teknikal yang positif serta dukungan dari faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan XAU/USD dalam timeframe H1 mulai menunjukkan indikasi pembalikan arah, setelah sebelumnya berada dalam tekanan.

Secara teknikal, salah satu sinyal utama yang menjadi perhatian adalah terbentuknya pola double bottom. Pola ini dikenal luas sebagai indikasi awal perubahan tren dari turun menjadi naik. Konfirmasi terhadap pola tersebut semakin kuat setelah harga berhasil menembus area neckline, yang menjadi batas penting dalam formasi tersebut. Penembusan ini mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai meningkat dan pasar mulai beralih ke fase penguatan.

Dengan adanya sinyal tersebut, harga emas diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level resistance terdekat di kisaran 4.604. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam jangka pendek. Jika momentum penguatan tetap terjaga, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level berikutnya di sekitar 4.629 semakin terbuka.

Meski demikian, pergerakan harga tetap perlu diperhatikan, terutama di area resistance. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, kenaikan harga biasanya tidak terjadi secara linier, sehingga diperlukan konfirmasi lanjutan agar tren naik dapat berlanjut dengan lebih kuat.

Dari sisi fundamental, sentimen positif terhadap emas juga didukung oleh keputusan suku bunga Amerika Serikat yang tetap atau tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini memberikan sinyal bahwa tekanan pengetatan moneter mulai berkurang. Dengan kondisi tersebut, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih menarik dibandingkan instrumen berbasis yield.

Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau bahkan menurun turut menjadi faktor pendukung. Ketika yield tidak mengalami kenaikan, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah. Hal ini membuat investor kembali melirik emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Faktor lain yang turut memperkuat potensi kenaikan emas adalah pergerakan dolar Amerika Serikat yang cenderung melemah atau bergerak terbatas setelah keputusan suku bunga. Dalam kondisi tersebut, harga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global, sehingga permintaan cenderung meningkat.

Baca Juga :  Respon Cepat PTPN Group Bangun Kembali Gedung Sekolah di Rokan Hulu Pasca Terbakar

Di sisi lain, sikap wait and see yang ditunjukkan pelaku pasar juga berkontribusi terhadap pergerakan emas. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan ke depan serta kondisi ekonomi global membuat investor cenderung berhati-hati. Dalam situasi seperti ini, emas kembali dilirik sebagai aset lindung nilai yang relatif aman.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa kombinasi antara sinyal teknikal dan dukungan fundamental memberikan prospek yang cukup positif bagi harga emas dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area neckline yang telah ditembus, peluang untuk melanjutkan tren kenaikan masih terbuka.

Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati dinamika pasar global dan perkembangan data ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga. Dengan volatilitas yang masih tinggi, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.

Dengan latar belakang tersebut, harga emas diperkirakan akan bergerak dalam kecenderungan bullish terbatas dalam jangka pendek, dengan fokus pada pengujian level resistance yang telah ditentukan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52