Tokocrypto Andalkan Referral dan Derivatif untuk Dorong Aktivitas Investor - Koran Mandalika

Tokocrypto Andalkan Referral dan Derivatif untuk Dorong Aktivitas Investor

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 28 April 2026 – Di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif akibat tekanan global, Tokocrypto mendorong investor untuk menerapkan strategi investasi yang lebih adaptif sekaligus memperkenalkan inovasi terbaru melalui program Referral 2.0. Program ini hadir sebagai upaya memperluas adopsi aset digital sekaligus memberikan peluang tambahan bagi pengguna untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas trading.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor aset kripto di Indonesia telah melampaui 21 juta akun pada awal 2026. Hingga Februari 2026, jumlah investor tercatat mencapai 21,07 juta akun, meningkat dari Januari yang sebesar 20,70 juta akun. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kripto tetap kuat meski pasar mengalami dinamika.

Namun, di tengah pertumbuhan jumlah investor, aktivitas perdagangan justru mengalami penurunan. Nilai transaksi kripto pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp29,4 triliun, turun dari Januari yang mencapai Rp37,29 triliun. Penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar yang menyusut sekitar 14 persen menjadi Rp23,59 triliun. Kondisi ini mencerminkan bahwa pergerakan pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan bahwa volatilitas yang terjadi saat ini tidak terlepas dari faktor makroekonomi dan geopolitik global. “Ketegangan geopolitik seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta konflik di Timur Tengah mendorong sentimen risk-off di pasar keuangan global. Ditambah dengan kebijakan suku bunga tinggi di AS, likuiditas global menjadi lebih ketat sehingga memicu tekanan di pasar kripto,” ujar Calvin.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar. “Jika melihat tren beberapa tahun terakhir, lonjakan aktivitas pada 2024 dipicu oleh momentum Bitcoin halving, peluncuran ETF di AS, dan efek domino terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Sementara penurunan di 2025 hingga awal 2026 lebih merupakan fase normalisasi dan konsolidasi, bukan pelemahan fundamental industri. Fluktuasi ini menunjukkan bagaimana pergerakan harga kripto sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi global maupun domestik,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Strategis Bittime dan Destiny Migration Company, Tingkatkan Literasi dan Perkembangan Ekonomi Kreatif

Minat Investor Bergeser, Strategi Perlu Disesuaikan

Perubahan kondisi pasar juga diikuti dengan pergeseran perilaku investor. Penurunan volume di pasar spot mulai diimbangi dengan meningkatnya minat terhadap instrumen derivatif, yang dinilai lebih fleksibel dalam menghadapi volatilitas. Instrumen ini memungkinkan pelaku pasar untuk mengambil posisi berdasarkan pergerakan harga tanpa harus memiliki aset secara langsung.

Data menunjukkan bahwa volume perdagangan di pasar spot mengalami penurunan dari Rp24,33 triliun pada Februari menjadi Rp22,2 triliun pada Maret. Sebaliknya, pasar derivatif justru mencatatkan pertumbuhan, dari Rp3,88 triliun pada Februari menjadi Rp4,36 triliun pada Maret. Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran minat investor menuju instrumen yang lebih adaptif terhadap kondisi pasar yang tidak stabil.

“Kami melihat adanya pergeseran preferensi dari spot ke derivatif karena investor mencari instrumen yang lebih fleksibel dalam menghadapi pergerakan harga yang cepat. Derivatif memberikan opsi strategi yang lebih beragam, baik saat pasar naik maupun turun,” jelas Calvin.

Melihat tren tersebut, Calvin mengungkapkan rencana untuk meluncurkan produk derivatif dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang serta memberikan lebih banyak pilihan strategi bagi pengguna.

Baca Juga :  WSBP Laksanakan RUPST Tahun Buku 2025, Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Umumkan Jajaran Manajemen Baru

“Pertumbuhan volume derivatif ini menjadi sinyal bahwa pasar semakin matang. Ke depan, kami ingin menghadirkan produk derivatif yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mudah diakses oleh pengguna ritel, sehingga mereka bisa mengelola risiko dengan lebih baik di tengah kondisi pasar yang dinamis,” tutup Calvin.

Tokocrypto Perkuat Ekosistem Lewat Program Referral

Selain pengembangan produk, Tokocrypto juga menghadirkan fitur baru Referral 2.0 sebagai bagian dari strategi memperluas partisipasi masyarakat di industri kripto. Melalui program ini, pengguna dapat memperoleh komisi hingga 20 persen seumur hidup dari trading fee referral, sekaligus berkesempatan mengumpulkan reward tambahan dengan total hingga Rp200 juta setiap bulannya.

Program ini dirancang untuk memberikan insentif yang lebih kompetitif sekaligus mendorong pertumbuhan komunitas pengguna secara organik. Kuota reward yang terbatas setiap bulan juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif pengguna dalam memanfaatkan fitur tersebut.

Calvin menilai bahwa inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Tokocrypto dalam memperkuat literasi dan adopsi kripto di Indonesia. “Kami melihat minat masyarakat terhadap aset digital terus meningkat dan mulai mendekati pasar modal. Melalui program referral 2.0 dan pengembangan produk seperti derivatif, kami ingin memberikan lebih banyak akses dan peluang bagi masyarakat untuk terlibat di ekosistem kripto secara lebih luas,” jelasnya.

Di tengah pasar yang masih dinamis, Tokocrypto menekankan pentingnya pendekatan investasi yang disiplin dan berbasis strategi. Dengan kombinasi edukasi, inovasi produk, serta program insentif seperti referral, perusahaan optimistis dapat mendorong pertumbuhan industri kripto yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52