KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global - Koran Mandalika

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global

Kamis, 30 April 2026 - 18:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik kian mengukuhkan posisinya sebagai hub hilirisasi terintegrasi berdaya saing global di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) dua proyek strategis sektor mineral di kawasan terkait fasilitas produksi brass mill dan brass cup serta pabrik manufaktur emas logam mulia pada Rabu (29/4).

Proyek yang merupakan bagian dari 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II inisiasi BPI Danantara ini melibatkan kolaborasi strategis antara MIND ID, DEFEND ID, dan Pelindo.

Dalam skemanya, katoda tembaga dari smelter akan diolah menjadi brass cup dan brass mill berkapasitas 10.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan amunisi nasional. Sementara itu, untuk pengolahan emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan memproses hasil pemurnian logam menjadi emas batangan (bullion) guna memperkuat rantai pasok logam mulia domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pengembangan industri derivatif di Gresik merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi daerah. Inisiatif ini diyakini mampu menjadi motor penggerak baru bagi struktur ekonomi Jawa Timur agar semakin kokoh dan berdaya saing.

“Definisi maju tentu adalah kemampuan kita mengembangkan industri strategis yang membuat bangsa ini menjadi berdikari. Prasyarat untuk mewujudkan hal tersebut adalah adanya ekosistem yang mumpuni. Itulah sebabnya Jawa Timur ingin menjadi bagian penting dari rantai nilai (value chain) industri nasional,” ujar Emil saat meresmikan proyek tersebut di KEK Gresik.

Baca Juga :  VRITIMES Mengumumkan Kemitraan Media dengan RetorikaLampung.com untuk Memperkuat Liputan Berita Regional Lampung

Emil menjelaskan, hilirisasi di KEK Gresik kini telah melompat ke tahap produk turunan tingkat dua dan tiga. Ia mencontohkan bagaimana katoda tembaga kini diolah lebih lanjut menjadi copper rod, copper foil, hingga brass cup yang merupakan bahan baku peluru.

“Kita sudah bergeser ke arah industri derivatif. Katoda tembaga yang dihasilkan smelter kini diolah menjadi brass cup oleh Pindad untuk kebutuhan amunisi. Jadi, peluru yang biasanya diimpor untuk kebutuhan TNI, ke depan akan diproduksi di dalam negeri menggunakan bahan baku lokal,” tuturnya.

Kehadiran fasilitas brass mill ini diproyeksikan mampu menekan angka impor komponen amunisi TNI secara signifikan sekaligus memperkuat kemandirian pertahanan melalui integrasi produksi di kawasan yang sama.

Secara sosial-ekonomi, proyek terintegrasi ini diperkirakan akan menyerap hingga 7.000 tenaga kerja terampil. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas BUMN yang melibatkan PT Freeport Indonesia sebagai penyedia bahan baku, PT Pindad, PT Antam, hingga PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) sebagai mitra infrastruktur pelabuhan.

Baca Juga :  Dorong Ketersediaan Benih Unggul, PT RPN, Anak Usaha Holding Perkebunan Nusantara Bahas Relaksasi Regulasi Perbenihan Karet

Guna mendukung transformasi KEK Gresik sebagai hub hilirisasi berdaya saing global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen memperkuat efisiensi logistik melalui perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan, termasuk pelebaran akses jalan tol dan pembenahan jembatan guna memastikan kelancaran operasional KEK Gresik sebagai tulang punggung industri nasional.

“KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Dengan dukungan infrastruktur dari Pelindo dan ekosistem industri yang sudah ‘nyambung’, kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil,” tambah Emil.

Dari sisi makroekonomi, posisi KEK Gresik di jantung aglomerasi Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Emil memaparkan bahwa wilayah ini menyumbang hampir separuh dari PDRB Jawa Timur.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kawasan Gerbangkertosusila mencapai hampir separuh dari perekonomian Jawa Timur. Mengingat Jawa Timur menyumbang seperenam ekonomi nasional, maka perputaran ekonomi di aglomerasi ini saja mencakup hampir 10 persen dari total ekonomi Indonesia. Ini adalah keunggulan kompetitif yang harus kita jaga,” tegasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?
Warna Urine Anjing, Panduan Mengenali Kondisi Kesehatannya
KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan
Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta
Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa

Selasa, 22 September 2026 - 18:03

Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II

Selasa, 22 September 2026 - 17:02

Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Selasa, 22 September 2026 - 15:02

KAI Logistik Perkuat Angkutan KA Kontainer sebagai Solusi Logistik Berkelanjutan

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Glow Society Makin Seru di K Mall at Menara Jakarta

Selasa, 22 September 2026 - 14:02

Bea Cukai Indonesia Semakin Digital. Mampukah Sistem Bisnis Mengimbanginya?

Selasa, 22 September 2026 - 13:02

Gelar ICCE 2026, ICCA Hadirkan Konferensi Layanan Pelanggan dan Pameran Teknologi di Jakarta

Berita Terbaru

Teknologi

Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:03