Wujudkan Layanan Pangan Aman, SUCOFINDO Gelar Sosialisasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi - Koran Mandalika

Wujudkan Layanan Pangan Aman, SUCOFINDO Gelar Sosialisasi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (13/5) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menggelar webinar bertajuk “Sosialisasi Mekanisme Sertifikasi HACCP dan Penerapan Sistem Keamanan Pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)” yang diikuti oleh SPPG di Indonesia. Webinar ini merupakan dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam penguatan sistem keamanan pangan dan peningkatan kualitas layanan pemenuhan gizi masyarakat.

Dalam kegiatan ini turut menghadirkan narasumber di bidang keamanan pangan dan sertifikasi, yaitu Act. Senior Manager of Product Certification & Quality System sekaligus Lead Auditor Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) PT SUCOFINDO (PERSERO), M. Taufiq Hidayatulloh dan Senior Manager Agriculture Commodity dan Lead Auditor HACCP PT SUCOFINDO (PERSERO), Vidyana Purna Ahmad.

M. Taufiq Hidayatulloh menjelaskan pentingnya penerapan sistem keamanan pangan pada operasional SPPG sebagai salah satu unit strategis penyedia makanan bergizi yang aman, higienis, dan berkualitas bagi masyarakat. Seiring meningkatnya perhatian terhadap program pemenuhan gizi, pengelolaan pangan skala massal dinilai memiliki tantangan besar apabila tidak didukung sistem pengendalian keamanan pangan yang memadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keamanan pangan bukan hanya urusan dapur, tetapi bagian dari perlindungan penerima manfaat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Karena makanan diproduksi dalam jumlah besar, keamanan pangan menjadi fondasi operasional SPPG agar makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan terjamin mutunya,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung Fokus Tingkatkan Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Dalam kesempatan yang sama, Vidyana Purna Ahmad menjelaskan HACCP merupakan sistem preventif yang berfokus pada identifikasi dan pengendalian potensi bahaya pangan sejak proses penerimaan bahan baku, produksi, hingga distribusi makanan. Menurutnya, penerapan HACCP tidak hanya relevan bagi industri besar, tetapi juga sangat penting diterapkan pada dapur layanan seperti SPPG.

“Keamanan pangan bukan sekadar menjaga kebersihan dapur, tetapi bagaimana seluruh proses dapat dikendalikan secara sistematis dan terdokumentasi mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian dan pengemasan sampai dengan distribusi,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua narasumber memberikan penjelasan terkait 12 langkah 7 Prinsip HACCP. Vidyana Purna Ahmad menjelaskan 5 langkah awal yang terdiri dari Penetapan Tim HACCP, Deskripsi produk, Tujuan penggunaan, Penyusunan diagram alir, dan verifikasi diagram alir di tempat. Selanjutnya M. Taufiq Hidayatulloh menjelaskan Langkah selanjutnya yaitu 7 Prinsip HACCP yang diawali dengan identifikasi dan analisa bahaya, penetapan CCP, penetapan batas kritis CCP, Sistim monitoring CCP, penetapan Tindakan koreksi, Validasi rencana HACCP dan program verifikasi, Dokumentasi dan rekaman.

Lebih lanjut, M. Taufiq Hidayatulloh juga menyoroti tantangan implementasi keamanan pangan di lapangan, mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, tata letak dapur, pengendalian bahan baku, hingga pentingnya dokumentasi dan monitoring secara berkala.

Baca Juga :  Samuel Bobby Hassan: Membangun Bisnis Properti Tanpa Modal Lewat Cara Pikir yang Berbeda

“Pelatihan personel dan konsistensi penerapan prosedur menjadi kunci utama keberhasilan sistem HACCP. Kebersihan saja tidak cukup tanpa adanya pengawasan dan pencatatan yang baik,” jelasnya.

Pada sesi terakhir, Vidyana Purna Ahmad juga memaparkan tahapan sertifikasi HACCP yang meliputi pengajuan aplikasi, audit tahap 1 dan tahap 2, keputusan sertifikasi, hingga surveillance. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih lembaga sertifikasi terakreditasi guna memastikan kredibilitas dan pengakuan terhadap sertifikasi yang diterbitkan.

“Melalui kegiatan ini, SUCOFINDO berharap dapat meningkatkan pemahaman publik dan stakeholder terkait pentingnya sistem keamanan pangan, khususnya bagi pengelola SPPG dan layanan jasa boga. Webinar ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung terciptanya layanan pangan yang aman, berkualitas, dan terpercaya bagi masyarakat,” kata Vidyana Purna Ahmad.

Sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen mendukung implementasi sistem keamanan dan jaminan mutu pangan melalui layanan terpadu, mulai dari sertifikasi halal, Good Manufacturing Practices (GMP), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), ISO 22000 terkait Sistem Manajemen Keamanan Pangan, hingga inspeksi, audit, pengujian laboratorium, sertifikasi produk, serta pelatihan teknis guna memastikan setiap proses produksi pangan memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia
Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan
Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Berita Terbaru

Daerah

Tuan Guru Bagu Tutup Usia, Nasihatnya Jadi Pegangan

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:01