Emas Bergerak Melemah, Level 4.483 Jadi Area Penting - Koran Mandalika

Emas Bergerak Melemah, Level 4.483 Jadi Area Penting

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Bergerak Melemah, Level 4.483 Jadi Area Penting

Harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari Selasa (26/5). Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD masih menunjukkan kecenderungan melemah setelah harga gagal menembus area resistance penting dalam beberapa hari terakhir.

Dalam analisis teknikal pada timeframe daily, harga emas masih bergerak di bawah area Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Kedua indikator tersebut saat ini menjadi area penahan kenaikan harga atau dynamic resistance yang cukup kuat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tenaga beli di pasar masih belum cukup besar untuk membalikkan arah tren utama.

Menurut Geraldo Kofit, selama harga emas masih berada di bawah area tersebut, tekanan bearish atau tekanan turun diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan pasar. Artinya, peluang pelemahan harga dalam jangka pendek hingga menengah masih cukup terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pergerakan harga emas pada perdagangan sebelumnya juga terlihat cenderung minim volatilitas. Pasar bergerak lebih tenang karena tidak adanya rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang biasanya mampu memicu pergerakan besar pada harga emas maupun dolar AS.

Minimnya sentimen baru membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati. Banyak investor memilih menunggu kepastian arah pasar sebelum kembali mengambil posisi besar. Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual perlahan kembali mendominasi perdagangan.

Baca Juga :  Jarak Antar Perjalanan KA Semakin Singkat: KAI Ingatkan Keselamatan di Perlintasan Sebidang Sesuai Undang-Undang Perkeretaapian

Selain itu, secara teknikal harga emas juga masih memiliki peluang untuk menutup gap yang terbentuk pada awal pekan. Gap merupakan selisih harga yang muncul saat pembukaan pasar dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Dalam banyak kondisi, pasar sering bergerak kembali untuk menutup area gap tersebut sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dengan kondisi yang ada saat ini, harga emas diperkirakan masih berpotensi turun menuju area support pertama di level 4.483. Area tersebut menjadi titik penting yang akan diperhatikan pasar untuk melihat apakah harga mampu bertahan atau justru melanjutkan penurunan lebih dalam.

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas juga masih cukup kuat akibat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Investor masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Ekspektasi tersebut membuat dolar AS tetap bergerak kuat. Ketika dolar menguat, harga emas biasanya menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan cenderung menurun. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas dalam beberapa waktu terakhir.

Selain penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi beban tambahan bagi emas. Banyak investor lebih tertarik pada instrumen berbasis yield karena dianggap mampu memberikan keuntungan lebih stabil dibandingkan emas yang tidak memiliki imbal hasil tetap.

Baca Juga :  Ribuan Barang Tertinggal Kembali ke Pemilik, Ini yang Harus Dilakukan Jika Kehilangan Barang di LRT Jabodebek

Di sisi lain, pasar juga masih menunggu perkembangan terbaru terkait data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat. Kedua data tersebut menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve ke depan.

Jika data ekonomi AS masih menunjukkan kondisi yang kuat, maka peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi ini dapat kembali memperkuat dolar AS dan memberi tekanan tambahan terhadap emas.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi perubahan sentimen sewaktu-waktu. Jika muncul sinyal perlambatan ekonomi atau pernyataan dovish dari The Fed, maka harga emas berpeluang mendapatkan dorongan positif.

Secara keseluruhan, kombinasi antara tekanan teknikal dan faktor fundamental masih membuat harga emas bergerak dalam tren bearish. Selama belum ada sentimen besar yang mampu mengangkat harga kembali di atas area resistance penting, peluang penurunan menuju level support 4.483 masih cukup terbuka.

Karena itu, investor disarankan tetap berhati-hati dan memperhatikan perkembangan pasar global, khususnya terkait arah suku bunga AS, pergerakan dolar, dan sentimen ekonomi dunia yang dapat memengaruhi harga emas dalam waktu dekat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang
Split Bill Saat Nongkrong, Cara Simpel Mengatur Pengeluaran Bareng Teman
PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi
BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026
Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.
DJI Matrice 5T Resmi Hadir di Indonesia untuk Survei, Inspeksi, dan Keamanan
Waskita Beton Precast Perkuat Jaminan Mutu Produk Spun Pile yang Disuplai untuk Pelabuhan IHIP melalui Uji Laboratorium
Waskita Beton Precast Suplai PC-I Girder Berkualitas untuk Pembangunan Infrastruktur di Bali

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:02

VIHEF 2027 Perkuat Posisi Vietnam sebagai Pusat Perdagangan dan Pengadaan Produk Halal yang Berkembang

Jumat, 6 November 2026 - 20:02

Split Bill Saat Nongkrong, Cara Simpel Mengatur Pengeluaran Bareng Teman

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

PLN NPC Dukung Pengelolaan Lingkungan, Terapkan WTP-WWTP di PLTU Sorong dan Sofifi

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

BRI Insurance Raih Penghargaan Best Corporate Culture Transformation di CNBC Indonesia Awards 2026

Jumat, 6 November 2026 - 19:02

Bank Mandiri Taspen dan ASABRI Serahkan Manfaat Pensiun Terusan kepada Keluarga Mantan Panglima TNI Widodo A.S.

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Waskita Beton Precast Perkuat Jaminan Mutu Produk Spun Pile yang Disuplai untuk Pelabuhan IHIP melalui Uji Laboratorium

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Waskita Beton Precast Suplai PC-I Girder Berkualitas untuk Pembangunan Infrastruktur di Bali

Jumat, 6 November 2026 - 17:02

Reformasi Pasar Modal Perkuat Peran Investor Relations, BRIDS dan Pertamina Group Tingkatkan Kompetensi Praktisinya

Berita Terbaru